BONTANGPOST.ID, Bontang – Keterbatasan sumber daya manusia (SDM) masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan perpustakaan sekolah di Kota Bontang.
Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang, Indra Nopika Wijaya, mengatakan hingga saat ini masih banyak sekolah yang belum memiliki tenaga perpustakaan khusus untuk mengelola layanan secara penuh.
Akibatnya, sebagian besar pengelola perpustakaan masih harus merangkap tugas sebagai guru maupun tenaga administrasi sekolah.
“Salah satu tantangan terbesar saat ini adalah masih minimnya tenaga perpustakaan yang bertugas secara khusus dan menetap,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Menurut Indra, kondisi tersebut membuat pengelolaan perpustakaan belum berjalan maksimal. Petugas yang merangkap pekerjaan lain kerap kesulitan membagi waktu sehingga pengembangan layanan perpustakaan tidak dapat dilakukan secara optimal.
“Banyak pengelola perpustakaan masih menjalankan tugas ganda sehingga belum bisa fokus mengembangkan layanan perpustakaan,” katanya.
DPK Bontang terus mendorong sekolah untuk mulai menyiapkan tenaga perpustakaan yang memiliki kompetensi khusus dan dapat fokus menjalankan tugas pengelolaan perpustakaan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendukung pencapaian akreditasi perpustakaan sekolah.
“Keberadaan pustakawan yang profesional menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendukung proses akreditasi,” pungkasnya. (*)







