Kisah Inspiratif Warga Bontang : Lendl Wibisana (145)
Tidak pernah puas dalam mengaktualisasikan diri, manjadi kunci Lendl bisa terus menghasilkan prestasi baik di organisasi maupun perusahaan tempat dia bekerja.
Bambang, Bontang
Walau kesehariannya berprofesi sebagai Karyawan Pupuk Kaltim, namun diluar itu Lendl juga kerap kali diminta menjadi Master of Ceremony (MC) di berbagai acara serta memberikan motivasi dan inspirasi bagi pelajar yang ada di Bontang. Baginya, bisa memberikan manfaat bagi orang banyak menjadi kepuasan tersendiri dalam dirinya. Ketertarikannya untuk terus mengembangkan diri sudah terbentuk sejak dia masih duduk di bangku sekolah.
“Karena ketika saat sekolah dulu menyadari tidak terlalu pintar dalam hal akademis, maka saat itu saya mencoba mengaktualisasikan diri dengan ikut organisasi,” ujar Suami Dyah Wening Prawesti itu.
Putra pertama pasangan Tatang Saprudin dan Ike Tika Kartika itu menceritakan, awal dirinya mencoba untuk mengaktualisasikan diri dalam organisasi yaitu saat mencoba mencalonkan diri sebagai ketua osis di SMP YPK. Namun keinginanya saat itu berbuah kegagalan. Kendati demikian, dirinya tak berputus asa. Di SMA YPK, dirinya kembali mencoba mencalonkan diri sebagai seorang leader. Namun bukan di Osis, melainkan di Kerohanian Islam (Rohis). Saat itu terpilihlah bapak satu anak itu memimpin kepengurusan rohis SMA YPK selama satu tahun.
Tidak hanya sampai disitu, aktualisasi dirinya pun terus berlanjut hingga ke bangku kuliah. Karirnya selama menjadi mahasiswa di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, diantaranya pernah menjadi Kabid MAI Fosi Fakultas Ekonomi Unpad, anggota advokasi BPM Fakultas Ekonomi Unpad, hingga puncaknya menjadi Ketua BEM Fakultas Ekonomi Unpad. Diluar itu, untuk menunjang kemampuannya, Lendl juga mengikuti sekolah non formal di School of Trainer Master dan IBH (Indonesian Board Hypnoterapi).
“Awal kuliah saat memperkenalkann diri ke teman-teman, saya sempat sedih karena saat menyebut asal saya dari Bontang, teman-teman tidak ada yang tahu. Saat itu pandangan mereka terhadap Kalimantan pun masih berupa hutan dan daerah yang tertinggal. Dari situlah saya punya mimpi ingin menunjukkan kalau kemampuan anak Bontang tidak kalah dari anak-anak di pulau jawa lewat prestasi,” tuturnya.
Berkat tekat dan usaha yang kuat, mimpinya pun akhirnya terwujud. Lendl saat itu berhasil meraih predikat sebagai mahasiswa teladan tingkat fakultas mengalahkan mahasiswa-mahasiswa lainnya, terutama mahasiswa asal pulau jawa. Tak hanya itu, di akhir kepengurusannya sebagai Ketua BEM pun, Lendl yang kala itu menjadi penanggung jawab, bersama rekan-rekan lainnya berhasil memecahkan Rekor MURI dalam hal pemrakarsa dan penyelenggara pembuatan rangkaian Celenak terpanjang, yakni sepanjang 212 meter.
“Saat itu, rekor MURI ini yang kami raih merupakan rekor pertama yang berhasil dipecahkan oleh Mahasiswa Unpad,” jelasnya.
Dari organisasi yang dia ikuti itulah, Lendl banyak mendapatkan ilmu-ilmu kehidupan seperti kerjasama, komunikasi, kemampuan public speaking, menyelesaikan konflik yang mana ilmu-ilmu tersebut sangat menunjang di dalam pekerjaannya. Bahkan berkat kerja kerasnya, menunjukan kinerja yang baik, berkomitmen, disiplin dan mampu berinovasi dalam berkerja, di tahun 2015 lalu Lendl dianugerahi oleh PT Pupuk Kaltim sebagai Karyawan Teladan. Namun baginya, telah mendapatkan prestasi tersebut bukanlah justru berpuas diri, namun tetap memberikan yang terbaik bagi perusahaan
“Kuncinya jangan pernah puas untuk belajar. Semakin banyak ilmu yang kita dapatkan, justru kita seharusnya merasa kalau kita bukan siapa-siapa,” pesannya. (***)
Tentang Lendl..
Nama : Lendl Wibisana
TTL : Bontang, 23 Agustus 1988
Alamat : Jalan Gunung Kambuna nomor 5 Perumahan BSD
Istri : dr Dyah Wening Prawesti
Anak : Azka Dylan Wibisana
Orang tua : Tatang Saprudin – Ike Tika Kartika
Pendidikan : SMA YPK Bontang
D3 Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Fakultas Ekonomi Jurusan Akutansi
Motto Hidup : “Terus Berupaya untuk Jadi Baik dan Bermanfaat”







