• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Kisah Inspirasi Warga Bontang: Ummy Evania/Muhammad Afifush Sidiq (282); Sugar Rush Lahir dari Biaya Urus SIM A

by BontangPost
13 Juni 2017, 12:50
in Feature
Reading Time: 4 mins read
0
ENERGIK DAN KRATIF: Kakak beradik Muhammad Afifus Shidiq dan Ummy Evania perintis usaha Sugar Rush.(Foto: Ahmad Nugraha/bontang post)

ENERGIK DAN KRATIF: Kakak beradik Muhammad Afifus Shidiq dan Ummy Evania perintis usaha Sugar Rush.(Foto: Ahmad Nugraha/bontang post)

Share on FacebookShare on Twitter

 

Ada kalanya mulut ingin sekali mengunyah makanan manis dengan cita rasa yang khas. Bukan cuma itu, suasana saat melumat makanan pun menjadi pertimbangan berikutnya. Sebab, tentu tak enak jika menyantap makanan lezat tapi tempatnya tidak nyaman. Intinya, butuh kelezatan plus kenyamanan.

Ahmad Nugraha, Bontang

Di Jalan Pattimura, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, tak jauh dari Gedung Nahdatul Ulama (NU) Bontang, terdapat sebuah pastry cake yang sudah tak asing di telinga warga Bontang dan sekitarnya. Ya, Sugar Rush, sebuah cafe yang mengusung konsep modern cake bisa jadi tujuan wisata kuliner cake.

Lahir di penghujung tahun 2014, Sugar Rush perlahan namun pasti telah memikat hati warga Bontang. Betapa tidak, varian rasa yang ditawarkan sangat beragam. Belum lagi suasana di dalam kafe yang dikemas dengan konsep modern dengan warna-warna cerah, dihiasi pernak-perniknya yang pas untuk berselfie ria.

Tak banyak yang tahu jika Sugar Rush, dirintis oleh kakak beradik; Ummy Evania (25)  dan Muhammad Afifus Shidiq (21).

Muda, enerjik dan  kreatif. Itulah yang tergambarkan dari dua saudara pengusaha muda Bontang sukses ini. Saat ditemui Bontang Post, mereka tak segan menceritakan kisah awal mula merintis usaha yang telah berjalan selama 3 tahun tersebut.

Usai menamatkan bangku kuliahnya medio Mei 2014 silam di Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Ummy  Evania yang akrab disapa Eva, kembali ke Kota Taman. Berbekal ijazah S1, sembari wara-wiri mencari pekerjaan dan mengisi waktu yang kosong, Eva mencoba memulai usaha rumahan.

“Pas awal kembali ke Bontang, saya perhatikan usaha apa nih kira-kira yang pas di Bontang dan belum ada yang geluti. Akhirnya saya memberanikan diri buka usah kecil-kecilan, waktu itu jar cake, buatnya masih di rumah,” kenangnya.

Baca Juga:  Kisah Inspiratif Warga Bontang: Ilham Roby Perdana (310); Miliki Tekad Kuat Belajar Teknisi, Bisa Rintis Usaha Pribadi Sendiri

Uniknya, modal awal untuk memulai usaha, Eva menggunakan uang untuk biaya mengurus SIM A yang diberikan ayahnya sebesar Rp 300 ribu. Uang itu kemudian ia pakai sebagai modal untuk membeli bahan serta peralatan untuk membuat kue tart.

“Modal nekat saja ini. Makanya sampai sekarang saya enggak punya SIM A,” ucapnya seraya tertawa mengingat masa-masa ia merintis kala itu.

Bahkan Eva mengaku, ia tak memiliki bakat ataupun pernah mengikuti kursus, semuanya ia peroleh secara otodidak.

“Kebetulan setiap Lebaran di rumah sering bikin kue, nah dari situ mulai tertariknya. Bisa dibilang saya belajar memanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada, nonton youtube untuk menambah pengetahuan dan referensi,” ungkapnya.

Lambat laun, kue tart dan jar cake hasil kreasinya mulai diminati. Ia pun  mantap ingin mengembangkan bisnis cake modern, ketika melihat segmentasi usaha di bidang ini belum banyak yang menggelutinya.

Dari rumah, Eva yang dibantu adiknya Afif kemudian mencoba memasarkan produknya di warung bakso milik kakaknya. Di samping itu, ia juga  memasarkan produknya hingga ke Kota Samarinda menggunakan jasa reseller.

“Istilahnya numpak produk di warung kakak, lumayan enggak butuh modal yang begitu besar kalau sewa tempat. Selain itu kami juga getol promosikan melalui instagram, istilahnya media sosial sangat bermanfaat jika kita pergunakan secara positif. Dibanding kita cuman pakai buat scrool doang,” terang Afif menambahkan.

Kesempatan Eva dan Afif mulai terbuka lebar untuk mengembangkan bisnis kuliner cake, kala warung bakso milik kakaknya tutup. Keduanya mulai memberanikan diri membuka pastry cake yang khusus menjual produk kue tart, jar cake serta berbagai macam produk cake modern. Saat itu, nama sugar rush belum dipergunakan.

Baca Juga:  Totalitas Dalam Berolahraga, Jadi Pelatih Hoki Putri Kaltim

“Namanya masih pake nama kakak, seingat saya namanya Evania Cakes,” ujar Afif.

Merasa bisnis yang mereka rintis prospektif, usai lulus dari bangku SMA, Afif tak lantas melanjutkan kuliah seperti teman-teman sebayanya. Ia lebih tertarik melanjutkan pendidikannya di bidang kuliner. Melihat keinginan adiknya begitu kuat untuk terjun ke dunia kuliner, Eva kemudian mendaftarkan Afif di International Education – IONS Cullinary Academy.

Selama setahun Afif menimba ilmu di kota pelajar, di sana ia ditempa bagaimana menjadi juru masak yang andal, serta bagaimana mamanage hasil produk, dan ilmu seputar dunia kuliner. Usai mengantongi sertifikasi, ia bahkan sempat mendapat tawaran bekerja di salah satu restoran tempat ia magang.

Namun lantaran tekat untuk mengembangkan usaha kuliner cake  bersama kakaknya begitu kuat, ia menolak tawaran tersebut dan kembali ke Bontang. Ilmu yang ia peroleh selama di Jogja lantas ia pergunakan untuk mengembangkan pastry cake yang kini bernama Sugar Rush.

Dijelaskan Eva, nama Sugar Rush sendiri ia pilih lantaran nama tersebut sangat melekat dengan usaha yang mereka dirikan. “Enggak ada makna filosofis dari nama itu, cuman identik sama usaha kami yang melekat dengan yang manis-manis,” tuturnya.

Inovasi tiada henti, tak hanya mempersolek suasana dalam kafe, namun mereka juga mulai menjual makanan berat, mulai dari burger, pasta hingga menu lain yang bisa memanjakan lidah pengunjung.

“Kami sengaja buat konsep seperti ini, jadi semisal orang mau cari makanan ringan bergaya western dan modern di Bontang, yang ada di benak orang yang di Sugar Rush,” terang Afif.

Selama merintis usaha, keduanya sempat mengalami kejadian yang tak dapat mereka lupakan. Medio 2015 lalu, Sugar Rush sempat mengalami insiden yang membuat mereka down, akibat tabrakan yang dilakukan oleh seorang pengendara mobil. Akibatnya bagian depan gerai mengalami kerusakan yang parah.

Baca Juga:  BAHASA SEBAGAI IDENTITAS BANGSA

“Di situ kaget betul. Pas kami datang eh tahu-tahu sudah ada polisi dan warga yang berkumpul depan kafe. Sempat kepikiran usaha ini mau dilanjut apa enggak. Setelah kami diskusi dengan orang tua, ya udah kami sepakat untuk melanjutkan, dengan konsekuensi Sugar Rush tutup selama seminggu sampai selesai direnovasi. Agak berat juga. Ditutup itu kan lagi ramai-ramainya waktu itu,” kenang Eva.

Masalah itu pun menjadikan pengalaman yang membuat mereka semakin kuat untuk mengembangkan bisnis tersebut. Tahun  berganti tahun, Sugar Rush yang dulunya hanya memiliki satu orang karyawan kini telah mempekerjakan karyawan sebanyak 21 orang. Hebatnya, mereka merekrut tenaga-tenaga kerja lokal yang fresh graduate.

“Kita berdayakan orang Bontang mas. Lagian kualitas orang Bontang bagus-bagus, semuanya kami terima tanpa basic, asal mereka mau belajar dan tekun pasti bisa,” ujar Afif.

Disinggung soal omzet per bulan, keduanya tak ingin buka-bukaan. Di akhir wawancara, keduanya berpesan kepada seluruh pemuda Bontang. Baik yang belum membuka usaha maupun akan memulai usaha agar termotivasi dengan kisah inspiratif mereka berdua.

Bahwa mulailah membuka usaha, jangan takut mencoba dan belajar, dan  jangan takut bersaing. (**)

BIODATA

Nama Lengkap : Ummy Evania/Muhammad Afifush Sidiq

Panggilan Eva  : Eva/Afif

TTL                  : Bontang 23 September 1991/Bontang 28 Februari 1996

Hobi             : Travelling/ Sepakbola

Pendidikan Terakhir : S1 Fakultas Teknik Industri UGM Yogyakarta 2014/Ions Cullinaru Academy (D1) 2015

Nama Orang Tua : Supriadi dan Mutmainah

Tags: kisah inspiratifwarga bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sampaikan Pemandangan Umum, Lima Fraksi DPRD Minta Gali PAD hingga Apresiasi WTP

Next Post

HEBAT!!! Tiga Sekolah di Bontang Raih Adiwiyata Tingkat Kaltim, Hari Ini Penghargaan Diserahkan Gubernur 

Related Posts

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan
Bontang

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan

31 Maret 2026, 08:00
Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang
Bontang

6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang

31 Januari 2023, 16:08
Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah
Ragam

Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

18 Desember 2020, 09:19
Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis
Feature

Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis

11 Januari 2019, 15:40
Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup
Feature

Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup

4 Desember 2018, 17:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.