• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Hotel PrimeBiz Diklaim Dongkrak PAD dan Wisata Religius 

by BontangPost
24 Mei 2018, 11:35
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
SEGERA DIBANGUN: Gubernur Awang Faroek memimpin pelaksanaan groundbreaking Hotel PrimeBiz, Rabu (23/5) kemarin.(HUMASPROV KALTIM FOR METRO SAMARINDA)

SEGERA DIBANGUN: Gubernur Awang Faroek memimpin pelaksanaan groundbreaking Hotel PrimeBiz, Rabu (23/5) kemarin.(HUMASPROV KALTIM FOR METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

PRO kontra yang mengiringi pembangunan Hotel PrimeBiz di kawasan Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center, tepatnya di Jalan Slamet Riyadi, Teluk Lerong Ulu, Samarinda, tak membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menyurutkan langkah.

Baik Pemprov Kaltim maupun PT Wijaya Utama Lestari EA selaku investor pembangunan berdalih, megaproyek itu bakal mengusung konsep berbeda dari hotel yang sudah ada di Kota Tepian, yakni hotel syariat. Mengingat hotel tersebut bakal berdiri di samping masjid raya.

Dalam sambutannya pada acara groundbreaking Hotel PrimeBiz, Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak menginginkan pembangunan hotel tersebut dapat segera dilakukan.

“Apalagi Kaltim termasuk daerah ketiga terbesar dalam daya saing pembangunan sumber daya manusia. Selain itu, sekarang di Samarinda sudah ada bandara APT Pranoto. Sehingga dapat menambah pendapatan APBD Kaltim,” ujarnya.

Baca Juga:  Mahasiswa Gelar Aksi Tolak Kenaikan BBM 

Lebih lanjut Awang menuturkan, keberadaan hotel syariat ini akan menambah fasilitas Samarinda menuju kota MICE (meeting, incentive, convention and exhibition) terutama pariwisata.

“Ini investor datang membawa duit. Nah, kebetulan kita mengembangkan pariwisata religius. Maka, dibangunlah hotel tetapi berkonsep Islami atau hotel syariat,” katanya.

Kaltim lanjutnya, memiliki potensi kepariwisataan yang besar termasuk wisata rohani atau wisata religius yang memerlukan dukungan ketersediaan fasilitas bagi wisatawan luar. Selain Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center juga terdapat banyak lokasi atau kawasan wisata religius yang bisa dikunjungi para wisatawan luar Kaltim, baik domestik maupun mancanegara.

Terhadap tata kelola secara syariat, tegas gubernur, ada undang-undang yang mengaturnya dan pengawasan bisa melibatkan jajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI). “Jelas tidak ada larangan membangun hotel syariat di sekitar tempat ibadah dan undang-undangnya ada itu. Kita libatkan MUI dalam pengawasannya nanti,” tuturnya.

Baca Juga:  Kesadaran Membaca Anak Masih Kurang 

Pembangunan hotel syariat ini ungkapnya, selain menambah fasilitas pariwisata juga meningkatkan ekonomi, termasuk pendapatan asli daerah (PAD) dan penyerapan tenaga kerja. “Kita wajib bersyukur ada orang datang bawa duit untuk investasi. Ekonomi daerah bisa tumbuh dan tenaga kerja terserap. Selain kemiskinan juga pengangguran berkurang,” tegasnya.

Nantinya, hotel Primebiz akan dibangun sepuluh lantai, seluruh biaya pembangunan ditanggung oleh PT Wijaya Utama Lestari, selaku investor proyek. Sehingga tidak menyentuh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kaltim.

Pembangunan hotel diperkirakan menelan anggaran sekira Rp 250 miliar. Rencananya akan ada 135 kamar. Namun untuk tahap awal akan dibangun 90 kamar. Selain itu, 60 persen dari mereka yang akan bekerja di hotel ini adalah pekerja lokal.

Baca Juga:  WADUH!!! 20 Persen Lembaga Penyiaran di Kaltim Masih Ilegal

Sementara itu, Direktur PT Wijaya Utama Lestari EA, Chairun menjelaskan, sistem pengelolaan dan pengamanan hotela akan dibuat sesuai konsep syariat.

“Nanti akan ada perjanjian, mereka yang membawa bukan muhrim akan dipolisikan. Yang wanita ada ruangan khusus, begitupun yang berkeluarga. Setiap tiga bulan sekali akan ada pengawasan dari Dewan Syariat Nasional, jadi jika terdeteksi melakukan penyimpangan, kemungkinan kami akan ditegur dan sertifikasinya dicabut,” jelasnya.

Kata dia, untuk memperoleh sertifikat hotel syariat sesuai ketentuan harus melalui proses yang panjang. “Sertifikat syariat diterbitkan Dewan Syariat MUI Pusat untuk sarana dan prasarana hotel harus sesuai aturan sarana dan ketentuan syariat. Setelah terbangun, kembali diverifikasi instansi terkait termasuk MUI Kaltim dan MUI Samarinda,” tandasnya. (*/dev/*/drh)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Metro SamarindaPembangunan Hotel
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pembangunan Hotel di Lahan Islamic Center Kembali Disoal

Next Post

HOAX Isu Larangan Jilbab Serang Rini Soemarno

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.