• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Nelayan Masih Butuh Fasilitas Tangkap, Bupati Minta DKP Pilah Usulan Prioritas 

by BontangPost
17 Agustus 2017, 12:06
in Breaking News
Reading Time: 1 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kutai Timur (DKP Kutim) Nur Ali mengakui, pihaknya banyak mendapat permintaan dari nelayan terkait fasilitas tangkap. Sebab, kurangnya fasilitas tersebut membuat nelayan lokal kerap kalah bersaing dengan nelayan luar. Akibatnya, pasokan ikan pun terbatas. Sehingga banyak ikan yang masuk Kutim justru didatangkan dari luar daerah.

“Jadi banyak yang minta fasilitas tangkap. Semua sudah diusulkan dalam Musrembang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan),” ujar Nur Ali.

Namun, lanjut dia meski sudah diusulkan, banyak yang mengeluh. Karena dari beberapa usulan itu, ada yang tidak terealisasi, karena keterbatasan anggaran. Makanya para nelayan ingin agar bantuan langsung diberikan tanpa melalui usulan di Musrembang.

Baca Juga:  Pemkab Janji Benahi Fasilitas Wisata 

“Beberapa fasilitas tangkap yang dibutuhkan itu, diantaranya, kapal, jaring, dan beberapa fasilitas tangkap lainnya,” katanya.

Menanggapi hal itu, Bupati Ismunandar mengatakan, agar fasilitas tangkap yang diberikan tepat sasaran, sebaiknya dilakukan cek lapangan.

“Dipastikan dulu ke nelayannya, apa yang diperlukan. Jangan sampai nelayan minta diberikan lunta, tapi yang diberi malah ringgi (jaring ikan),” kata Ismu.

Selain itu, lanjut dia, DKP juga sebaiknya memilah mana fasilitas yang jadi prioritas untuk mendongkrak hasil tangkapan nelayan. Sehingga, akan membantu nelayan dalam meningkatkan ekonominya.

“Peran SKPD untuk memilih mana yang prioritas. Kalau mau instan jelas tidak bisa. Karena sudah ada mekanisme yang dibuat pemerintah,” ujarnya.

Baca Juga:  Bentuk Karakter dan Kedisiplinan, 285 Siswa SMKN 2 Dilatih Prajurit Militer

Ismu juga menyarankan, untuk pengadaan perahu bagi nelayan, sebaiknya langsung dibuat di daerah. Sebab, berkaca dari pengalaman, beberapa fasilitas yang dibuat diluar, setelah diserahkan ke nelayan justru tidak bisa dimanfaatkan.

“Berbeda kalau nelayannya sendiri yang membuat atau perajin lokal. Pasti hasilnya lebih baik. Karena mereka tahu apa yang dibutuhkan,” tutupnya. (aj)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Alat TangkapnelayanSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Hari ini Gerakan 171717 Digelar 

Next Post

Semua Pasar Pemerintah Punya Izin Lingkungan 

Related Posts

BREAKINGNEWS! Mayat Nelayan Ditemukan di Atas Kapal
Bontang

BREAKINGNEWS! Mayat Nelayan Ditemukan di Atas Kapal

5 Januari 2023, 10:17
Nestapa Nelayan Tradisional di Pesisir Kaltim, Ruang Tangkap Makin Kecil, Tersingkir Geliat Perusahaan
Kaltim

Nestapa Nelayan Tradisional di Pesisir Kaltim, Ruang Tangkap Makin Kecil, Tersingkir Geliat Perusahaan

20 September 2020, 11:25
Berjibaku 30 Menit, Keratong 170 Kg Takluk
Nasional

Berjibaku 30 Menit, Keratong 170 Kg Takluk

23 April 2020, 12:00
Nelayan Bontang Tak Gunakan Cantrang
Bontang

Bontang Belum Miliki Korwil Tim Pengawasan Terpadu

24 April 2019, 17:43
Mengapung 14 Jam, Seorang Nelayan Ditemukan Selamat
Bontang

Mengapung 14 Jam, Seorang Nelayan Ditemukan Selamat

12 April 2019, 11:31
Terdampak Pengerukan PT GPK, Nelayan Tuntut Ganti Rugi Rp 250 Juta
Breaking News

Terdampak Pengerukan PT GPK, Nelayan Tuntut Ganti Rugi Rp 250 Juta

12 Februari 2019, 18:00

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dana 10 Persen Nelayan Muara Badak Dipersoalkan, Polisi Lakukan Pemantauan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpol PP dan Dishub Kembali Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Trotoar Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.