• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Nasib Penanganan Balita Stunting di Sidrap, Sempat Terkendala Status Wilayah

by Lutfi Rahmatunnisa'
24 Februari 2023, 15:29
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Balita stunting di Kampung Sidrap tak mendapat penanganan medis karena terkendala status wilayah

Balita stunting di Kampung Sidrap tak mendapat penanganan medis karena terkendala status wilayah

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Balita berusia 16 bulan ini hanya mampu mengonsumsi tajin alias air beras untuk menggantikan susu dalam memenuhi gizi setiap harinya.

Sebab, orangtua dari balita yang bermukim di Kampung Sidrap RT 20 Kelurahan Guntung itu tidak bisa membelikan susu lantaran harganya yang terbilang tinggi bagi mereka.

Berdasarkan informasi, kondisi ekonomi keluarga pun tengah memprihatinkan. Keluarga itu, tinggal di rumah sederhana dengan status menyewa, belum lagi harus memikirkan tanggungan utang bank.

Diketahui, kondisi bocah laki-laki tersebut mengalami stunting. Tak hanya itu, anak tersebut lahir secara prematur serta didiagnosis mengidap kelainan congenital.

Penanganan medis tidak bisa diberikan meski pihak keluarga telah mengajukan ke Dinas Sosial. Lantaran pihak Kelurahan Guntung terkendala dengan status wilayah administrasi daerah yang masuk wilayah Kutai Timur itu.

Baca Juga:  Libatkan Semua Pihak, Saeful Rizal Sebut Penanganan Stunting Harus Komperehensif

Mendengar hal itu, Wakil Wali Kota Bontang Najirah meminta agar balita tersebut segera ditangani. Terlebih, kartu keluarga masih terdaftar sebagai warga Kota Bontang.

“Seharusnya kalau sudah berhubungan dengan kemanusian tidak perlu lagi melihat KTP maupun wilayah selama bisa segera dibantu ya dibantu,” tuturnya.

Pihak Kelurahan Guntung bersama dengan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, serta Dinas Kesehatan pun langsung bergerak.

Ia sangat menyesali kejadian ini. Mengingat, penurunan stunting menjadi program utama Pemerintah Kota Bontang. Apalagi ini menyangkut hak warga negara untuk mendapatkan perhatian khususnya perihal kesehatan.

“Sekarang sudah ditangani. Semoga dengan perawatan intensif, kondisi bayi tersebut bisa pulih kembali,” pungkasnya.

Terpisah, Lurah Guntung Muhammad Fitrya Lauda Eka Prasetyo mengatakan bahwa balita tersebut sudah ditangani oleh Puskesmas Bontang Utara 2. Dalam hal ini pihaknya telah melakukan perawatan tata laksana untuk meningkatkan berat badan.

Baca Juga:  Angka Prevalensi Stunting di Kaltim Naik 1,1 Persen

“Mendapat pengawasan dari dokter anak RS Pupuk Kaltim selama 2 bulan juga,” akunya.

Kata Oda, sapaan akrabnya pihak keluarga berada dalam status rawan miskin dengan kondisi lingkungan rumah yang tidak layak huni. Oleh sebab itu, rencananya sang balita akan menjalani rawat inap dalam rangka evaluasi PMT menggunakan susu khusus. Karena selama 2 bulan berat badannya berada di angka 6,1 kg.

“Rencananya begitu. Tapi, ibu dari balita tersebut tidak berkenan putranya dirawat inap. Langkah yang kami ambil yaitu melakukan tata laksana baik dari medis maupun identifikasi lingkungan rumah,” katanya.

Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, dia juga mengatakan balita tersebut tidak pernah meminum air tajin sebagai pengganti susu.

Baca Juga:  Catatan Merah Penurunan Stunting, Bontang Tempati Posisi Paling Buncit

“Setelah kami cek ke sana ternyata info kalau balita itu konsumsi tajin tidak benar. Dia hanya konsumsi susu rendah gizi,” tandasnya. (*)

Catatan redaksi: Berita ini telah disunting dengan mengubah judul. Sebelumnya tertulis Tak Dapat Bantuan karena Status Wilayah, Balita Stunting di Sidrap hanya Minum Air Tajin. Mohon maaf atas ketidaknyamanan pembaca. 

Tags: stunting
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Tolak Penghapusan, Gubernur Isran Pertanyakan Nasib Honorer ke Presiden Jokowi

Next Post

Lapas Bontang Kolaborasi dengan Pemkot, Tingkatkan Layanan Kesehatan dan Intelektual Warga Binaan

Related Posts

21 Kasus Stunting Tersisa, Kanaan Ditargetkan Zero dalam 56 Hari
Bontang

21 Kasus Stunting Tersisa, Kanaan Ditargetkan Zero dalam 56 Hari

2 Oktober 2026, 11:00
Meski Turun ke 14,05 Persen, Stunting di Enam Kelurahan Bontang Masih Tinggi
Pemkot Bontang

Meski Turun ke 14,05 Persen, Stunting di Enam Kelurahan Bontang Masih Tinggi

24 Juli 2026, 14:00
Agus Haris Akui Pemkot Bontang Butuh Kritik, Fokus Tangani Stunting dan Kemiskinan
Bontang

Agus Haris Akui Pemkot Bontang Butuh Kritik, Fokus Tangani Stunting dan Kemiskinan

6 Maret 2026, 06:00
Stunting di Bontang Terus Turun, Diskes Bidik Angka 12 Persen Tahun Ini
Bontang

Stunting di Bontang Terus Turun, Diskes Bidik Angka 12 Persen Tahun Ini

21 Januari 2026, 12:00
Tak Mau Kalah dari Daerah Lain, Bontang Kejar Penurunan Stunting hingga 12,5 Persen
Bontang

Tak Mau Kalah dari Daerah Lain, Bontang Kejar Penurunan Stunting hingga 12,5 Persen

16 Januari 2026, 11:00
Kasus Pernikahan Dini di Bontang Masih Tinggi, Mayoritas di Kawasan Pesisir
Bontang

Kasus Pernikahan Dini di Bontang Masih Tinggi, Mayoritas di Kawasan Pesisir

22 Desember 2025, 16:25

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.