• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Mayoritas Syubhat, Dorong Penerbitan Buku Panduan

by BontangPost
14 Mei 2018, 12:14
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
BAMBANG/BONTANG POST
PAPARKAN PENJELASAN: Dari data hasil penelitian yang dilakukan mahasiswa dan dosen STIT Syam Bontang, hasil penelitian pemotongan ayam di Pasar Tradisional Bontang masih diragukan kehalalannya (syubhat).

BAMBANG/BONTANG POST PAPARKAN PENJELASAN: Dari data hasil penelitian yang dilakukan mahasiswa dan dosen STIT Syam Bontang, hasil penelitian pemotongan ayam di Pasar Tradisional Bontang masih diragukan kehalalannya (syubhat).

Share on FacebookShare on Twitter

Penyembelihan ayam potong di pasar tradisional Bontang tidak semuanya sesuai dengan syariat Islam. Mayoritas tata cara penyembelihannya masih ditemukan keraguannya (syubhat), apakah halal atau tidak. Bahkan dari data penelitian yang diperoleh, masih sedikit penyembelih ayam potong di pasar yang memiliki sertifikat jaminan produk halal sesuai yang diamanatkan oleh Undang-Undang nomor 33 Tahun 2014.

======

DATA-data dan fakta tersebut diperoleh berdasarkan penelitian yang dilakukan mahasiswa dan dosen serta segenap civitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syamsul Ma’arif (STIT Syam) Bontang belum lama ini. Hasil tersebut dibeberkan dalam seminar bertajuk “Hasil Penelitian Mahasiswa dan Dosen Tentang Pengamatan Teknik Pemotongan Ayam Pada Pasar Tradisional Bontang” yang digelar di Aula Pertemuan STIT Syam, Minggu (13/5).

Turut hadir dalam kesempatan itu Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase, Penyelenggara Syariah kementerian Agama (Kemenag) Bontang Yarkani, Kasi Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Bontang Tasnim Muin, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bontang Imam Hambali, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Haedar, Ketua Yayasan STIT Syam Hasanudin Hakam beserta jajaran dosen, serta beberapa tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Kepala penilitian yang juga salah satu dosen STIT Syam, Muhammad Ihsan mengatakan, secara umum penyembelihan ayam potong di Bontang dilaksanakan oleh penyembelih yang ada di setiap pasar tradisional Bontang. Pelaksanaannya pun cenderung memiliki kesamaan cara, waktu, dan tempat pelaksanaan. Cara penyembelihannya, dilakukan dengan sikap berdiri, lalu ayam tersebut dikeluarkan dari kandang, kemudian disembelih dengan memegang kedua sayap beserta kepala ayam yang ditekuk ke belakang di waktu yang bersamaan. Waktu penyembelihannya, terdiri dari tiga waktu. Pertama dilakukan saat dini hari, kedua pagi hari, dan terakhir sore hari. Adapun tempat pemotongan, dilakukan di depan kandang ayam itu sendiri.

Dalam pelaksanaannya, banyak ditemukan tata cara penyembelihan yang tak sesuai syariat Islam sehingga kehalalannya diragukan. Termasuk dari segi kebersihan (higienitas). Hal ini tentunya membahayakan bagi para konsumen utamanya umat muslim yang di dalam ajaran Islam, dilarang memakan daging yang penyembelihannya tak sesuai syariat Islam.

“Oleh karena itu, perlunya dukungan semua pihak terutama dari Pemerintah Bontang untuk mendorong pihak-pihak terkait terutama pedagang-pedagang di pasar agar menciptakan proses penyembelihan ayam potong yang sesuai dengan ajaran Islam,” ujarnya.

Wawali Basri yang hadir dalam kesempatan itu pun menyambut baik hasil penelitian tersebut. Dirinya pun setuju jika ke depan akan dilakukan penataan dan pembinaan terhadap para pedagang di pasar tradisional agar di dalam melakukan penyembelihan ayam potong, tidak hanya asal menyembelih saja tanpa disertai ilmu, melainkan harus sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan dalam syariat Islam.

“Sebagai tindaklanjut, nanti kita harapkan di setiap pasar di Bontang dibuatkan tempat khusus untuk penyembelihan ayam potong. Yang mana di dalamnya juga akan diberdayakan seorang ustaz agar proses pemotongannya sesuai dengan syariat dan memenuhi standar kesehatan,” paparnya.

Dalam pertemuan tersebut, selain mendorong para penyembelih ayam potong memiliki sertifikat jaminan produk halal, Wawali Basri juga meminta agar civitas akademika STIT Syam beserta pihak terkait untuk membuat buku panduan tata cara penyembelihan hewan yang sesuai tuntunan syariat Islam. Buku tersebut diharapkan bisa menjadi pegangan para pengusaha maupun penyembelih hewan, sehingga seluruh hewan yang dikonsumsi masyarakat Bontang, kehalalannya tidak diragukan lagi. (bbg)

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Jangan Bunyikan Petasan saat Tarawih

Next Post

Wawali Tutup Fishing Tournament

Related Posts

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine
Kesehatan

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine

31 Oktober 2026, 19:05
Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat
Bontang

Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

31 Oktober 2026, 15:33
Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu
Kaltim

Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu

31 Oktober 2026, 14:10
25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah
Bontang

25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

31 Oktober 2026, 11:23
Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang
Kriminal

Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

31 Oktober 2026, 10:54
3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri
Kaltim

3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri

31 Oktober 2026, 10:00

Terpopuler

  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • (1) Madura United vs Borneo FC (1)  Penuhi Target

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.