• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Opini

Jangan Biarkan Bangsaku Krisis Arsip di Era Kemerdekaan

by BontangPost
30 Agustus 2017, 11:15
in Opini
Reading Time: 2 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Kebebasan berpendapat merupakan hak asasi setiap manusia. Inilah yang selalu didegungkan, sekaligus menjadi pembeda antara era penjajahan dengan era kemerdekaan.

Tak jarang kita menjumpai sikap kebebasan berpendapat yang berlebihan. Kebebasan berpendapat yang lebih mengarah pada perpecahan bangsa. Sebagai individu, tentu tidak ada yang salah dengan berpendapat karena setiap individu terlahir membawa haknya sebagai manusia yang merdeka. Namun, sebagai makhluk sosial, tentu setiap hak yang dimiliki oleh individu akan secara otomatis dibatasi oleh hak yang dimiliki oleh individu lainnya.

Bangsa Indonesia telah melewati berbagai masa manis dan pahit, baik sebelum maupun setelah era kemerdekaan  1945. Sumpah Pemuda 1928 dan Proklamasi 1945 merupakan salah satu peristiwa penting dan bersejarah bagi bangsa Indonesia. Untungnya, kedua peristiwa tersebut meninggalkan jejak rekam (arsip). Andaikan kedua peristiwa tersebut tidak meninggalkan arsip yang kemudian dikelola dan disimpan hingga saat ini, barangkali bangsa ini tidak akan sekokoh dan setangguh seperti saat ini.

Baca Juga:  “Zaman Now VS Zaman Batu”

Bayangkan jika peristiwa Sumpah Pemuda tidak di dukung oleh arsip yang memadai dan dikelola dengan baik dan benar hingga saat ini. Bangsa ini sangat mungkin tercerai berai, terlebih bangsa ini sangatlah majemuk, beraneka suku, budaya, agama, dan bahasa. Jika sudah demikian, mustahil kemerdekaan akan diraih pada saat itu.

Sementara itu, andaikan naskah teks proklamasi maupun pembacaan proklamasi tidak diarsipkan secara benar hingga hari ini, barangkali kemerdekaan Indonesia hanyalah sebatas dongeng para leluhur kita. Perjuangan memanglah penting untuk menggapai impian demi impian. Tapi perjuangan di masa lalu akan dipandang sebagai sekedar dongeng bila tidak terekam dalam sebuah karya manusia yang disebut arsip.

Baca Juga:  Ketika Allah Menyempurnakan Manusia

Begitu pula perjuangan dan apa yang kita kerjakan hari ini untuk bangsa ini, jika semua ini tidak terekam dalam arsip dan pengarsipan yang benar, bukan tidak mungkin kelak di masa yang akan datang anak cucu kita hanya akan menganggap perjuangan dan apa kita lakukan saat ini hanyalah dongeng menjelang tidur.

Di sinilah arsip memiliki peranan sebagai simpul pemersatu bangsa. Jangan jadikan bangsa ini krisis arsip karena selalu berorientasi pada pembangunan infrastruktur yang lebih terlihat wujud dan manfaatnya secara langsung. Jika sudah demikian, ibarat sebuah pohon, sama saja kita mengupayakan sedemikian rupa agar pohon tersebut rindang dan berbuah banyak. Namun, kita tidak pernah memperhatikan seberapa kuat akarnya.

Baca Juga:  Ganti Menteri, Ganti Kurikulum, Guru Ikut Bingung

Arsip adalah akar pembangunan dalam mengisi kemerdekaan bangsa ini. Tidak nampak perjuangannya, tertanam di dalam tanah, namun memiliki peranan yang sangat besar. Jika ingin menikmati hasil pembangunan ini dalam jangka panjang maka rawatlah arsipnya.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: catatan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pemkot Bontang Siap Berantas Narkoba

Next Post

Kaji Problem Hubungan Industrial, Dua Perda Akan Direvisi

Related Posts

Maafkanlah Gubernur
Opini

Maafkanlah Gubernur

13 April 2026, 18:21
Kotak Kosong, Pesta para Oligarki
Opini

Kotak Kosong, Pesta para Oligarki

21 Juli 2024, 13:20
Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar
Opini

Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar

21 Juli 2024, 12:19
Merokok Bikin Kekasih Cacat
Catatan

Merokok Bikin Kekasih Cacat

16 Desember 2023, 11:27
Kursi vs Nurani
Opini

Kursi vs Nurani

3 Juni 2023, 13:08
Milenial dan Optimisme di Tengah Pandemi
Opini

Milenial dan Optimisme di Tengah Pandemi

30 Agustus 2020, 09:16

Terpopuler

  • Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Bontang Gelar Mutasi Besok, Nama Pejabat Masih Dirahasiakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpol PP dan Dishub Kembali Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Trotoar Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.