Dipercaya aktif memimpin setiap petandingan sepak bola dari tingkat daerah hingga provinsi, Fajrin pun memiliki program ingin meningkatkan kualitas perwasitannya dengan mengambil lisensi C1 nasional di karier profesinya.
Veri Sakal, Bontang
Siapa yang tidak mengenal sosok Fajrin di dalam persepak bolaan Bontang. Sejatinya dia merupakan pria asli kelahiran Bontang yang aktif dalam profesi perwasitan di Kota Taman. Dia adalah salah satu wasit bertaraf provinsi karena berbekal lisensi C2 dari lima wasit yang dimiliki Bontang saat ini.
Namun bukan hanya di lapangan besar, dalam menjalankan profesi tersebut, Fajrin pun aktif dalam perwasitan di even-even futsal yang diselenggarakan di Bontang.
“Melihat masih kurangnya wasit di tahun 2010 lalu, saya pun mencoba masuk dalam profesi tersebut, akhrinya sampai saat ini,” ungkapnya, Jumat (12/5) kemarin.
Awal keinginan Fajrin menjadi wasit sebenarnya didasari oleh dorongan seorang yang dianggap sebagai panutannnya. Dia adalah Yudi, yang merupakan Ketua Komisi wasit di Asosiasi Kota Persatuan Sepakbola Indonesia (Askot PSSI) Bontang kala itu.
Melalui dorongan dan motivasi Yudi, akhirnya Fajrin pun tertarik dan mengawali karier menjadi wasit pertama kali sebagai Asisten Wasit (AW) atau hakim garis di turnamen sepak bola bergengsi di Bontang, yakni Wali Kota Cup. Fajrin menjadi wasit karena melihat minimnya warga Bontang yang ingin menjadi wasit kala itu.
“Di tahun itu (2010, Red) saya berhasil lolos menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil, Red.) dan menjadi guru olahraga di SD 003 Bontang Selatan sampai sekarang,” kenangnya.
Berlatar belakang menyukai olahraga sepak bola, kala itu dirinya juga merupakan pesepak bola yang pernah meraih medali emas di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) yang digelar di Bontang. Termasuk berbagai turnamen di kota ini.
Ini menjadi bekalnya dapat menjalankan profesi wasit. Dikarenakan untuk menjadi wasit, hal yang paling mendasar dimiliki adalah harus memiliki fisik yang baik.
“Biar legal dan dapat memimpin di setiap pertandingan dengan baik khususnya di daerah, saya pun mengambil lisensi C3 di 2010,” ujarnya.
Berkat memiliki lisensi tersebut, akhirnya Fajrin pun dipercaya memimpin Wali Kota Cup di tahun berikutnya hingga turnamen lainnya di Bontang. Merasa tertarik, dia pun ingin meningkatkan kualitas perwasitannya agar bisa memimpin pertandingan bertaraf yang lebih tinggi lagi.
Akhirnya di 2012, ia memutuskan kembali ke Samarinda untuk mengambil lisensi C2 provinsi. Dengan memiliki lisensi tersebut, dia pun dipercaya Provinsi Kaltim untuk memimpin pertandingan Liga Pelajar Indonsesia (LPI) di Balikpapan dan Porprov di Bontang.
“Sekarang ini saya juga dipercaya memimpin pertandingan Liga 3 Zona Kaltim yang merupakan kasta tertinggi liga Indonesia ketiga saat ini,” katanya.
Fajrin mengungkapkan, hal yang membuat dia senang menjadi wasit adalah bisa mengenal banyak pemain, bukan sebagai penonton. Ini juga sudah menjadi hobi dirinya selain menjadi guru olahraga di sekolah dan pelatih sepak bola di SMA Negeri 2 Bontang.
Namun menjadi wasit tentu ada pula hal yang tidak menyenangkan. Seperti protes berlebihan hingga tindak pemukulan yang dilakukan pemain atau penonton. Namun dikatakannya, untungnya saja hal tersebut tak pernah didapatkannya, karena dalam setiap memimpin pertandingan dia selalu berusaha menjalankannya sesuai dengan aturan. Serta selalu mengevaluasi di setiap usai pertandingan.
“Maka dari itu, saya pun memiliki program dalam meningkatkan kualitas saya menjadi wasit, ke depan saya akan mengambil lisensi C1 wasit nasional,” pungkasnya. (Bersambung)
Tentang Fajrin:
Nama: Fajrin S,Pd
TTL: Bontang, 16 Februari 1987
Nama Orang Tua: Alm H Abdul Muthalib P- Hj Nardiah
Istri: Nurlina Syam
Anak: Farzana Audra Fajrin
Alamat: Jalan Jendral Sudirman RT 26 Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan.







