Akan Dekat dengan Wong Cilik
DEWAN Pimpinan Daerah (DPD) II Ikatan Keluarga Paguyuban Keluarga Tanah Jawi (Ikapakarti) Bontang telah memiliki pemimpin baru. Meski sempat mengalami penundaan, musyawarah daerah (musda) yang berhasil diadakan Sabtu (25/3), menghasilkan Dasuki sebagai pemegang tongkat estafet kepemimpinan DPD II Ikapakarti Bontang.
Jalan panjang harus dilalui Dasuki saat “bertarung” dalam perebutan kursi Ketua Ikapakarti Bontang. Sebelum musda pertama digelar pada November 2016, beberapa tokoh jawa dari berbagai paguyuban meminta Dasuki untuk maju mencalonkan diri sebagai ketua dalam musda. Namun, Dasuki tak langsung menerimanya begitu saja. “Saya meminta untuk disurvei terlebih dulu. Apakah benar-benar mau saya maju atau tidak,” kata Dasuki saat dihubungi, kemarin (26/3).
Hasil survei yang diadakan, Dasuki ternyata dikehendaki 23 paguyuban dari 30 paguyuban yang tergabung dalam Ikapakarti, untuk maju sebagai ketua. Karena menurut Dasuki ini merupakan amahan, maka dia memutuskan untuk maju. November 2016, Musda Ikapakarti Bontang dimulai. Dalam musda tersebut, pemilihan ketua dikehendaki dengan musyawarah. Ternyata, terjadi deadlock dalam musda tersebut. “Akhirnya musda tersebut ditunda untuk sementara,” ceritanya.
Setelah tertunda lebih dari tiga bulan, musda akhirnya dilanjutkan kembali, Sabtu (25/3). Selain Dasuki, ada nama Maryono yang juga ikut menjadi calon Ketua Ikapakarti Bontang. Dalam musda tersebut, mekanisme pemilihan diserahkan kepada masing-masing kandidat. Dasuki pun memilih untuk tetap diadakan musyawarah. “Namanya saja paguyuban, kalau bisa diadakan dengan musyawarah saja,” ujar Dasuki.
Namun Maryono berbeda. Dia lebih memilih untuk dilakukan dengan voting dengan alasan ingin mengukur diri. Karena perbedaan pendapat, mekanisme pun diserahkan ke pimpinan sidang, dan disepakati mengambil cara voting. Singkat cerita, Dasuki berhasil memperoleh suara 19-11 dan dinyatakan menjadi Ketua Ikapakarti Bontang untuk periode berikutnya menggantikan Sektiono. “Saya berharap musda ini menjadi momentum warga jawa untuk guyub rukun, dan saya berjanji Ikapakarti akan menyatu, dekat dengan wong cilik,” katanya.
Sebagai Ketua Ikapakarti, Dasuki akan mempersiapkan berbagai program yang tak hanya bisa diikuti warga jawa, namun juga masyarakat umum dengan bermitra dengan kegiatan pemerintah. Dirinya juga akan mendorong paguyuban-paguyuban untuk memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT) sebagai legal formalnya. Selain itu, kegiatan kebudayaan akan diberi tempat dan dapat berkolaborasi dengan kesenian dan kebudayaan daerah lain. “UKM (Usaha Kecil Menengah) juga akan diberdayakan, seperti penjual bakso, cilok, asongan, dibuatkan wadah seperti pasar murah atau pasar kaget,” jelasnya.
Tak hanya itu, Dasuki bahkan berencana untuk mengadakan ambulan yang dapat dipergunakan baik warga jawa maupun masyarakat umum yang membutuhkan, secara gratis. Dasuki berharap, Ikapakarti dapat ikut mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat sesuai amanat Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. “Sesuai semangat Sepi Ing Pamrih, Rame Ing Gawi, masyarakatnya guyub rukun, dan bermanfaat untuk sesama,” tutup Dasuki. (zul)







