• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Melenggang ke Kompetisi Internasional, Ramayanti Asmara Mahasiswi asal Bontang Butuh Bantuan Donatur 

by BontangPost
30 Juli 2018, 18:56
in Feature
Reading Time: 3 mins read
0
Ramayanti Asmara(DOK/PRIBADI)

Ramayanti Asmara(DOK/PRIBADI)

Share on FacebookShare on Twitter

Keinginan Ramayanti Asmara menjadi delegasi Indonesia dalam kompetisi internasional Asia Youth International Modal United Nations (AYIMUN) hingga kini masih terkendala biaya. Butuh perhatian semua pihak agar keinginannya dalam mengharumkan nama Bontang dan Indonesia ke kancah Internasional tersebut bisa terealisasi.

=========

MAHASISWI asal Kota Taman yang kini kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Waskita Dharma, Malang, Jawa Timur, jurusan Ilmu Administrasi Negara itu dinyatakan lolos bersama 500 pemuda yang diseleksi dari ribuan pendaftar di seluruh dunia. Rama –panggilan akrabnya– berhasil terpilih sebagai Delegasi Indonesia dalam kompetisi Internasional bertajuk “Asia Youth International Modal United Nations” yang akan dilaksanakan pada 9 November – 12 November 2018 di Bangkok,Thailand.

Sebagai informasi, AYIMUN merupakan kompetisi simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diadakan oleh International Global Network dan bertujuan untuk  memperkenalkan kepada pemuda dari seluruh dunia tentang bagaimana PBB bekerja, meningkatkan kemampuan kepemimpinan, kemampuan diplomasi, public speaking, melatih berpikir kritis terhadap isu-isu global, termasuk kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan internasional.

Kepada Bontang Post, Rama menceritakan, awal dirinya bisa terpilih dalam kompetisi internasional tersebut berawal dari iseng-iseng mengikuti pendaftaran dan tes online. Tak disangka, remaja kelahiran Barabai, 7 April 1995 itu dinyatakan lolos dalam seleksi tersebut. Hal ini juga tak lepas dari kemampuannya dalam berbahasa inggris, memiliki kecakapan dalam menyelesaikan masalah internasional, memiliki jiwa kepedulian sosial, kepercayaan diri, hingga memiliki visi ke depan.

Baca Juga:  Dulu Dikenal Sebagai Guru, Kini Dipercaya Jadi Wagub Kaltim 

Namun, langkah Rama dalam mewujudkan keinginannya itu saat ini sedang terhambat masalah biaya. Jika ingin mengikuti AYIMUN, wanita berdarah Banjar tersebut harus melakukan pembayaran dan diberi batas waktu sampai 31 Agustus 2018 mendatang. Berbagai cara seperti mengirimkan proposal pun sudah dia lakukan agar bisa mendapat bantuan dana. Namun hingga saat ini, bantuan itu tak kunjung cair.

“Baru dibantu oleh salah satu angota DPRD Bontang saja untuk biaya tiketnya. Selebihnya belum ada lagi,” ujar alumnus SMK Putra Bangsa Bontang 2013 tersebut.

Remaja yang pernah menjadi Ketua Delegasi dan Presentator terhadap Kajian Administrasi Pemerintahan Daerah di Indonesia dan Thailand dalam program Sandwich Learning Stisospol Waskita Dharma Malang dengan Universitas Burapha Thailand pada tahun lalu itu, saat ini membutuhkan dana US$ 400 atau sekitar Rp 5,8 juta. Dana tersebut belum termasuk tiket pesawat dan biaya perjalanan lainnya. Kondisi ekonomi orang tua yang pas-pasan pun juga tak membuatnya bisa berbuat banyak. Ibunya hanya bekerja sebagai buruh cuci gosok pakaian, sedangkan ayahnya sebagai penjual minuman keliling di Pasar Rawa Indah.

Baca Juga:  Mantan Kowad TNI yang Terpanggil Bantu Masyarakat

“Maka dari itu, saya sangat memerlukan bantuan dari masyarakat Bontang untuk dapat mengikuti kompetisi tersebut,” ungkapnya.

Padahal kata dia, dengan keikutsertaannya di kompetisi AYIMUN, bisa berdampak positif terhadap Bontang maupun Kaltim. Selain dalam pembangunannya, juga dalam hal budayanya. Nantinya di akhir kompetisi, para delegasi harus mengenakan baju adat dari negara masing-masing. Untuk itu sebagai ajang promosi dan pertukaran kebudayaan antara Bontang dan Kaltim dengan negara lain, dirinya berharap bisa ikut serta sehingga bisa mengenakan pakaian adat khas Bontang maupun Kaltim.

Untuk itu, dirinya berharap kepada semua pihak terutama Pemkot Bontang dan perusahaan-perusahaan agar dapat memberikan bantuannya. Jika dalam waktu pembayaran dirinya tak bisa memenuhi pembiayan tersebut, maka posisinya akan digantikan oleh delegasi lain.

“Cita-cita saya mengikuti kompetisi ini agar bisa memotivasi generasi muda lainnya tentang bagaimana mengubah dunia, dengan terlibat aktif memecahkan problem-problem Iinternasional, berpikir kritis, yang nantinya bisa ikut memberikan masukan positif bagi pembangunan di Indonesia khususnya di Bontang,” tukasnya. (***)

Baca Juga:  Belajar Autodidak dari Teman, Banjir Orderan di Hari Besar

==Tentang Rama==

Nama                    : Ramayanti Asmara

Nama panggilan     : Rama

TTL                      : Barabai, 7 April 1995

Suku                     : Banjar

Agama                  : Islam

Hobi                    : Memasak & Membaca

Cita-Cita                : Menjadi Duta Besar Republik Indonesia

 

RIWAYAT PENDIDIKAN

  • MI DDI Bontang lulus Tahun 2007
  • SMPN 8 Bontang lulus tahun 2010
  • SMK Putra Bangsa Bontang lulus Tahun 2013
  • Sekolah Tinggi Ilmu Sosial & Ilmu Politik Waskita Dharma Malang jurusan Ilmu Administrasi Negara (2015 s.d Sekarang)

 

PRESTASI & PENGHARGAAN

  • Juara 1 Lomba Cerdas Cermat Bahasa & Budaya Jepang oleh Konsulat Jenderal Jepang Surabaya Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2011
  • Perwakilan Daerah Kota Bontang dan Provinsi Kalimantan Timur dalam WORDS National Competition di Jakarta oleh American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) tahun 2012
  • Ketua Delegasi & Presentator dalam program Sandwich Learning Stisospol Waskita Dharma Malang dengan Universitas Burapha Thailand terhadap Kajian Administrasi Pemerintahan Daerah di Indonesia dan Thailand
  • Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa Stisospol Waskita Dharma Malang Tahun 2015-2016
  • Menteri Sosial Badan Eksekutif Mahasiswa Stisospol Waskita Dharma Malang Tahun 2016-2017
Tags: kisah inspiratifprestasi anak bontangwarga bontang
Share37TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Harga Telur Diklaim Turun

Next Post

68 Petugas Kesehatan Ikuti Pelatihan 

Related Posts

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan
Bontang

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan

31 Maret 2026, 08:00
Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
Membanggakan, Tiga Pelajar Bontang Raih Medali Emas di Lomba Matematika Tingkat Nasional
Bontang

Membanggakan, Tiga Pelajar Bontang Raih Medali Emas di Lomba Matematika Tingkat Nasional

24 Mei 2025, 12:13
6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang
Bontang

6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang

31 Januari 2023, 16:08
Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah
Ragam

Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

18 Desember 2020, 09:19
Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis
Feature

Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis

11 Januari 2019, 15:40

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.