BONTANGPOST.ID, Bontang – Indikasi Daus, narapidana Lapas Kelas IIA Bontang, mengalami penganiayaan sebelum meninggal semakin kuat. Dua orang Lapas Bontang yang mengetahui peristiwa ini menyebut bahwa Daus dimasukkan di sel isolasi karena kedapatan menguasai narkoba.
Sel isolasi itu oleh penghuni lapas dikenal dengan sebutan kandang macan. Daus menghuni sel itu sejak 21 Februari 2025, bersama rekannya. Di sana, dia kerap mendapat kekerasan.
Kalapas Bontang Suranto tak menampik adanya kekerasan yang dialami Daus. Pihaknya juga telah mengivestigasi masalah ini secara internal, ia menjamin akan memastikan oknum petugas yang terlibat akan mendapat sanksi.
“Kami terbuka. Kalau ada petugas terbukti kontak fisik silahkan diproses. Saya sudah peringatkan tidak boleh ada unsur fisik dalam melakukan pembinaan,” ucapnya.
Klaim Suranto, Daus meninggal karena TBC, gangguan hati, dan ginjal. Dia sempat mendapatkan perawatan di klinik lapas dan RSUD Taman Husada sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir.
Sementara terkait Daus yang memasukkan sabu-sabu, kalapas menyebut masih sebatas dugaan. Suranto menyebut bahwa Daus dimasukkan ke sel isolasi karena menyelundupkan ponsel. (*)







