BONTANG – Usai menunggu kurang lebih sepuluh hari, hasil swab bocah delapan tahun dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia, 24 April lalu, telah keluar. Tim Gugus Covid-19 Bontang menerangkan, hasil swab dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya menyatakan negatif corona.
Hal ini sekaligus menjadi klarifikasi kepada semua pihak yang membutuhkan informasi terkait status PDP 11.
“Bahwa hasil swab terkonfirmasi negatif Covid-19,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang, Bahaudin, Minggu (3/5/2020).
Dari hasil rapat koordinasi Kesiapsiagaan Covid-19, ia juga meminta seluruh fasilitas kesehatan melakukan penguatan screening dan deteksi dini kasus Covid-19. Sedangkan bagi masyarakat diimbau untuk mematuhi protokol kesehatan, mengakses pelayan kesehatan hanya jika sangat membutuhkan, serta menyampaikan segala informasi penting dan detail terkait keluhan, riwayat kontak, serta riwayat perjalanan kepada petugas kesehatan.
“Dalam rangka kewaspadaan di masa pandemi,” ucapnya.
Sementara terkait perkembangan kasus virus SARS-CoV-2 di Bontang per 3 Mei, terdapat penambahan status monitoring sebanyak 18 orang, sehingga total mencapai 6.764 orang, 5.127 di antaranya selesai monitoring.
Sama halnya dengan monitoring, terdapat penambahan kasus orang tanpa gejala (OTG), namun hanya sebanyak 1 orang yang berprofesi sebagai pegawai di fasilitas kesehatan. Telah dilakukan rapid test, hasilnya reaktif.
“Saat ini karantina di Hotel GM (Grand Mutiara),” katanya.
Ada juga penambahan PDP sebanyak 1 orang, sebelumnya telah melakukan perjalanan. Dari hasil rapid test reaktif, dan saat ini dirawat di RSUD Bontang.
“Penambahan ODP (orang dalam pemantauan) sebanyak 1 orang, rapid test negatif, ada gejala, tidak ada riwayat perjalanan, saat ini dirawat di RS Swasta,” ucapnya. (*)







