BONTANGPOST.ID, Bontang – Fly Over atau jalan layang yang rencana dibangun di Jalan Piere Tandean, Bontang Kuala, dicoret dari program prioritas multi years alias tahun jamak.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengungkapkan proses perencanaan dan teknis pembangunannya masih belum siap. Pemkot tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan. Maka dari itu eksektutif dan DPRD Bontang sepakat untuk membatalkan proyek tersebut.
“Kami akan fokuskan pembangunan polder Bontang Kuala, saya harap dinas terkait bisa menyelesaikan titik mana saja dan lahannya harus segera dibebaskan,” ungkapnya, Jum’at (15/08/2025).
Folder ini direncanakan untuk menengani luapan banjir rob yang kerap melanda wilayah tersebut.
Pemerintah telah melakukan konsultasi ke Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) untuk merealisasikan pembangunan polder.
“Mungkin dengan single years dan sarannya dari Balai (BBPJN) itu. Harapannya anggaran dari BBPJN, tapi kalau tidak bisa, kami izin untuk melaksanakannya,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan Pemerintah Kota Bontang dan DPRD akhirnya menetapkan revitalisasi Danau Kanaan sebagai satu-satunya proyek tahun jamak (multi years) yang akan dimulai pada 2026.
Penetapan ini disepakati dalam Rapat Paripurna ke-14 Masa Sidang III DPRD Bontang Tahun 2025, dalam rangka penandatanganan nota kesepakatan antara Wali Kota dan DPRD Kota Bontang terhadap Rancangan KUA dan Rancangan PPAS APBD Kota Bontang Tahun Anggaran 2026, Jumat (15/08/2028).
Sekretaris DPRD Kota Bontang, Yessy Waspo Prasetyo, membacakan rincian anggaran yang akan digunakan untuk proyek revitalisasi Danau Kanaan senilai Rp267 miliar, yang akan dilaksanakan secara tahun jamak.
Rincian pengembangan dana perencanaan terbagi dalam tiga tahun, yakni Rp48 miliar pada 2026, Rp129 miliar pada 2027, dan Rp88 miliar pada 2028.
“Kesepakatan tersebut menetapkan sebanyak Rp274 miliar untuk pembangunan tahun jamak Danau Kanaan,” ujarnya saat membacakan. (Dwi Kurniawan Nugroho)






