• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Ragam

Masker Kain Berbahan Lap dan Katun Mampu Cegah Virus Hingga 93 Persen

by M Zulfikar Akbar
13 April 2020, 13:30
in Ragam
Reading Time: 2 mins read
0
Asri Wijayanti (kanan), founder jahitin.com, melibatkan banyak penjahit untuk ambil peran dalam produksi masker kain. (Alfian Rizal/Jawa Pos)

Asri Wijayanti (kanan), founder jahitin.com, melibatkan banyak penjahit untuk ambil peran dalam produksi masker kain. (Alfian Rizal/Jawa Pos)

Share on FacebookShare on Twitter

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan semua orang untuk memakai masker. Langkah itu untuk mencegah penularan virus Korona yang kini mewabah.

Hanya saja kini masyarakat kesulitan mendapatkan masker. Terutama untuk jenis masker bedah dan N95. Jikapun ada masker bedah dan N95 hanya diprioritaskan untk tenaga medis. Sementara, untuk masyarakat dianjurkan menggunakan masker berbahan kain.

Lantas, bagaimana efektivitas dari masker kain?

Dengan perkembangan jumlah penderita Covid-19 yang melonjak drastis di Indonesia dan masih terbatasnya pemeriksaan laboratorium deteksi virus ini, menyebabkan individu dengan asimtomatik carrier (Orang Tanpa Gejala atau OTG) akan semakin banyak dan sulit terdeteksi.

Asimtomatik carrier adalah individu yang sebenarnya sudah tertular tetapi belum menunjukkan gejala. Individu tersebut masih bebas berinteraksi dengan individu lain dan berpotensi menularkan ke individu lain terutama individu yang rentan.

“Kami menilai ketika aturan Social dan Physical Distancing sukar diterapkan, maka penggunaan masker kain untuk umum dinilai cukup efektif untuk menurunkan risiko penularan Covid-19,” kata dr. M. Hud Suhargono, SpOG(K) selaku Humas Keluarga Penyangga Indonesia, organisasi berbasis komunitas, dalam keterangan tertulis, Minggu (12/4/2020).

Baca Juga:  Korban Banjir Dihantui Leptospirosis

Dia menyebut, CDC (Centre of Disease Control and Prevention) di Amerika Serikat pada awal April 2020, merekomendasikan penggunaan masker kain buatan rumah sebagai alternatif penggunaan masker untuk masyarakat umum.

Untuk masker medis (masker bedah dan masker N95) hanya sebaiknya dipakai oleh tenaga kesehatan. Soalnya, masker bedah dan masker N95 jumlahnya terbatas.

“Masker sebaiknya digunakan oleh semua orang bukan hanya orang yang sedang sakit batuk pilek dan panas,” kata dr. Hud.

Mengenal Efektivitas Masker Kain dari Bahannya

1. Masker Kain Bahan Baju

Bahan masker yang berasal dari kain bahan baju diharapkan mempermudah masyarakat untuk menperolehnya atau membuat sendiri di rumah. Sehingga, masyarakat mendapatkan alternatif memakai masker daripada tidak memakai masker sama sekali ketika keluar rumah atau saat berinteraksi dengan orang lain.

Baca Juga:  Jahit Masker Sendiri, Beri ke Driver Ojol dan Warga yang Membutuhkan

“Kami (Keluarga Penyangga Indonesia) menyarankan masyarakat memakai masker kain multilayer untuk meningkatkan efektifitas proteksi terhadap penularan virus. Selain itu, salah satu keuntungan lainnya adalah bahan masker kain ini bisa dicuci lagi dengan deterjen biasa sehingga lebih memudahkan masyarakat dalam merawat dan menggunakannya,” kata dr. Hud.

Dalam penelitian yang dilakukan di Cambridge pada 2013, bahan kain yang digunakan untuk masker nonmedis ternyata cukup efektif menahan penularan virus. Itu dikarenakan ukuran Virus Covid-19 yakni sebesar 0,12-0,18 mikron. Dari hasil penelitian terhadap partikel yang berukuran 0,02 mikron, masker bedah mempunyai efektifitas 97 persen.

2. Masker Kain Bahan Lap

Sementara itu, bahan kain sejenis lap yang digunakan sebagai masker, mempunyai efektivitas hingga 83 persen bila digunakan 1 lapis. Bila digunakan dua lapis, efektivitasnya hampir sama dengan masker bedah yaitu 93 persen.

Baca Juga:  Jumlah Kasus Virus Korona Meningkat Tajam, Italia Perketat Kebijakan

3. Masker dari Bahan Katun

Sementara masker yang terbuat dari bahan kain katun bila digunakan satu lapis memiliki efektivitas hingga 69 persen dan bila digunakan dua lapis maka efektifitasnya menjadi 71 persen.

Sosialisasi penggunaan masker kain pada masyarakat merupakan salah satu upaya untuk lebih meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap perlindungan dirinya sendiri. Perlindungan terhadap keluarga, perlindungan kepada orang lain di sekitarnya, serta masyarakat yang lebih luas.

“Yang perlu ditekankan dalam kampanye penggunaan masker kain untuk publik ini adalah bahwa masker adalah bagian satu paket strategi pemutusan rantai penularan Covid-19 ini di samping strategi utama yaitu cuci tangan dengan air mengalir dan sabun dan Social dan Physical Distancing, serta lebih banyak melakukan kegiatan di rumah,” tutup dr Hud. (jpc)

Source: Jawa Pos
Tags: kesehatanmasker kainvirus korona
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Tiga Nama Lolos JPT di Tangan Wali Kota

Next Post

Nasib Pelaksanaan Haji Belum Jelas

Related Posts

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia
Kesehatan

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia

15 Desember 2024, 20:36
Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah
Kesehatan

Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah

23 September 2024, 17:25
Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik
Kesehatan

Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik

29 Agustus 2024, 19:14
9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam
Kesehatan

9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam

14 Juli 2024, 11:51
Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita
Kesehatan

Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita

9 April 2024, 11:06
Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar
Bontang

Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar

24 Maret 2023, 13:30

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.