• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Keluarga Korban Ungkap Sejumlah Kejanggalan dalam Kasus Kematian Napi di Lapas Bontang

by Redaksi Bontang Post
14 Maret 2025, 11:00
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Keluarga almarhum Daus, warga binaan Lapas Bontang, didampingi kuasa hukumnya saat membeberkan kronologi serta berbagai kejanggalan terkait kematian Daus. (JUFRIADI/KP)

Keluarga almarhum Daus, warga binaan Lapas Bontang, didampingi kuasa hukumnya saat membeberkan kronologi serta berbagai kejanggalan terkait kematian Daus. (JUFRIADI/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Sangatta – Kematian seorang warga binaan Lapas Kelas IlA Bontang yang bernama Firdaus, meninggalkan sejumlah kejanggalan yang diungkap oleh pihak keluarga. Dugaan kuat adanya kekerasan sebelum kematiannya muncul setelah ditemukan luka-luka pada tubuh almarhum.

Kuasa hukum keluarga almarhum, Bahtiar, mengungkapkan bahwa keluarga baru menerima kabar duka pada Senin (10/3/2025) sekitar pukul 10.00. Padahal, almarhum telah dilarikan ke RSUD Taman Husada Bontang pada pukul 02.00 dini hari dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 06.35.

Pihak keluarga menyayangkan keterlambatan informasi dari pihak Lapas, yang tidak segera memberitahu saat almarhum dibawa ke rumah sakit. Lebih ironisnya, orangtua almarhum justru mengetahui kabar kematian tersebut bukan dari pihak Lapas, melainkan dari adik ipar ayah korban.

“Kenyataannya sama sekali tidak ada pemberitahuan atau dicari tahu keluarganya apa semua,” kata Bahtiar.

Setibanya di rumah sakit, keluarga menemukan tubuh almarhum dalam kondisi sudah siap untuk dibawa pulang tanpa penjelasan memadai mengenai penyebab kematiannya.

Baca Juga:  RSUD Sebut Napi Meninggal di Lapas Bontang karena Infeksi Paru dan Gangguan Metabolik di Hati

Saat kain yang menutupi jenazah dibuka, keluarga menemukan luka memar di beberapa bagian tubuh, luka terbuka di punggung yang masih mengeluarkan darah segar, serta benjolan di kepala. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa kematian almarhum bukan sekadar akibat penyakit seperti yang disampaikan.

Kejanggalan lain yang muncul adalah pernyataan dari pihak Lapas yang menyebut bahwa almarhum memiliki riwayat penyakit asma dan TBC. Namun, hal ini bertolak belakang dengan fakta yang diketahui oleh pihak keluarga.

Selama dalam masa tahanan, almarhum tidak pernah mengeluhkan adanya penyakit serius saat berkomunikasi dengan keluarga. Setiap kali berinteraksi, baik melalui telepon maupun dalam kunjungan, almarhum selalu terlihat dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan tanda-tanda menderita penyakit yang disebutkan oleh pihak Lapas.

Lebih lanjut, Bahtiar menyoroti dugaan adanya perlakuan tidak wajar yang dialami almarhum sebelum meninggal dunia. Beredar informasi bahwa almarhum sempat mendapat hukuman dan dimasukkan ke dalam “Kandang Macan,” sebuah istilah yang merujuk pada bentuk hukuman khusus di dalam Lapas. Hukuman tersebut diduga berkaitan dengan penggunaan ponsel di dalam penjara.

Baca Juga:  Tanggapan Kapolres terkait Autopsi Napi Lapas Bontang yang Meninggal Diduga karena Disiksa

Namun, sebelum meninggal, almarhum sempat mengirim pesan kepada keluarganya yang mengungkap fakta mengejutkan. Dalam chat tersebut, ia menyebut bahwa penggunaan ponsel di dalam Lapas sebenarnya diperbolehkan, asalkan membayar sejumlah uang, yakni sebesar Rp8 juta. Informasi ini semakin memperkuat dugaan adanya praktik tidak transparan di dalam Lapas serta kemungkinan penyalahgunaan wewenang yang berujung pada perlakuan tidak manusiawi terhadap almarhum.

“Informasi yang kami dapat saudara Firdaus ini dia bebas pakai HP di situ. Bahkan ada bukti chat, bagi siapa saja napi bebas pakai situ, tapi ada biaya per bulannya itu Rp8 juta,” ungkapnya.

Selain itu, ayah almarhum Juliansyah, mengungkapkan bahwa dirinya sempat didatangi oleh seseorang yang mengaku sebagai Kepala Keamanan Lapas, bernama Angga. Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh kuasa hukum keluarga, pihak Lapas tersebut mengakui adanya kelalaian dalam mengawasi bawahannya.

Baca Juga:  Sebelum Meninggal, Napi Lapas Bontang Diduga Alami Kekerasan di “Kandang Macan”

Lebih dari itu, perwakilan Lapas bahkan menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban. Pengakuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa telah terjadi kesalahan prosedur atau bahkan tindakan kekerasan di dalam Lapas, yang berujung pada kematian almarhum.

“Pak Angga sendiri mengakui kalau dia lalai dalam mengawasi bawahannya. Dia juga sempat meminta maaf kepada kami atas kejadian ini,” ujar Juliansyah.

Pihak keluarga almarhum telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian dan meminta agar penyelidikan dilakukan secara transparan. Mereka juga berencana mengajukan permohonan kepada Komnas HAM dan LPSK untuk mengawal kasus ini.

“Harapan kami, semoga polisi, khususnya Polres Bontang, bisa bertindak adil tanpa tebang pilih. Jangan pandang bulu, siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai hukum, karena yang kami cari di sini adalah keadilan,” tegas Bahtiar.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian Firdaus dan memastikan ada atau tidaknya unsur kekerasan dalam kasus ini. (*)

Tags: Lapas Klas II A Bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Angin Segar untuk Guru ASN, Tunjangan Kini Langsung Masuk Rekening, Tak Lagi Lewat Pemerintah Daerah

Next Post

Warga Keluhkan Maraknya Peminta Sumbangan saat Ramadan, Marah Bila Tidak Diberi

Related Posts

Terus Bergulir, Berkas Kasus Investasi Apderis Masih Diteliti Kejaksaan
Bontang

Penyelidikan Napi Lapas Bontang Meninggal Diduga karena Disiksa, Polres Periksa CCTv

22 Maret 2025, 11:30
Sebelum Meninggal, Napi Lapas Bontang Diduga Alami Kekerasan di “Kandang Macan”
Bontang

Tanggapan Kapolres terkait Autopsi Napi Lapas Bontang yang Meninggal Diduga karena Disiksa

19 Maret 2025, 15:27
Saling Lapor Nelayan dan PT Pertamina Hulu Sanga Sanga, Polres Bontang; Semua Ditindaklanjuti
Bontang

Polisi Dalami Kasus Kematian Narapidana Lapas Bontang, 10 Saksi Dimintai Keterangan

13 Maret 2025, 18:23
RSUD Sebut Napi Meninggal di Lapas Bontang karena Infeksi Paru dan Gangguan Metabolik di Hati
Bontang

RSUD Sebut Napi Meninggal di Lapas Bontang karena Infeksi Paru dan Gangguan Metabolik di Hati

13 Maret 2025, 09:00
Sebelum Meninggal, Napi Lapas Bontang Diduga Alami Kekerasan di “Kandang Macan”
Kriminal

Sebelum Meninggal, Napi Lapas Bontang Diduga Alami Kekerasan di “Kandang Macan”

12 Maret 2025, 11:05
Pengakuan Keluarga Narapidana Lapas Bontang yang Meninggal dengan Badan Memar dan Luka
Bontang

Pengakuan Keluarga Narapidana Lapas Bontang yang Meninggal dengan Badan Memar dan Luka

11 Maret 2025, 15:33

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.