• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Gus Solah Pilih Netral di Pilpres

by M Zulfikar Akbar
18 Januari 2019, 15:40
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

LASEM – Gus Solah sapaan akrab-KH. Salahuddin Wahid menegaskan diri jika dirinya berada di posisi netral alias tak memihak siapa pun pada pemilihan president tahun ini. Hal itu ditegaskan saat pertemuan kiai dari Jatim, Jateng, Jogjakarta dan Jakarta berkumpul bersama di dalam rangka Halaqah ke-4 komite Khittah 1926 di pondok pesantren Al-Wahdah, Lasem, Kamis (17/1).

Selain dihadiri KH Salahuddin Wahid (Jombang), kegiatan yang digelar mulai pukul 11.00 juga dihadiri KH. Nashikin Hasan (Jakarta), KH. Abdullah Muchit (Malang), KH. Suyuti Thoha (Banyuwangi), KH. Rozi Syihab (Pasuruan), KH. Yahya Romli (Tuban).

Kemudian, KH. Fadlolimoh Ruhan (Sekjen Aliansi Ulama Madura), Prof. Dr. KH. Ahmad Zahro (Surabaya), Prof. DR Rohmat Wahab (Jogjakarta), KH. Ghozy Wahib Wahab (Jogjakarta), KH. Shodiq (Bumiayu), KH. Najih Maemoen Zuber (Sarang) dan KH. Ahfaz Abdul Hamid dan masih banyak kiai kenamaan lainnya.

Baca Juga:  Adu Program Tema Dasar Kesra Menuju Debat Cawapres (1): KIP Kuliah vs Kesejahteraan Guru Honorer

Sambutan kali pertama disampaikan tuan rumah kegiatan halaqah KH. Ahfaz Abdul Hamid. Kemudian, panitia kegiatan H. Agus Sholahul. Kemudian dilanjutkan seminar/ halaqah, Prof. Dr. KH. Ahmad Zahro.

KH. Ahfaz Abdul Hamid menuturkan KH. Baedlowi bin Abdul Aziz menginginkan apa yang menjadi cita-cita para sesepuh. Termasuk ikut serta komite khittah, karena mempunyai perhatian terhadap NU yang kini tidak pada garis perjuangan sesepuh.

Sementara, KH. Salahuddin Wahid secara khusus memberikan klarifikasi tidak akan melibatkan diri di pemilihan presiden alias netral tidak memihak pasangan Jokowi dan Prabowo. Namun memihak kebenaran yang diyakini dalam hal ini adalah khittah.

”Jadi jelang tahun baru, KH. Said Aqil Siroj datang silahturahmi ke Tebuireng. Tidak lama beberapa jam kemudian sudah beredar video di mana-mana. Kemudian, ditambahi struktur dan kultur telah bersatu. Itu ditafsirkan sejumlah orang saya mendukung Pak Jokowi. Saya tegaskan tidak betul, saya netral tidak ikut mana-mana,” tegasnya di hadapan tamu yang hadir.

Baca Juga:  Adu Program Tema Kebangsaan Menuju Debat Publik Capres: Reformasi Birokrasi, Tidak Antikritik

Berikutnya soal kunjungan sejumlah alumni Tebuireng bersama anaknya Ipang di kediaman Marif Amin ditafsirkan Jokowi. Lagi-lagi adik kandung Gus Dur itu membantahnya. Berikutnya, di Sodigiri, Pasuruan, Sabtu lalu ada deklarasi kiai-kiai termasuk dzurriyah atau anak cucu pendiri NU mendukung Prabowo.

”Lagi-lagi saya dibilang mendukung Prabowo. Sekali tegaskan saya tidak boleh mendukung siapa-siapa. Namun kita harus tegak mengikuti Khittah NU,” tegasnya.

Gus Solah mengutip dalam khittah NU. Disebutkan ada sembilan butir, pertama mukadimah, pengertian, dasar-dasar paham keagamaan NU. Lalu keempat sikap kemasyarakatan NU, perilaku yang dibentuk oleh dasar keagamaan dan sikap kemasyarakatan NU.

Kemudian, keenam ikhtiar yang dilakukan oleh NU. Fungsi organisasi dan kepemimpinan ulama, NU dan kehidupan bernegara dan terakhir katimaha atau penutup. Sementara yang baru dibicarakan point kedelapan NU dan kehidupan bernegara).

Baca Juga:  Luhut-SM Bebas dari Tuduhan

”Makanya harus dibahas satu-satu. Memang konteks pilpres kita fokus NU dan kehidupan bernegara. Namun saya juga ingin kutip butir nomor lima perilaku yang dibentuk oleh dasar keagamaan dan sikap kemasyarakatan NU,” paparnya.

Dalam khittah kelima tersebut di dalamnya ada 11 huruf. Gus Sholah mengambil yang nomor lima yakni meluhurkan kekayaan moral, Akhlakul karimah dan menjunjung tinggi kejujuran dalam berpikir, bersikap dan bertindak.

“Poin nomor lima ini sudah dilupakan. Jadi muktamar NU di Makasar dan Jombang, tidak mengambil pada butir tersebut. Di situ tidak tercantum akhlakul karimah, sikap amanah. Harusnya memang tetap harus dipertahankan,” tegasnya. (noe/ali/jpg)

Tags: gus solahPilpres 2019solahudin wahid
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Frekuensi 700 MHz untuk Radio Bencana

Next Post

Gas Bocor Picu Ledakan di Restoran Beringin

Related Posts

Kritis Usai Jalani Operasi Jantung, Gus Solah Wafat di RS Harapan Kita
Nasional

Kritis Usai Jalani Operasi Jantung, Gus Solah Wafat di RS Harapan Kita

3 Februari 2020, 10:30
Menang di MK, Jokowi Sebut Ini ke Prabowo-Sandi
Nasional

Menang di MK, Jokowi Sebut Ini ke Prabowo-Sandi

28 Juni 2019, 07:30
Prabowo-Sandi Hormati Putusan MK, Serahkan Semua pada Allah
Nasional

Prabowo-Sandi Hormati Putusan MK, Serahkan Semua pada Allah

28 Juni 2019, 07:00
Majelis hakim konstitusi yang diketuai Anwar Usman menolak seluruh permohonan Prabowo-Sandi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Breaking News

MK Tolak Gugatan Sengketa Pilpres Prabowo

27 Juni 2019, 22:35
KPU Tetapkan Jokowi-Ma’ruf Menang Pilpres 2019, Kubu 02 Langsung Tolak
Nasional

KPU Tetapkan Jokowi-Ma’ruf Menang Pilpres 2019, Kubu 02 Langsung Tolak

21 Mei 2019, 06:30
Nasional

Rekapitulasi Pilpres 2019 Rampung, Jokowi Menang Atas Prabowo

21 Mei 2019, 06:20

Terpopuler

  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.