BONTANGPOST.ID, Sangatta – Kepala SMK Negeri 2 Sangatta Utara, Puji Astuti Rahayu Effendi mengungkapkan kekhawatirannya terhadap keterlambatan pembangunan kolam renang sekolah yang kini progresnya baru mencapai 60–70 persen.
Proyek senilai Rp 9 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Kalimantan Timur itu dinilai krusial karena menunjang kurikulum pelajaran berenang yang wajib diikuti siswa.
“Anak-anak kalau pelajaran berenang terpaksa kami bawa ke luar sekolah. Ya gimana lagi, mau berenang di mana? Selama ini kami memakai kolam renang di Swarga Bara dan Hotel Victoria,” ujar Puji, Jumat (9/5).
Pekerjaan proyek sempat terhenti akibat konflik antara kontraktor pelaksana, CV Kalembo Ade Mautama, dan penyedia material, Toko Berlian Jaya Abadi.
Meski kini pengerjaan dilanjutkan, Puji mengaku pesimistis kolam bisa segera difungsikan.
“Saya sempat dengar, katanya 25 Mei ini harus selesai. Tapi saya tidak yakin. Memang sudah mulai dipasang keramik, tapi belum selesai dan belum bisa dipakai,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Bidang SMK Disdikbud Kaltim, Surasa, menyebut pihaknya menargetkan penyelesaian proyek pada Mei 2025 dan terus memantau perkembangannya meskipun sempat terhenti karena konflik internal tersebut.
“Kami tetap meminta agar pengerjaannya tetap dilaksanakan, itu secara berkala tetap kami lakukan evaluasi progresnya dan secara positif memang ada progres yang signifikan,” ujarnya.
Puji berharap proyek bisa segera rampung agar kegiatan belajar siswa tak terus terganggu.
“Saya sedih sih ya, tapi ya gimana lagi kita ibaratkan ibaratnya hanya menerima,, kita orang kecil hanya menerima pemberian. Yang memberi sedang ada bermasalah di situ,” tutupnya. (*)







