bontangpost.id – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk kapal kerap dikeluhkan nelayan Bontang.
Salah seorang nelayan Bakri Mansur mengatakan, selama ini ia sulit mendapatkan BBM untuk melaut. Bahkan, ia lebih sering membeli BBM eceran. Harganya pun cenderung lebih mahal.
“Kalau beli eceran, selisihnya sampai Rp3 ribu. Saya beli enggak cuma satu liter, minimal tujuh liter. Sudah berapa habisnya,” katanya.
Oleh sebab itu, pihaknya menginginkan adanya tambahan BBM untuk nelayan. Mengingat hal tersebut berdampak langsung bagi pekerjaan mereka.
“Enggak ada bahan bakar, kami ya enggak kerja,” ujar dia.
Diketahui, Wali Kota Bontang Basri Rase telah menyampaikan sulitnya BBM untuk nelayan tersebut kepada pemerintah provinsi.
Ia menyebut, ketersediaan BBM berkaitan erat dengan aktivitas nelayan untuk melaut. Jika demikian, ia mengharapkan pemerintah provinsi dapat menindaklanjuti hal itu, seperti adanya penambahan kuota.
Selain itu menurutnya, sektor perikanan tidak dapat hanya mengandalkan pasokan dari luar daerah, sedangkan sumber daya di perairan Bontang masih cukup banyak.
“Maka isu BBM ini menjadi penting untuk diperjuangkan, karena berhubungan langsung kebutuhan masyarakat sebagai nelayan,” sebutnya.
Adapun Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kaltim Irhan Hukmaidy menjelaskan, penyaluran BBM melalui BPH Migas. Namun penentuan kuota berdasarkan data jumlah nelayan dan data lain.
“Nah data itu yang sebenarnya kami perlukan dari pemkot, terkait dengan usulan peningkatan kuota,” pungkasnya. (*)







