• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Kontrol Pemerintah Dianggap Lemah Terhadap Carut Marut Transportasi Kota

by BontangPost
31 Oktober 2018, 16:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
ilustrasi(Net)

ilustrasi(Net)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA–Membludaknya pengguna kendaraan pribadi di Kota Tepian menyebabkan kendaraan umum atau angkutan kota (angkot) kurang diminati. Hal ini menjadi penyumbang semrawutnya penataan kota. Karenanya, lemahnya pengaturan transportasi umum itu kerap dikeluhkan masyarakat Kota Tepian.

Konsultan Transport Planner PT Wahana Trans Utama, Haris Muhammadun mengaku miris dengan penataan kota Samarinda. Penyebabnya, pengguna jasa angkot hanya sekitar 2,54 persen dari ambang batas terendah sebesar 60 persen.

“Dalam hal ini peran pemerintah perlu ditingkatkan untuk mengatur angkot ini. Karena secara psikologi, pengguna jasa angkot sangat rendah. Terlebih dengan beredar jasa trasportasi online yang turut menggeser peran angkot. Di samping adanya kendaraan pribadi,” tutur  Haris kepada Metro Samarinda, belum lama ini.

Baca Juga:  Demi Memenuhi Syarat Pencalonan DPD, Sandra Bakal Mundur dari Kepengurusan PKB 

Jika dibandingkan dengan Jakarta, rasio penggunaan kendaraan umum di Kota Tepian tergolong rendah. Karena sebagai Ibukota Indonesia, perbandingan luas jalan dan wilayahnya sudah mencapai 6,17 persen jika dibadingkan Samarinda yang baru 1,2 persen.

“Singapura malah sudah mencapai 12 persen. Artinya, daerah dengan rasio luas jalan dan wilayah besar saja bisa konsentrasi pada penggunaan transpostasi umum. Apalagi jika dibandingkan dengan Samarinda yang rasio wilayahnya lebih kecil,” beber dia.

Selain  masalah angkutan umum, dia juga mengkritisi persoalan rambu lalu lintas dan penataan pedagang kaki lima (PKL) yang kerap melanggar aturan.

“Padahal salah satu kuncinya ada di situ untuk mengurai kemacetan. Jika di persimpangan, ketika rambu lalu lintas memadai, saat belok kiri, kita bisa jalan terus. Tentunya mengurangi penumpukan. Begitu pula dengan PKL,” ucapnya.

Baca Juga:  MUI Serukan Lawan Politik Uang 

Solusinya, diperlukan penataan yang melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Namun tetap berdasarkan indikator kinerja utama (IKU) dalam peraturan menteri perhubungan (permenhub).

“Inilah yang perlu diperhatikan dalam masterplan untuk lima, sepuluh, bahkan dua puluh tahun ke depan,” imbuhnya.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas dan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hari Prabowo mengaku, pihaknya telah menyusun kerangka ajuan kerja (KAK) untuk membenahi lalu lintas. Hal itu tertuang dalam masterplan yang akan digunakan dalam 20 tahun ke depan.

“Tapi itu masih memerlukan pertimbangan dan kajian lebih lanjut. Termasuk dalam pemenuhan traffic light dan rekayasa lalu lintas,” sebutnya. (*/dev)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: angkotMetro Samarinda
Share1TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Warga Khawatir Tidak Diizinkan Jualan

Next Post

Raperda RZWP3K Didesak Segera Disahkan

Related Posts

Nasib Sopir Angkot di Tengah Pandemi
Bontang

Nasib Sopir Angkot di Tengah Pandemi

28 April 2020, 07:00
Angkot Ikut Disemprot Disinfektan
Bontang

Angkot Ikut Disemprot Disinfektan

27 Maret 2020, 08:00
Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.