• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Pembangunan Hotel di Lahan Islamic Center Kembali Disoal

by BontangPost
24 Mei 2018, 11:33
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
TOLAK: Puluhan warga menolak pembangunan Hotel Primebiz yang berdekatan dengan Islamic Center Samarinda.(DEVI/METRO SAMARINDA)

TOLAK: Puluhan warga menolak pembangunan Hotel Primebiz yang berdekatan dengan Islamic Center Samarinda.(DEVI/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Di saat Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak meresmikan pembangunan Hotel Primebiz, puluhan warga melakukan aksi demonstrasi menolak pembangunan hotel tersebut. Massa aksi menilai, groundbreaking pembangunan hotel berbintang itu cacat hukum.

Koodinator aksi, Datuk Khairil Usman mengatakan, penolakan warga sudah berlangsung sejak 2012. Di tengah gejolak penolakan itu, berkali-kali Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim melakukan pertemuan di kelurahan dan kecamatan bersama warga setempat.

“Karena mendapat penolakan, pada 2013 sampai 2015 tidak ada lagi isu pembangunan hotel itu. Sempat vakum. Pada 2016 kami diundang lagi oleh pemprov. Mereka minta persetujuan pembangunan hotel. Tetapi tetap kami tolak,” kata Khairil, Rabu (23/5) kemarin.

Datuk Khairil Usman(DEVI/METRO SAMARINDA)

Tak berhenti sampai di situ, Meiliana yang kini menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim kembali memanggil warga. Dalam mediasi itu, muncul kesepakatan antara warga dan pemerintah. Poinnya lahan tersebut bakal dijadikan Daerah Operasi Militer (DOM).

Baca Juga:  Imbas Demo Sopir Angkot, Tagar #SaveGojek Ramai di Medsos

Syaratnya, Pemprov Kaltim menjanjikan akan terlebih dulu bertemu dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. Ternyata janji tersebut hanya isapan jempol bekala.

“Karena sampai sekarang tidak ada beritanya. Lalu kami layangkan surat, meminta kalau bisa lahan itu digunakan untuk pembangunan hotel, kenapa warga di situ tidak dapat memiliki tanah itu?” ucapnya.

Khairil berujar, permintaan warga bukan tanpa alasan. Bila hotel dibangun, maka warga di sekitarnya akan tergusur. Sedikitnya terdapat empat RT, yaitu RT 14, RT 16, RT 17, dan RT 41 yang bakal terkena imbas pembangunan. Alasan lain, sebagai pemilik lahan, Direktur PT Inhutani pernah menyebut lahan seluas 15 hektare tersebut meliputi pemukiman warga, Islamic Center, dan lahan untuk Hotel Primebiz.

“Yang memiliki lahan itu PT Inhutani. Pada tahun 2002, waktu itu Gubernur Kaltim Pak Suwarna Abdul Fatah meminta tanah itu dihibahkan. Kemudian diserahkan oleh PT Inhutani. Tetapi hanya untuk Islamic Center. Sedangkan lokasi yang mau dipakai untuk bangun hotel itu masih digunakan untuk pabrik,” ungkapnya.

Baca Juga:  Serial Karang Mumus (17)Sekolah Menanam

Belakangan muncul surat dari PT Inhutani bahwa seluruh lahan telah dihibahkan pada pemerintah daerah. Namun bukan tanpa masalah, lahan yang telah dihibahkan tidak boleh dilelang.

“Terakhir kami komunikasi lagi dengan Direktur PT Inhutani. Bilangnya lahan itu sudah diserahkan pada Dewan Pelelangan Nasional (DPN). Kami tidak putus asa. Kami cek di sana. Betul atau tidak sudah diserahkan. Tetapi nyatanya data penyerahan itu tidak ada. Karena harus bersurat secara resmi,” terang Khairil.

Belakangan, dia bersama warga bersurat secara resmi dan mengecek ulang pada DPN. Hasilnya ternyata lahan tersebut belum dilelang. Demi menguatkan data, warga juga meminta bukti pelelangan dari Direktur PT Inhutani yang kala itu dijabat Didik. Namun Didik beralasan, surat pelelangan berstatus rahasia negara.

Baca Juga:  Undangan Pernikahan Ludes Terbakar

“Alasannya lahan itu dilelang pada pihak hotel. Kata mereka sudah ada pelelangan. Tetapi setelah kami cek, tidak ada pelelangan. Sampai kami minta pada Komisi Informasi Publik (KIP), tetapi belum ada datanya,” ucap dia.

Lalu dengan sederet silang sengkarut tersebut, Khairil mempertanyakan groundbreaking yang dilakukan Gubernur Kaltim. Pasalnya seluruh warga yang tinggal berdekatan dengan lokasi pembangun Hotel Primebiz belum menyetujuinya.

“Warga mana yang  menyetujui pembangunan hotel itu? Di sana ada empat RT. Semuanya belum setuju. Kenapa bisa keluar Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, Red.) dan IMB (Izin Mendirikan Bangunan, Red.)?” tanyanya.

Menurut Khairil, pembangunan hotel atau bangunan lainnya harus terlebih dulu mendapatkan persetujuan warga. Nyatanya pemprov belum pernah menerangkan warga mana saja yang mendukung pembangunan hotel berlabel syariah tersebut. “Tapi tidak ada itu bukti persetujuannya,” tutup Khairil. (*/um)

Tags: Islamic CenterMetro SamarindaPembangunan Hotel
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Terkait Kasus Sokhip, Gerindra Belum Bersikap 

Next Post

Hotel PrimeBiz Diklaim Dongkrak PAD dan Wisata Religius 

Related Posts

IMB Hotel Islamic Ditemukan Kejanggalan
Kaltim

IMB Hotel Islamic Ditemukan Kejanggalan

5 Januari 2019, 17:30
Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.