• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Kinerja Tambang Melemah, Investasi di Kaltim Terancam Turun

by Redaksi Bontang Post
24 Juni 2020, 11:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Lapangan usaha pertambangan berpotensi mengganggu realisasi investasi Bumi Etam. Sebab bisnis yang berkontribusi 44,18 persen terhadap perekonomian Kaltim ini mengalami penurunan kinerja pada triwulan I. (prokal)

Lapangan usaha pertambangan berpotensi mengganggu realisasi investasi Bumi Etam. Sebab bisnis yang berkontribusi 44,18 persen terhadap perekonomian Kaltim ini mengalami penurunan kinerja pada triwulan I. (prokal)

Share on FacebookShare on Twitter

Realisasi investasi Kaltim pada triwulan dua terancam menurun seiring melemahnya kinerja bisnis pertambangan. Selain terganggu penyebaran virus corona, bisnis utama di Bumi Etam ini terganggu UU Minerba.

bontangpost.id – Lapangan usaha pertambangan berpotensi mengganggu realisasi investasi Bumi Etam. Sebab bisnis yang berkontribusi 44,18 persen terhadap perekonomian Kaltim ini mengalami penurunan kinerja pada triwulan I. Volume ekspor batu bara Kaltim triwulan I 2020 terkontraksi sebesar 2,65 persen (year on year/yoy).

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim Abdullah Sani mengatakan, pertambangan masih mendominasi penanaman modal asing (PMA) di Kaltim. Pada triwulan pertama tahun ini, subsektor pertambangan mendapatkan tambahan investasi terbesar, yaitu USD 38,73 juta (Rp 557,74 miliar) atau sebesar 59,65 persen dari keseluruhan realisasi PMA.

“Penurunan kinerjanya akan berdampak cukup besar untuk Kaltim. Apalagi penurunan kinerja pertambangan di Kaltim tak hanya akibat Covid-19,” jelasnya, (22/6/2020).

Baca Juga:  Tawaran Jepang ke Kaltim Terhambat Regulasi

Sani memaparkan, penurunan kinerja sejumlah sektor utama di Kaltim seperti batu bara terjadi bukan hanya karena pandemi Covid-19. Namun juga akibat diterbitkannya UU Nomor 3 tahun 2020 tentang Mineral dan Batu Bara (UU Minerba). Hal ini, lantaran adanya perubahan sejumlah aturan yang mengharuskan pengurusan perizinan kembali ke pusat.

“Banyak perizinan yang kembali ditarik ke pusat, Kaltim tidak bisa lagi menerbitkan izin usaha pertambangan. Tak hanya pertambangan, ada juga beberapa aturan yang ke pusat,” katanya.

Menurutnya, kondisi ini turut mengganggu kinerja pertambangan karena mempersulit jalur izin yang selama ini sudah berlangsung. Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pertemuan dengan Dirjen Minerba. Untuk membahas bagaimana dengan izin yang sebelum berlaku UU 3 2020, sudah cukup lama ajukan perizinan.

Baca Juga:  Bukan Pemblokiran, Tapi Penundaan

“Apakah harus urus ke pusat? apa tetap di daerah. Ini harus ditindaklanjuti, banyak izin yang terhambat. Ini yang membuat sektor pertambangan menurun. Kalau kembali ke pusat, maka akan semakin lama menunggunya. Realisasi investasi juga akan turun,” terangnya.

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kaltim mencatat kinerja batu bara mengalami penurunan seiring terbatasnya permintaan di tengah harga yang masih mengalami kontraksi. Volume ekspor batu bara Kaltim triwulan I 2020 tercatat mengalami kontraksi sebesar 2,65 persen (yoy) setelah pada triwulan sebelumnya hanya tumbuh tipis sebesar 1,37 persen.

Kepala KPw-BI Kaltim Tutuk SH Cahyono mengatakan, kontraksi kinerja pertambangan terutama bersumber dari pengiriman ekspor ke India dan Korea Selatan yang lebih dalam, dibandingkan triwulan sebelumnya.

Penurunan pengiriman ke India disebabkan oleh beberapa hal. Seperti peningkatan produksi batu bara domestik India serta penurunan kapasitas salah satu sumber pembangkit listrik utama India, serta perpanjangan lockdown di India yang menyebabkan lalu lintas perdagangan antarnegara menjadi terbatas.

Baca Juga:  Nasib Porprov Kaltim 2018 Menggantung

“Selain karena penurunan permintaan, harga batu bara internasional tercatat masih mengalami kontraksi sebesar 19,81 persen (yoy) atau berada pada level sebesar USD 72,36 per metrik ton,” jelasnya.

Hal ini makin diperparah dengan pasokan batu bara yang melimpah seiring melemahnya permintaan pada awal tahun dan realisasi penyerapan yang terhambat seiring dengan merebaknya pandemi Covid-19. Sehingga lapangan usaha pertambangan dan penggalian Kaltim triwulan I 2020 mengalami kontraksi, setelah beberapa triwulan sebelumnya mencatatkan pertumbuhan yang cukup tinggi.

“Tak hanya triwulan pertama, pada triwulan kedua kinerja pertambangan belum terlalu baik,” pungkasnya. (ctr/ndu/k15/kpg)

Print Friendly, PDF & Email
Source: Prokal
Tags: investasikaltimtambang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Respons Cepat UPZ Pupuk Kaltim, Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran Kampung Jawa

Next Post

MA Putus Bebas Eks Dirut PLN Sofyan Basir, KPK Tidak Ajukan PK

Related Posts

Rugikan Negara Setengah Triliun, Ini Sosok Direktur Tambang yang Tega Hancurkan Ratusan Rumah Warga di Kaltim
Kaltim

Rugikan Negara Setengah Triliun, Ini Sosok Direktur Tambang yang Tega Hancurkan Ratusan Rumah Warga di Kaltim

24 Februari 2026, 14:00
Kejaksaan Tinggi Kaltim Tahan Direktur Tiga Perusahaan dalam Kasus Dugaan Korupsi Tambang di Kukar
Kaltim

Kejaksaan Tinggi Kaltim Tahan Direktur Tiga Perusahaan dalam Kasus Dugaan Korupsi Tambang di Kukar

24 Februari 2026, 10:10
Wabup Kutim Sentil 38 Perusahaan Tambang, Realisasi PPM Disorot
Kaltim

Wabup Kutim Sentil 38 Perusahaan Tambang, Realisasi PPM Disorot

23 Februari 2026, 18:33
Kemnaker Rilis Biaya Hidup Layak di 38 Provinsi, Kaltim Rp5,7 Juta
Kaltim

Kemnaker Rilis Biaya Hidup Layak di 38 Provinsi, Kaltim Rp5,7 Juta

24 Desember 2025, 12:08
JATAM Ungkap Jaringan Bisnis Tambang yang Dikaitkan dengan Gubernur Sherly
Nasional

JATAM Ungkap Jaringan Bisnis Tambang yang Dikaitkan dengan Gubernur Sherly

19 November 2025, 14:53
Kaltim Masuk 10 Besar Provinsi Paling Korup, Nilai Suap Capai Rp16,36 Miliar
Kaltim

Kaltim Masuk 10 Besar Provinsi Paling Korup, Nilai Suap Capai Rp16,36 Miliar

11 Oktober 2025, 08:00

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dana 10 Persen Nelayan Muara Badak Dipersoalkan, Polisi Lakukan Pemantauan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpol PP dan Dishub Kembali Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Trotoar Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Awang Long Masih Tergenang, Dinas PUPRK Bontang Akui Drainase Belum Optimal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.