Keatifannya di pemerintahan dan DPRD di masa lalu, membuat Sudirman dikenal sebagai salah satu tokoh yang dituakan di berbas Pantai. Bahkan, karena mengerti seluk beluk sejarah Kota Bontang, dirinya pun juga dikenal sebagai salah satu pelaku sejarah.
Bambang, Bontang
Selain sebagai salah satu tokoh masyarakat, Sudirman juga merupakan orang yang dituakan di Berbas Pantai. Hal ini tentu tidak lepas dari kiprahnya di masa lalu yang turut membangun wilayah Berbas Pantai menjadi lebih maju dari sebelumnya. Dia merupakan ketua RT sekaligus kepala Dusun pertama di sana.
Kiprah Sudirman pertama kali di Berbas Pantai yakni sebagai ketua RT pada tahun 1977 silam. Selanjutnya pada tahun 1985, suami Hamidah itu ditunjuk sebagai kepala Dusun. Kata dia, sebelum Berbas Pantai, nama di daerah itu dahulunya yakni Dusun Manunggal dan masih bergabung dengan Desa Tanjung Laut.
“Barulah di tahun 1989 dimekarkan menjadi Desa Bontang Selatan dan wilayahnya dibagi menjadi lima. Yaitu Sekambing, Satimpo, Berbas Tengah, Berbas Pantai, dan Tanjung laut,” sebutnya.
Selain sebagai Ketua RT dan Kepala Dusun pertama, Sudirman juga merupakan salah satu anggota DPRD Bontang pertama. Selama menjadi anggota dewan, beberapa pembangunan pun pernah dia perjuangkan. Di antaranya pengusulan gedung DPRD yang saat ini berlokasi di Bontang Lestari, gedung Kantor Kejaksaan, gedung kantor Pengadilan Negeri, dan beberapa lainnya
Ditanya suka duka selama membangun Berbas Pantai, Sudirman mengaku jika zaman dahulu untuk menjadi seorang RT sangat minim peminatnya. Pasalnya, tugas RT pada masa itu sudah seperti tugas di kelurahan saat ini. Belum lagi karena jumlah RT yang masih minim, sehingga dalam satu RT bisa menangani sampai 5 ribu penduduk.
“Makanya zaman dahulu tidak ada yang mau jadi RT. Kalaupun ada yang mau, itu butuh proses lama untuk membujuknya,” kenangnya.
Namun sukanya, dirinya bisa megabdikan diri untuk masyarakat. Berbagai suku yang ada di Berbas Pantai dia bisa rangkul sehingga meminimalisir gesekan-gesekan di masyarakat.
Untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar pun, dirinya juga menjadi salah satu penggagas terbentuknya Koperasi Unit Desa (KUD) Hidup Baru pada tahun 1986. Sejak dibentuknya koperasi tersebut, Sudirman pun langsung terpilih menjadi ketua.
Berkat keberhasilannya dalam mengelola desa saat itu, dirinya dan kepala desa lainnya mendapat reward dari Wali Kota administratif di masa itu, yakni Murhidin. Reward-nya adalah, diajak jalan-jalan ke Malaysia dan Brunei Darussalam secara gratis.
Di usia senjanya kini, Sudirman tak lagi banyak terlibat lagi. Baik di pemerintah maupun organisasi masyarakat. Dirinya kini lebih fokus menjalankan usaha pribadi sembari menikmati masa tuanya.
“Harapan saya semoga Berbas Pantai ini bisa lebih berkembang terutama dalam hal pariwisatanya. Jika dikelola dengan baik, Berbas Pantai ini saya yakin bisa menjadi salah satu ikon wisata di Bontang,” pungkasnya. (bersambung)
Tentang Sudirman
Nama : H. Sudirman
TTL : Wajo, 21 Desember 1952
Alamat : Jalan Diponegoro RT 16 nomor 115, Berbas Pantai
Orang tua : Ramli (alm) – Pattimasang
Istri : Hj. Hamidah
Anak : 11 orang
Cucu : 19 orang







