BONTANGPOST.ID, Bontang – Polres Bontang belum menerima laporan resmi terkait sejumlah siswa dan guru yang mengalami mual hingga muntah setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah.
Kasat Reskrim Polres Bontang AKP Putu Ari Sanjaya mengatakan, hingga Rabu (19/8/2026), belum ada laporan yang diterima kepolisian dari pihak sekolah, orang tua murid maupun pemerintah daerah terkait kejadian tersebut.
“Kami belum menerima laporan, Bang,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (19/8/2026).
View this post on Instagram
Meski belum menerima laporan resmi, kepolisian tetap dapat melakukan penelusuran apabila terdapat dugaan perbuatan yang mengandung unsur pidana.
Putu mengatakan, kepolisian memiliki mekanisme tersendiri dalam menentukan langkah penyelidikan terhadap suatu peristiwa. “Tidak perlu menunggu laporan, kami memiliki cara, langkah dan tata cara tersendiri untuk melakukan penyelidikan,” tegasnya.
Sebelumnya, sejumlah siswa dan guru di beberapa sekolah penerima manfaat MBG di Bontang dilaporkan mengalami mual hingga muntah setelah menyantap makanan yang dibagikan. Sebagian di antaranya bahkan sempat mendapatkan penanganan medis hingga menjalani rawat inap.
Dinas Kesehatan Kota Bontang juga telah melakukan investigasi terhadap sejumlah kejadian tersebut. Dalam salah satu pemeriksaan, Dinkes menemukan bakteri patogen pada sampel ayam suwir kemangi yang berasal dari SPPG Bontang Selatan 5.
Temuan tersebut menjadi bagian dari evaluasi untuk menelusuri titik kontaminasi serta kemungkinan kaitannya dengan keluhan kesehatan yang dialami penerima manfaat MBG.
Hingga kini, kepolisian belum menyimpulkan adanya tindak pidana dalam rangkaian kejadian tersebut. Namun, apabila hasil penelusuran menemukan adanya perbuatan yang memenuhi unsur pidana, proses hukum dapat dilakukan. “Akan kami tindak lanjuti, Bang,” pungkasnya. (*)







