BONTANG – Pasca perjuangan masyarakat Bontang yang mengharapkan kenaikan tarif air PDAM ditunda akhirnya menemui titik terang. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni sepakat jika kenaikan tarif air PDAM Tirta Taman ditunda hingga Idulfitri. Kenaikan pun akan dilakukan secara berkala.
Hal tersebut terungkap saat perwakilan dari Aliansi Masyarakat Bontang Menggugat (AMBM) mengadakan pertemuan yang dihadiri langsung Wali Kota Bontang, Ketua DPRD Bontang Nursalam, dan Ketua Komisi II DPRD Bontang Ubaya Bengawan, Kamis (11/5) kemarin.
Koordinator Negosiasi AMBM Eko Satrya mengatakan, memang hasil diskusi lanjutan tersebut belum berupa hasil resmi dan sifatnya masih berupa konsultasi atau menyamakan persepsi. Namun demikian, disebutkan bahwa pada prinsipnya Neni menyepakati jika kenaikan tarif air PDAM ditunda. Mengingat dari perhitungan aspek teknis yang dinilai momennya kurang tepat. Karena bersamaan dengan puasa dan Lebaran. “Ini ditunda sampai Lebaran, dan kemungkinan kenaikannya akan dilakukan secara bertahap, mulai dari 20 persen hingga mencapai angka 50 persen,” jelas Eko, Kamis (11/5) kemarin.
Pihaknya, yang mewakili suara masyarakat Bontang mengharapkan kenaikan disesuaikan dengan kondisi ekonomi masyarakat. Eko juga menyatakan jika kenaikan harus didasari atas kinerja serta performance PDAM Tirta Taman Bontang. Baik dari segi financial maupun kualitas airnya. “Untuk waktu kenaikan tarif air yang baru bisa ditetapkan, nantinya Komisi II dengan PDAM akan melakukan rapat kerja terlebih dahulu,” ujarnya.
Sementara itu Ketua DPRD Bontang Nursalam menyampaikan, pihaknya memang menghadiri pertemuan tersebut. Namun, dalam hal ini dewan hanya memfasilitasi agar kondisi Bontang tetap kondusif. “Mereka meminta ruang untuk dialog, maka kami fasilitasi,” ujarnya.
Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Bontang Ubaya Bengawan mengatakan kenaikan tarif air PDAM bukan dicabut. Tetapi karena beberapa hal, maka kenaikannya ditunda hingga Lebaran. “Kenaikan juga dilakukan secara bertahap sampai masyarakat Bontang khususnya umat Islam berlebaran,” pungkasnya. (mga)







