SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menunjukkan keseriusannya untuk menjadi calon gubernur (cagub) pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 mendatang. Kamis (20/4) kemarin sekira pukul 13.00 Wita, Jaang beserta rombongan pengurus Partai Demokrat dari berbagai daerah di Kaltim bertandang ke kantor DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Kaltim.
Kedatangan Jaang beserta rombongan ke Rumah PAN–sebutan secretariat DPW PAN–di Jalan Teuku Umar diterima para pengurus PAN Kaltim yang dipimpin ketuanya, Darlis Pattalongi, dan ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Kaltim Abdul Waris Husain, serta Tim Pilkada PAN yang diketuai Masrul. Dalam kunjungan ini, Jaang mengungkapkan maksudnya untuk bersilaturahmi sekaligus mengembalikan formulir pendaftaran bakal cagub PAN.
“Saya mengajak partai-partai politik termasuk PAN, untuk bersama-sama menentukan masa depan Kaltim. Kami sadari Partai Demokrat tidak bisa sendiri. Kalaupun bisa sendiri pun, kami tidak bisa membangun tanpa adanya kerja sama,” kata Jaang.
Bukan sekadar keinginan, dalam kesempatan itu Jaang juga membeberkan ringkasan visi dan misinya serta program kerja bila terpilih menjadi Gubernur Kaltim kelak. Penanganan berbagai persoalan krusial yang tengah dialami Kaltim menjadi salah satu programnya. Di antaranya penciptaan sumber daya alam terbarukan, pembangunan infrastruktur di daerah, banjir, pengangguran, hingga persoalan daerah perbatasan.
“Visi dan misi saya ini saya sertakan dalam berkas pendaftaran yang saya berikan ke PAN. Sehingga bisa dipahami saudara-saudara di PAN, bahwa Kaltim ini mau dibawa ke mana oleh Syaharie Jaang bila menjadi gubernur,” tambahnya.
Jaang menyebut, baik dirinya maupun Demokrat memiliki hubungan emosional dengan PAN. Bukan hanya daerah, kedua partai yang sama-sama berwarna dasar biru ini juga disebutnya kompak di tingkat pusat. Makanya besar harapan Jaang, PAN bisa menjadi salah satu partai yang mengusungnya dalam Pilgub Kaltim.
“Hari ini (kemarin, Red.) kami mendaftar di PKB dan PAN. Dari koalisi dengan dua partai ini saja, Demokrat sudah bisa mengusung calon dalam pilgub. Namun tidak menutup kemungkinan kami akan mendekati partai-partai lainnya yang membuka peluang kerja sama. Termasuk partai-partai baru,” jelas Jaang.
Sementara itu Darlis kagum atas program-program yang disampaikan Jaang bila menjadi gubernur. Terutama program yang bertujuan memunculkan sumber daya alam terbarukan demi kelangsungan ekonomi di Kaltim. Khususnya setelah dua tahun terakhir Kaltim dirudung defisit akibat terlalu bergantung pada sumber-sumber daya alam tak terbarukan.
“Kami mendengar komitmen Pak Jaang bagaimana menempatkan sumber daya alam yang terbarukan. Ini yang menggembirakan. Kami menunggu ada pemimpin yang punya komitmen untuk itu, bukan sekadar retorika,” kata Darlis.
Dia pun menegaskan hubungan antara PAN dengan Demokrat khususnya di Kaltim, yang telah terjalin erat. Misalnya saja, banyak keluarga, kerabat, dan relasi Jaang yang tergabung di PAN. Namun begitu untuk dukungan di Pilgub Kaltim mendatang, Darlis menyadari merupakan wewenang dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN.
“Tapi kami percaya bila ada komunikasi antara DPP PAN dan DPP Demokrat, mudah-mudahan apa yang terjadi di sini betul-betul terwujud menjadi barang jadi,” ungkapnya.
Keinginan Jaang untuk maju sebagai cagub rupanya mendapat dukungan dari ketua MPP PAN Abdul Waris Husain. Mantan Wali Kota Samarinda tersebut mengatakan, dalam sejarahnya belum pernah ada Wali Kota Samarinda yang berhasil menjadi Gubernur Kaltim. Memang pernah ada Wali Kota Samarinda yang mencalonkan diri dalam pilgub, namun belum ada yang berhasil menduduki kursi KT-1.
“Saya harapkan ada Wali Kota Samarinda yang jadi Gubernur Kaltim. Bila begitu saya akan sangat bangga sekali,” ujar Waris.
Jaang sendiri merupakan bakal calon ketiga yang secara resmi mendaftar lewat PAN. Sekaligus menjadi kepala daerah ketiga yang mendaftar melalui partai berlambang matahari terbit tersebut. Sebelumnya, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari dan Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar sudah lebih dulu mendaftar menjadi bacagub melalui PAN.
Masrul mengatakan, selain ketiga kandidat tersebut, ada tiga tokoh lain yang mengambil formulir pendaftaran di PAN. Yaitu Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan Awang Ferdian Hidayat, mantan Wali Kota Bontang Andi Sofyan Hasdam, dan Mantan Bupati Kutai Timur (Kutim) Isran Noor. Namun belum ada informasi kapan ketiganya akan mengembalikan formulir pendaftaran.
“Pengambilan dan penyerahan formulir pendaftaran dilakukan hingga 24 April mendatang. Setelah itu dilakukan tahap verifikasi berkas dari tanggal 25 April sampai 1 Mei. Di bulan Mei kami melakukan survei,” jelas Masrul.
Masrul menegaskan, PAN memiliki jumlah kursi yang sama di DPRD Kaltim yaitu 4 kursi. Sehingga masih harus berkoalisi dengan partai lain untuk bisa mengusung calon dalam pilgub. Karenanya PAN selalu terbuka untuk melakukan komunikasi-komunikasi terkait Pilgub Kaltim 2018 mendatang. (luk)







