• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Opini

Hoaks, Bohong yang Diberitakan 

by BontangPost
7 April 2018, 11:10
in Opini
Reading Time: 2 mins read
0
Oleh
N Yahya Yabo

Oleh N Yahya Yabo

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh

N Yahya Yabo

Perkembangan dunia informasi saat ini menjadi hal yang paling utama. Arus informasi yang disajikan bisa didapat dari mana saja. Era keterbukaan informasi inilah masyarakat mendapatkan segala informasi. Jika semua informasi yang didapat bisa benar semua itu tidak menjadi masalah. Akan tetapi ada saja bentuk-bentuk berita dan informasi yang kurang benar dan tepat. Biasanya berita-berita yang tidak benar itu tanpa landasan dan refrensi. Maka informasi dari berita itu dikatakan hoaks.

Dari bentuk kata, arti kata hoaks adalah tidak benar atau tidak betul/ berita bohong yang diserap dari kata hoax,  (Media Indonesia, 15/10/17).

Akhir-akhir ini banyaknya muncul berita hoaks. Dalam mencari informasi, masyarakat harus jeli dalam melihat kabar atau berita yang sedang terjadi. Jangan sampai berita hoaks yang telah dibaca dan dianggap benar kemudian dikabarkan ulang. Biasanya dari berita hoaks itu, muncul karena adanya masyarakat yang memercayai begitu saja berita hoaks tanpa mempertimbangkan kebenarannya. Hoaks juga bisa menjadi sangat terkesan benar dikarenakan media yang tidak mendukung dalam penyampaian informasi tersebut. Misalnya media sosial yang lebih sering digunakan alat untuk menyebar berita bohong dikarenakan tidak adanya refrensi atau mengecek kebenaran dari informasi atau berita yang dibagikan. Berbeda dengan media mainstream (jalur utama) yang mempunyai kapasitas dalam memberikan informasi dengan mengecek kebenaran sebelum dipublikasikan atau dibagikan kepada khalayak.

Baca Juga:  Cerita Seru Carol Pio, Peserta Pertukaran Pelajar Asal Bontang (1)

Menurut wartawan pada sebuah media online, yang disayangkan adalah, jika mereka berhenti di situ dan tidak mau melakukan cross check atau dengan mencari informasi lebih lanjut. Dan akhirnya, butuh kecerdasan dan wawasan dari masing-masing individu untuk memfilter mana berita yang benar dan yang palsu. Salah satunya dengan menerapkan disiplin verifikasi saat membaca sebuah berita. (Bontang.Prokal.co, 29/08/17).

Hal yang disayangkan bahwa setiap berita yang didapatkan masyarakat tidak dapat dicari tahu kebenarannya disebabkan kurangnya ingin mencari kebenaran dalam berita yang menjadi berita bohong pada media sosial. Jika masyarakat sadar akan pentingnya informasi yang didapat haruslah sesuai dengan fakta dan kebenaran. Dan masyarakat sudah seharusnya tidak mudah untuk mempercayai berita bohong dan membaginya maka dipastikan akan bisa diatasi berita-berita hoaks.

Baca Juga:  Berdayakan Perempuan lewat Bisnis Penjualan Langsung

Di sinilah peran pengguna media sosial, karena soal antispasi berita bohong bukan hanya tugas pemerintah dan jajaran terkait seperti kepolisian, (Bontang Post, 1/12/2017). Masyarakat juga diikut sertakan dalam mencegah berkembangannya berita-berita hoaks. Jangan sampai masyarakat cepat menanggapi apa yang dibaca dan ditemukan di media sosial. Cara awal untuk antisipasi berita bohong atau hoaks dengan cara tidak mengindahkan berita yang dianggap tidak benar karena tidak memiliki landasan. Kedua, apakah media yang memberitakan mempunyai kapasitas dalam memberitakan? Selanjutnya, jika berita yang dianggap tidak benar maka jangan membagikan ulang bentuk berita di media sosial. Tinggal masyarakat yang memilih apakah ingin membuat keresahan dengan membagi berita bohong atau mendiamkan berita hoaks yang ada? (***)

Baca Juga:  Pengaruh Media Sosial Terhadap Psikologis Remaja

Penulis seorang pegiat dan pemerhati Sastra dan Teater.

Tags: opiniwarga bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Ismu Beri Sinyal Rombak ‘Kabinet’ 

Next Post

Baru 55 Taksi Online Katongi Izin 

Related Posts

Maafkanlah Gubernur
Opini

Maafkanlah Gubernur

13 April 2026, 18:21
Sudah Betul Kembalikan Mobil, Eh, Bikin Ramai Lagi Renovasi Rumah
Kolom Redaksi

Sudah Betul Kembalikan Mobil, Eh, Bikin Ramai Lagi Renovasi Rumah

13 April 2026, 08:00
Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan
Bontang

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan

31 Maret 2026, 08:00
Slogan Kosong Antek Asing
Opini

Dinasti Politik 2.0

8 Desember 2025, 12:36
Slogan Kosong Antek Asing
Opini

Rezim Antikritik

24 November 2025, 13:43
Bersatu Berbenah, Bontang Berjaya, Masyarakat Sejahtera
Opini

Bersatu Berbenah, Bontang Berjaya, Masyarakat Sejahtera

14 Oktober 2025, 14:33

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.