• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial

Ma’rifah Herbal Terima Sertifikat CPOTB Tahap I dari BBPOM Samarinda

by M Zulfikar Akbar
30 Januari 2020, 20:06
in Advertorial, Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Kepala Seksi Inspeksi BBPOM Samarinda, Ryanperi Kusuma (kiri) saat menyerahkan Sertifikat CPOTB kepada Hernawati selaku Kabid Yankes dan SDK Dinkes Bontang (baju kuning) yang nantinya akan diberikan kepada Asma, Ketua Kelompok Ma'rifah Herbal. (Dinkes Bontang for Bontangpost.id)

Kepala Seksi Inspeksi BBPOM Samarinda, Ryanperi Kusuma (kiri) saat menyerahkan Sertifikat CPOTB kepada Hernawati selaku Kabid Yankes dan SDK Dinkes Bontang (baju kuning) yang nantinya akan diberikan kepada Asma, Ketua Kelompok Ma'rifah Herbal. (Dinkes Bontang for Bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Samarinda bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang menyerahkan Sertifikat Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) Tahap I kepada Usaha Kecil Obat Tradisonal (UKOT) Ma’rifah Herbal, Kamis (30/1/2020).

Ma’rifah Herbal yang berlokasi di Jalan RE Martadinata, Gang Musholla Al Yakin III nomor 80, RT 11 Loktuan itu merupakan UKOT pertama di Bontang maupun Kaltim yang berhasil lulus Sertifikasi CPOTB Tahap I.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Inspeksi BBPOM Samarinda, Ryanperi Kusuma dalam kunjungannya ke Ma’rifah Herbal. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar dapat diterbitkannya Sertifikat CPOTB, yakni adanya dokumentasi administrasi dan teknis. Sertifikat CPOTB Tahap I sendiri meliputi pemenuhan aspek sanitasi dan kebersihan (hygiene) serta dokumentasi.

“Pengajuan berkasnya sendiri sejak mendekati akhir tahun 2019 dan di awal 2020 sudah keluar hasilnya dari Pusat BBPOM,” terangnya.

Baca Juga:  Kaltim Tertinggi Kontribusi Penurunan GRK 

CPOTB bertahap ini terbagi hingga tiga tahap. Tahap I terdiri dari aspek sanitasi, kebersihan, dan dokumentasi. Tahap II untuk produksi, penyimpanan, pengawasan mutu, hingga sistem mutu. Sementara Tahap III mengenai fasilitas, personil, penanganan keluhan, dan lainnya.

“Yang membedakan CPOTB Tahap I, II, dan III yakni pemenuhan tahapan-tahapan itu tadi. Ketika sudah memenuhi kriteria di tiap tahapnya, maka akan keluar sertifikasinya. Jadi masing-masing ada kaidah yang harus dipenuhi,” tambah Ryan.

Ia menegaskan jika Sertifikat CPOTB ini bukan izin edar untuk produk yang akan dijual atau diedarkan ke masyarakat. Namun sebagai sertifikat atau bukti pemenuhan bahwa pelaku usaha telah memenuhi kaidah-kaidah cara produksi obat tradisional yang baik.

“Produk yang diproduksi sebelum dijual, tentu harus didaftarkan dulu di Badan POM sebagai obat tradisional. Nanti setelahnya ada izin edar,” tutur dia.

Baca Juga:  Samakan Hak Politik Warga Binaan

Tentunya BBPOM Samarinda akan terus mendukung pelaku usaha yang memiliki iktikad baik untuk berkembang, memajukan usahanya. Diharapkan setelah ada Sertifikat CPOTB ini, Ma’rifah Herbal semakin termotivasi untuk memproduksi obat-obat tradisional, sesuai dengan takaran UKOT-nya yang memenuhi jaminan keamanan, khasiat, dan mutu kepada masyarakat.

“Tentunya setelah produksi harus didaftarkan juga di Badan POM supaya ada bukti legal untuk mengedarkan ke masyarakat. Ini langkah awal Ma’rifah Herbal agar ke depannya lebih berkembang lagi, agar memenuhi Sertifikat CPOTB Tahap II dan III,” harap Ryan.

Mewakili Kadinkes Bontang, Bahauddin, Hernawati selaku Kabid Yankes dan SDK Dinkes Bontang, menggambarkan dengan singkat awal mula Ma’rifah Herbal berdiri. Sejak 2016 silam mengawalinya dengan menanam beberapa jenis tanaman obat keluarga (toga), berlanjut pada 2017 mencoba dengan bantuan dan bimbingan dari Puskesmas Bontang Utara II. Melalui proses tersebut, menyiapkan ilmu, alat, dan bahan apa saja yang dapat diproduksi, hingga akhirnya mendapat bantuan dari CSR Pupuk Kaltim.

Baca Juga:  Pansus Penanggulangan Banjir Digaungkan Kembali 

Hingga saat ini, Dinkes Bontang melalui Puskesmas Bontang Utara II yang berhubungan dengan toga berada di bidang Farmasi, tentu akan terus membimbing dan mendampingi. Dengan pemberian sertifikat ini, menandakan adanya suatu pengakuan dari BBPOM terhadap produk Ma’rifah Herbal.

Ia berharap, tidak hanya memenuhi kriteria yang ada di tahap I, namun ke depannya Ma’rifah Herbal dapat memenuhi aspek-aspek pada sertifikasi tahap II dan III. “Mudah-mudahan Ma’rifah Herbal akan terus berkembang, meski sudah mulai menjual secara internal, tetap harus ada pengesahan izinnya. Semakin izin lengkap, untuk menembus usaha lain peluangnya akan lebih besar,” harap Herna. (Rera Annorista/adv)

Tags: advertorialMa'rifah Herbal
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pedagang Berjualan di Trotoar, OPD Diminta Bertindak Tegas

Next Post

Badak LNG Bekali Pelatihan 30 Guru Pesisir

Related Posts

BPJAMSOSTEK Serahkan Data Calon Penerima Bantuan Subsidi Upah, Sebanyak 1,1 Juta Pekerja Asal Kalimantan
Advertorial

BPJAMSOSTEK Serahkan Data Calon Penerima Bantuan Subsidi Upah, Sebanyak 1,1 Juta Pekerja Asal Kalimantan

25 Agustus 2020, 15:00
Dukung Program Bantuan Subsidi Upah Pemerintah, BPJAMSOSTEK Kumpulkan Rekening Peserta
Advertorial

Dukung Program Bantuan Subsidi Upah Pemerintah, BPJAMSOSTEK Kumpulkan Rekening Peserta

12 Agustus 2020, 07:30
BPJAMSOSTEK Bontang Beri Pelatihan Gratis untuk Mantan Pekerja Terdampak Covid-19
Advertorial

BPJAMSOSTEK Bontang Beri Pelatihan Gratis untuk Mantan Pekerja Terdampak Covid-19

11 Agustus 2020, 12:31
Seluruh Pedagang Pasar di Bontang Bakal Dilindungi BPJAMSOSTEK
Breaking News

Seluruh Pedagang Pasar di Bontang Bakal Dilindungi BPJAMSOSTEK

7 Agustus 2020, 10:11
Panen Hadiah Simpedes BRI, Nasabah Muara Badak Boyong Mobil
Advertorial

Panen Hadiah Simpedes BRI, Nasabah Muara Badak Boyong Mobil

27 Juli 2020, 15:00
Puncak Peringatan HAN 2020, PT KNI Ajak Lindungi Hak Anak
Advertorial

Puncak Peringatan HAN 2020, PT KNI Ajak Lindungi Hak Anak

23 Juli 2020, 20:02

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.