• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Kisah Inspiratif Warga Bontang: Sukri (244); Tekun dan Patuhi Aturan, Sukses Jadi Wasit Nasional Sepak Takraw

by BontangPost
6 Mei 2017, 12:38
in Feature
Reading Time: 2 mins read
0
Foto Sukri (VERI SAKAL/BONTANG POST)

Foto Sukri (VERI SAKAL/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

 

Berkat tekun dan menjalankan tugasnya sesuai peraturan, kini Sukri menjadi salah satu wasit sepak takraw bertaraf nasional yang dimiliki Kota Bontang. Bahkan untuk meningkatkan kualitas perwasitannya, dia ingin mengambil penataran wasit untuk mendapatkan lisensi wasit sepak takraw  di tingkat Asean.

Veri Sakal, Bontang

Sukri mengawali profesi perwasitan  pertama kali di Bontang menjadi pengadil di lapangan bola voli. Namun seiring berjalannya waktu, dia mencoba menjadi wasit di olahraga sepak takraw pada 2002. Alhasil berkat menekuninya, dia malah berhasil menjadi wasit sepak takraw nasional yang dimiliki Bontang saat ini.

“Meski awalnya susah, karena saya terus mencoba menekuninya dan menjalankan tugas wasit sesuai dengan aturan yang ada. Alhamdulillah saya berhasil menjadi wasit nasional,” ungkapnya, Jumat (5/5) kemarin.

Sebenarnya keberhasilan Sukri menjadi wasit nasional, tak lepas dari salah satu pengurus dari Provinsi Persatuan Sepak Takraw Indoensia (Pengprov PSTI)  Kalimantan Timur (Kaltim) kala itu, yang menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bontang (DPRD) Bontang, yakni  Kaharuddin Jafar. Kaharuddin, yang merekomendasikan dirinya menjadi wasit karena bertepatan Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) di Bontang pada 2002.

Baca Juga:  Tartil TPA Terbaik Nasional, Motivasi Orang Tua Jadi Penentu 

“Mungkin saat itu Pak Haji Kaharuddin Jafar melihat saya bagus dalam memimpin pertandingan di bola voli, sehingga saya pun direkomendasikan menjadi wasit,” kenangnya.

Berkat direkomendasikan tersebut, Sukri mengaku  merasa beruntung. Pasalnya, dia mendapat penataran wasit untuk  bisa mendapat lisensi. Namun karena dia tidak memiliki dasar sebagai wasit sepak takraw, dia hanya mendapat sertifikat wasit S2 Daerah kala itu. Namun usai memiliki lisensi tersebut, dia mendapat kepercayaan Pengprov PSTI Kaltim untuk memimpin pertandingan di Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2 Balikpapan 2005.

“Bagusnya para pengurus di Pengprov PSTI Kaltim, mereka selalu mengorbitkan wasit meskipun statusnya masih baru,” ujarnya.

Sukri pun mengisahkan, pernah memiliki pengalaman yang tak terlupakan ketika menjadi wasit sepak takraw. Kala itu, dia yang memimpin  pertandingan Pra PON di Palu 2007. Mendapat protes keras dari salah satu manajer kontingen yang mempertanyakan kelisensiannya. Namun dengan kepercayaan diri Sukri memimpin pertandingan itu, ternyata manajer malah berbalik memberikan apresiasi kepadanya karena dapat menyelesaikan pertandingan itu dengan baik.

Baca Juga:  Kisah Inspiratif Warga Bontang: Sandy Kurniawan (261); Seniman Jati Asal Loktuan, Orderan sampai Qatar dan Arab Saudi

“Manajer itu pun memeluk saya dan mengucapkan luar biasa kepada kepemimpinan  pertandingan yang saya pimpin waktu itu,” tuturnya.

Setelah itu, Sukri terus mendapat kepercayaan dari Pengprov PSTI Kaltim untuk memimpin pertandingan. Bahkan, untuk meningkatkan kulitas perwasitannya dari S2 Daerah, dia memutuskan mengambil lisensi S1 Nasional di Jakarta 2007. Dengan harapan, ketika memiliki lisensi tersebut, dia dapat memimpin pertandingan di even nasional.

“Setelah mendapat lisensi S1 Nasional, saya pun dipercaya memimpin pertandingan di Kartini Cup dan kejurnas, even berskala nasional. Bahkan di PON Jabar tahun lalu saya pun dipercaya memimpin,” paparnya.

Dengan menjadi wasit nasional, menurutnya banyak hal yang bisa didapat. Seperti bisa mengunjungi daerah lain dan bisa mendapat honor lumayan di setiap pertandingan. Namun  bukan itu yang ia dicari, sebab menurutnya hal yang paling mendasar diinginkan seorang wasit adalah dapat menyampaikan aturan kepada pemain dengan baik. Sehingga pertandingan pun dapat berjalan sportif dan lancar.

Baca Juga:  Warga Patungan Perbaiki Gorong-Gorong

“Untuk meningkatkan kualitas perwasitan saya, rencananya saya akan mengambil penataran  wasit lisensi tingkat Asean,” tutupnya. (Bersambung)

Tentang Sukri:

Nama: Sukri

TTL: Parepare, 9 Februari 1972

Orang Tua: Alm Palanyui-Alm Siti Arifa

Istri: Nurhayati Binti H Talebbe

Anak:

1.Alfikri Nur Hidayat

2.Alya Handayani

3.Alifla Assiddiq

4.Al Ghazali Reza Ananda

Alamat: Jalan RE Martadinata RT 27 Kelurahan Loktuan.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kisah inspiratifwarga bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Maloy Berjalan Cepat

Next Post

Bagaimana Menjaring Orang Mampu

Related Posts

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan
Bontang

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan

31 Maret 2026, 08:00
Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang
Bontang

6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang

31 Januari 2023, 16:08
Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah
Ragam

Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

18 Desember 2020, 09:19
Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis
Feature

Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis

11 Januari 2019, 15:40
Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup
Feature

Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup

4 Desember 2018, 17:00

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.