bontangpost.id – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Disos-PM) mencatat jumlah penerima program Rantang Kasih untuk lansia pada tahun ini mencapai 94 orang.
Kepala Disos-PM Bontang Bahtiar Mabe mengatakan jumlah penerima tahun ini memang meningkat jika dibandingkan pada 2022 lalu. Yakni hanya 88 lansia saja.
Alasannya karena jumlah lansia yang sesuai kriteria seperti miskin, usia 60 tahun ke atas, dan terlantar ikut bertambah.
Bahkan, pada 2024 jumlah lansia yang menerima program Rantang Kasih diprediksi ikut bertambah. Sebab, saat ini terdapat 11 lansia yang masuk dalam daftar tunggu program rantang kasih tahun depan.
“11 lansia itu belum termasuk di program Rantang Kasih tahun ini. Tapi sudah masuk dalam daftar kami,” ucapnya usai membuka Rapat evaluasi, Rabu (23/8/2023) di Pendopo Rujab Wali Kota.
Mengenai evaluasi program, kata Mabe meliputi penyajian menu, keluhan menu hingga pengalokasian anggaran. Mengenai menu pun sudah dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan. Utamanya, mencakup kandungan gizi sehingga lansia yang memperoleh bantuan tercukupi nutrisinya.
Sementara soal layanan Mabe bilang tidak ada perubahan dari 2022 lalu. Yakni setiap lansia menerima makanan dua kali dalam sehari. Sesuai dengan Pokmas yang ditunjuk di setiap kecematan.
“Kami akan lakukan verifikasi untuk terus memantau agar program ini merata dan tepat sasaran,” sebutnya.
Sementara itu, Wawali Najirah mengatakan bahwa meningkatnya jumlah penerima program Rantang Kasih menggambarkan potret kemiskinan yang belum tertangani di Bontang masih ada. Ia berharap, tahun depan tidak ada lagi lansia miskin yang terlantar.
“Saya berharap angkanya menurun. Tapi, ini malah meningkat. Ya semoga dengan program ini bisa mengentas persoalan lansia yang terlantar juga,” tuturnya. (*)







