• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kriminal

Guru Pesantren Cabuli Belasan Santriwati, Ada yang Melahirkan 2 Kali

by Redaksi Bontang Post
10 Desember 2021, 18:23
in Kriminal
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Oknum guru salah satu pesantren di Bandung berinisial HW melakukan aksi tindak pidana pencabulan kepada belasan santriwati. HW telah menyetubuhi kurang lebih 13 korban. Delapan di antaranya sempat melahirkan. Salah satunya telah melahirkan sebanyak dua kali.

Kasus itu sempat tidak diketahui publik. Akan tetapi setelah salah seorang Anggota Komite Solidaritas Pelindung Perempuan dan Anak (KSPAA) Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI) menceritakan dengan seksama kasus itu di jejaring sosial media Facebook. Akhirnya kasus tersebut mencuat ke permukaan publik.

Dalam unggahannya disebutkan, pihaknya sempat mendapatkan laporan dari orang tua korban dan orang tua saksi dari santriwati pondok pesantren yang dipimpin HW. Berdasar laporan tersebut, diketahui perbuatan bejat yang dilakukan HW dilakukan kepada korban yang berusia 13–16 tahun.

Baca Juga:  Korban Dugaan Pelecehan Seksual Sudah Tak Serumah dengan Ayah Tiri

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kota Bandung Yoel Yosaphat membenarkan adanya kasus kejatahan kemanusiaan tersebut. Dia menyebut hingga saat ini, sedang mengawal kasus itu hingga tuntas.

”Sebenarnya kita kemarin nemenin saksi dari korban itu belum ada, jadi kita sekarang tahapnya ke pengadilan sidang ke tujuh, dan yang dipanggil itu baru saksi, korbannya belum dipanggil,” ungkap Yoel saat dikonfirmasi JabarEkspres.com (grup JawaPos), Rabu (8/12).

Yoel menambahkan, pihaknya mendapatkan kabar kasus tersebut sekitar 2–3 bulan lalu. Awalnya mendengar cerita dari warga di sekitar pondok pesantren tersebut. Pihaknya mendapat indentitas korban dari kasus tersebut dan langsung mengkonfirmasinya.

Korban dari aksi bejat yang dilakukan HW kebanyakan santriwati dari luar Kota Bandung. Dari kasus tersebut, salah satu korbannya sempat ada yang melahirkan bayi hingga 2 kali.

Baca Juga:  Bocah 11 Tahun di Muara Badak Diperkosa dan Diancam Pakai Tombak

”Terus ada yang dua kali melahirkan. Jadi kebanyakan korban itu dari luar Kota Bandung, yang bisa kami temui itu yang di luar Kota Bandung, di Garut,” kata Yoel.

Pihaknya bersama KSPPA PSI telah melakukan audiensi ke Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Jawa Barat untuk mengetahui informasi lebih lanjut.

”Nah hasil dari UPTD tersebut sama kondisi yang saya tanya ke korban itu ada perbedaan. Jadi, kalau dibilang korbannya ada 13, aslinya (bisa) itu lebih dari itu,” papar Yoel.

Yoel berharap agar kasus tersebut bisa terselesaikan hingga para korban dapat melanjutkan sekolah kembali. ”Dan juga kita mau restitusinya nilainya sesuai, supaya mereka (para korban) hidup ke depannya bisa lanjut sekolah lagi, mereka ini kebanyakannya orang-orang tidak mampu,” ucap Yoel.

Baca Juga:  Oknum Guru PPPK di Tanjung Selor Diduga Cabuli Tiga Muridnya

Pelaku, HW, yang merupakan guru besar di salah satu pesantren tersebut, kini telah ditangkap dan menjalani persidangan atas perbuatannya. HW juga disangkakan dengan atas pasal 81 ayat 1 dan 3 jo pasal 76 D UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo pasal 65 (1) KUHP. (jawapos)

Tags: pelecehan seksual
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Implementasi GCG Terbaik, Pupuk Kaltim Raih The Most Trusted Company 2021

Next Post

Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan Rp 50 Juta dan Ratusan Paket Makanan bagi Korban Kebakaran Loktuan

Related Posts

Diduga Jadi Korban Pelecehan Sesama Jenis Akibat Relasi Kuasa, Tiga PPPK Kukar Melapor ke Polisi
Kaltim

Diduga Jadi Korban Pelecehan Sesama Jenis Akibat Relasi Kuasa, Tiga PPPK Kukar Melapor ke Polisi

22 Oktober 2026, 11:44
Pria 45 Tahun di Kutim Diduga Cabuli Bocah 5 Tahun di Toilet
Kriminal

Pria 45 Tahun di Kutim Diduga Cabuli Bocah 5 Tahun di Toilet

1 Januari 2026, 17:00
Ayah Tiri yang Setubuhi Anak di Bontang Dituntut 11 Tahun Penjara
Bontang

Ayah Tiri yang Setubuhi Anak di Bontang Dituntut 11 Tahun Penjara

29 Agustus 2025, 16:32
Kakak di Samarinda Tega Berbuat Asusila ke Adik Kandung, Begini Modusnya
Kaltim

Guru Ngaji di Kutim Diduga Lecehkan Tujuh Santriwati di TPA

26 Agustus 2025, 17:54
Oknum Pengacara di Kutim Dilaporkan atas Dugaan Pelecehan Seksual, Korbannya Empat Orang
Kaltim

Oknum Pengacara di Kutim Dilaporkan atas Dugaan Pelecehan Seksual, Korbannya Empat Orang

20 Agustus 2025, 15:40
Karyawati Toko di Tanjung Laut Indah Bontang Diduga Alami Pelecehan oleh Pria Misterius
Bontang

Karyawati Toko di Tanjung Laut Indah Bontang Diduga Alami Pelecehan oleh Pria Misterius

8 Agustus 2025, 20:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.