• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Mahasiswa Nilai Disdukcapil Lamban 

by BontangPost
28 Agustus 2018, 11:30
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
DENGAR ASPIRASI: Kepala Disdukcapil Samarinda Abdullah (tengah) saat menerima para massa aksi di ruang kerjanya yang meminta agar pemilih pemula dapat diprioritaskan dalam pembuatan KTP-el, Senin (27/8) kemarin.(DEVI/METRO SAMARINDA)

DENGAR ASPIRASI: Kepala Disdukcapil Samarinda Abdullah (tengah) saat menerima para massa aksi di ruang kerjanya yang meminta agar pemilih pemula dapat diprioritaskan dalam pembuatan KTP-el, Senin (27/8) kemarin.(DEVI/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Puluhan mahasiswa dan masyarakat yang menyatakan bagian dari Pemuda Peduli Demokrasi mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Samarinda, Senin (27/8) siang kemarin. Mereka menduduki kantor yang terletak di Jalan Milono itu untuk meminta jajaran Disdukcapil segera memenuhi pelayanan KTP-el bagi para pemilih pemula.

Dalam orasinya, para demonstran mengkritik pelayanan pembuatan KTP-el yang lamban. Terutama bagi mereka para pemilih pemula. Selain itu, mereka juga menyoroti lambannya proses pendataan yang dilakukan instansi tersebut.

Koordinator aksi, Egy menganggap Disdukcapil lalai dalam pelayanan administrasi kependudukan sebagaimana yang tertuang dalam Uundang-undang (UU) Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan. Menurut dia, dalam aturan itu menerangkan pentingnya pelayanan administrasi kependudukan bagi para pemilih pemula.

“Kami ingin pembuatan KTP–el bagi pemilih pemula dapat diakomodasi. Apalagi mendekati pemilu (pemilihan umum). Untuk menggunakan hak suara, mereka harus memiliki KTP–el maupun Suket (surat keterangan),” imbuh Egy.

Baca Juga:  Siapa Duduk di Kursi Wawali? 

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Samarinda, Abdullah yang sedang berada di kantor langsung meminta para demonstran untuk mendiskusikan masalah tersebut di ruang kerjanya. Karena dirinya tak mau aksi unjuk rasa mengganggu pelayanan di kantornya.

Dalam pertemuan itu, Abdullah berjanji kepada para perwakilan massa aksi untuk mengakomodasi setiap aspirasi yang disampaikan. Ia juga mengaku, pelayanan administrasi kependudukan di semua kecamatan di Kota Tepian terbuka bagi warga yang ingin memperoleh KTP-el.

“Harapan kami bagi adik-adik disampaikan kepada teman, keluarga maupun tetangga yang namanya pemilih pemula itu juga harus aktif. Aktif melaporkan dirinya kalau memang sudah memasuki usia 17 tahun ke atas. Karena data pemilih pemula itu baru akan masuk di data base setelah bersangkutan melakukan perekaman,” tuturnya.

Baca Juga:  Awang Faroek Klaim Jabat Ketua TKD

Abdullah mencontohkan, seperti dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim Juni lalu. Bagi warga yang telah masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) namun belum memiliki KTP–el bisa menggunakan Suket. Karena menurut dia, fungsinya sama dengan KTP, hanya bentuknya saja yang berbeda yakni dalam bentuk selembar kertas.

“Kalau yang biasa kan dalam bentuk kepingan. Sementara Suket bentuknya kertas. Namun sama saja. Itu juga bisa digunakan untuk membuat SIM, rekening bank, dan keperluan lain yang memerlukan KTP,” ucap dia.

Selain itu, terkait penerbitan layanan penerbitan kartu keluarga (KK), akta kelahiran, dan kartu identitas anak (KIA) dalam satu paket, ia menyebut, sudah setahun terakhir ini pihaknya melakukan hal itu. Yang mana penerbitan akta dan kartu keluarga (KK) dilakukan secara bersamaan.

Baca Juga:  KPU Sebut Belum Ada yang Terdaftar

“Kalau dulu pembuatan KK, dan akta secara terpisah. Sekarang sudah dalam satu paket. Saya pikir tidak ada masalah, mungkin hanya miskomunikasi,” ucapnya.

Begitupun dengan warga binaan yang berada di lapas, lanjut dia, pihak lapas harus terbuka untuk memberikan identitas lengkap berupa nama dan nomor induk pendudukan (NIK) warga binaannya agar dapat dibuatkan KTP. Namun terkadang kesulitannya nama yang diberikan pihak lapas hanya merupakan nama kecil, jadi ketika di cek di database tidak ketemu secara spesifik.

“Misalnya Udin, kan banyak yang namanya Udin. Bahkan perbedaan dalam bentuk spasi saja berpengaruh dalam pencarian nama di database kami,” ujarnya. (*/dev)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: E-KTPMetro SamarindaPelayanan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

GOTONG ROYONG MEMANJAT PINANG

Next Post

WAH-WAH!!! Sejumlah Bacaleg Diduga Gunakan Ijazah Palsu 

Related Posts

PENTING!!! Tak Rekam KTP-el, Data Penduduk Diblokir
Bontang

Jelang Pemilu, Perekaman e-KTP di Bontang Capai 98 Persen

1 April 2019, 19:04
Datangi Sekolah, Rekam Data Siswa
Nasional

Perekaman E-KTP Melonjak Jelang Pemilu

1 April 2019, 13:00
Kolom Kepercayaan Mulai Masuk E-KTP
Nasional

Kolom Kepercayaan Mulai Masuk E-KTP

28 Februari 2019, 15:00
Penerbitan E-KTP WNA Baru Ditunda
Nasional

Penerbitan E-KTP WNA Baru Ditunda

28 Februari 2019, 14:30
Duh…..311 Ribu Pemilih Terkatung-katung
Nasional

Makin Canggih, Pemerintah Bakal Kembangkan e-KTP Jadi e-ID

9 Februari 2019, 13:00
Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SPMB Bontang 2026 Dibuka Mei, Jalur Afirmasi Dapat Kuota 25 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.