KONDISI perpolitikan Kaltim yang mulai memanas di tahun politik ini membuat Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak angkat suara. Dalam hal ini, orang nomor satu di Bumi Etam tersebut meminta semua pihak dapat menjaga kedamaian dan kondusifitas Kaltim.
Terkhusus pada aparat keamanan, Awang menekankan agar kepolisian dan TNI bekerja secara profesional mengamankan Kaltim. Profesionalitas dua alat negara tersebut dibutuhkan, mengingat banyaknya gesekan antargolongan menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018.
“Pilgub harus berjalan aman, tenteram, dan tidak ada perselisihan antar calon gubernur. Ini perlu dijaga pada tahun politik ini,” ujar Awang Faroek Ishak, Rabu (3/1) kemarin.
Menurut dia, calon gubernur (cagub) maupun calon wakil gubernur (cawagub) harus memiliki kedewasan dalam bersikap dan berpolitik. Pun begitu dengan pihak penyelenggara pilgub yang disebutnya harus senantiasa menjaga nentralitas.
“Penyelenggara harus netral. Jalankan undang-undang dengan baik. Tegakkan aturan jangan tebang pilih. Bagi siapa saja yang melakukan pelanggaran, berikan sanksi tegas,” ujarnya.
Lantas kepada masyarakat, dia mengimbau agar memilih cagub dan cawagub bukan berdasarkan suku, agama, ras, dan golongan. Melainkan harus berdasarkan kemampuan dan profesionalitas calon dalam membangun Kaltim. Oleh sebab itu, Awang meminta masyarakat agar berhati-hati menentukan pilihan.
“Pilgub tidak memilih berdasarkan suku, agama, dan golongan. Tetapi memilih figur yang siap melanjutkan pembangunan Kaltim,” pinta Awang Faroek. (*/um/luk)







