• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Menanggapi Isu Lingkungan, Sekprov Minta Pemberitaan Seimbang

by BontangPost
10 Maret 2017, 13:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Rusmadi (Dok/Metro Samarinda)

Rusmadi (Dok/Metro Samarinda)

Share on FacebookShare on Twitter

 

Pembangunan Butuh Ruang

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim mengklaim telah melakukan pembangunan dengan memperhatikan dampak-dampak terhadap lingkungan. Pembangunan yang dilakukan mau tidak mau pasti membutuhkan ruang. Imbasnya pun pada lingkungan.

Meski begitu, dalam pembangunan ini, pemprov mengupayakan semaksimal mungkin agar dalam pembangunan yang dilakukan tidak merusak lingkungan.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim, Rusmadi menjelaskan, pembangunan dalam rangka pertumbuhan ekonomi harus tidak merusak lingkungan. Namun begitu, setiap pembangunan infrastruktur yang dilakukan pasti menggunakan ruang. Sehingga dalam pembangunan ini, ada konsekuensi yang menabrak ekosistem lingkungan.

“Saya ingin tanya, ada tidak pembangunan infrastruktur misalnya pembangunan jalan dan bandara yang tidak menggunakan ruang? Pembangunan tidak mungkin tidak membutuhkan ruang. Konsekuensinya apa? Yang namanya ruang ini ada ekosistem, ada lingkungan, pasti akan menabrak-nabrak ekosistem,” beber Rusmadi dalam konferensi kerja Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim pekan lalu.

Baca Juga:  Masih Ada Aktivitas di Rumah Sitaan

Persoalannya, lanjut Rusmadi, adalah bagaimana mengoptimalkan pembangunan agar lingkungan tidak menjadi rusak. Sayangnya, informasi yang berkembang di publik melalui beragam media, baik media massa maupun media sosial (medsos), lebih banyak berbicara soal dampak negatif terhadap lingkungan.

Semestinya, pemberitaan yang ada terkait pembangunan ini juga disajikan secara berimbang, dilihat dari sisi-sisi positifnya.

Dalam pembangunan ini, kata Rusmadi, pemprov sudah menyusun Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW). RTRW ini sudah dijadikan sebagai peraturan daerah (perda) dengan proses dialog publik  yang sudah dilakukan.

Dia tidak memungkiri bila perda ini memiliki kekurangan. Namun begitu, dia meminta masyarakat untuk tidak terus-menerus menyerang pemerintah dengan isu-isu lingkungan. Yang dampaknya dapat menghambat proses pembangunan itu sendiri.

Baca Juga:  Diserbu Warga Luar Daerah, Penduduk Miskin Samarinda Melonjak 

“Kalau ada kekurangan (RTRW, Red.) iya. Tetapi kemudian kalau kami dihajar terus dengan isu lingkungan hingga mematikan investasi, apakah pembangunan dan upaya-upaya kami untuk mentransformasi ekonomi, upaya-upaya memberikan kesempatan kerja, bisa terbantu?” terangnya.

Karenanya, Rusmadi berharap media massa juga dapat memberikan edukasi kepada lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan masyarakat agar berbicara secara seimbang. Yaitu dengan memperhatikan semua aspek secara komprehensif dan integral. Bahwa tidak ada pembangunan yang tidak menggunakan ruang, bila menggunakan ruang pasti berdampak pada lingkungan.

“Intinya perlu ada upaya untuk memberitakan hal-hal yang kemudian menjadi tujuan kami dalam membangun kaltim menjadi lebih baik seperti yang diinginkan masyarakat,” sebut Rusmadi.

Baca Juga:  Terbukti Bebani Anggaran Daerah, Pemprov Diminta Tak Lagi Gunakan APBD untuk MYC

Menurutnya, kerja baik yang dilakukan pemerintah bisa menjadi sia-sia bila media tidak ikut menempatkan posisi sebagai bagian dari pembangunan. Menurutnya peran media massa penting dalam kaitannya dengan kepercayaan masyarakat. Dalam hal ini masyarakat percaya dengan informasi yang disampaikan oleh media massa.

“Bahkan yang putih pun bisa menjadi hitam gara-gara media. Jadi kebijakan pemerintah, kerja baik pemerintah bisa jadi hitam kelam karena peran media,” tandasnya. (luk)

Tags: isu lingkunganMetro Samarindapembangunan Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Isran Melesat ke Puncak Poling Pilgub

Next Post

Bontang Post Lolos Dramatis, Di Futsal Kaltim Post Cup 2017

Related Posts

Peringatan Hari Lingkungan Hidup-Laut Sedunia: Kaltim Darurat, Lingkungan Sekarat
Kaltim

Peringatan Hari Lingkungan Hidup-Laut Sedunia: Kaltim Darurat, Lingkungan Sekarat

10 Juni 2024, 10:24
Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.