• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Pantau Virus Korona, RSUD Tenggarong Rawat WNA Malaysia di Ruang Isolasi

by M Zulfikar Akbar
6 Februari 2020, 12:30
in Kaltim
Reading Time: 1 min read
0
Seorang Warga Negara Asing (WNA) Malaysia dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit AM Parikesit Tenggarong untuk memastikan tertular atau tidak coronavirus. (prokal)

Seorang Warga Negara Asing (WNA) Malaysia dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit AM Parikesit Tenggarong untuk memastikan tertular atau tidak coronavirus. (prokal)

Share on FacebookShare on Twitter

TENGGARONG – Seorang Warga Negara Asing (WNA) Malaysia dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AM Parikesit Tenggarong, untuk memastikan tertular atau tidak coronavirus. WNA Malaysia yang dirawat di ruang isolasi RSUD AM Parekesit bertugas di salah satu perusahaan sawit di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Pasien tersebut dari Kecamatan Kembang Janggut Kabupaten Kutai Kartanegara tiba di rumah sakit, Selasa (4/2/2020) malam dengan keluhan demam dan batuk serta nyeri tenggorokan.

“Sesuai pedoman kewaspadaan terhadap Coronavirus, kami kemudian melakukan pemeriksaan pasien ini dan sesuai definisi operasionalnya. Pasien ini masuk ke dalam pemantauan,” ujar Direktur RSUD AM Parikesit dr Martina Yulianti, Rabu (5/2/2020) saat jumpa pers.

Baca Juga:  Pasien dan Pengunjung Faskes Wajib Pakai Masker

“Sebagaimana kita ketahui. Yang pertama, kategori pemantauan ini paling ringan. Pemantauan itu kategorinya ada riwayat demam, batuk pilek atau datang dari Negara yang dinyatakan tertular. Tapi, untuk terpapar atau tidak, pasien ini jelas tidak ada,” jelas dr Martina.

Lebih lanjut, pemeriksaan dokter, pasien WNA Malaysia ini tidak punya riwayat kontak erat dengan pasien terkonfirmasi (Coronavirus) atau tidak ada riwayat berkunjung ke rumah sakit pasien tertular Coronavirus.

“Kita ketahui, pasien yang konfirmasi (Coronavirus) dirawat di Malaysia sesungguhnya adalah turis dari Wuhan datang ke Malaysia. Jadi, sebenarnya pasien kita tidak datang ke sana dan kontak kesana. Sehingga tidak memenuhi secara faktor risiko masuk kategori pengawasan. Jadi hanya pemantauan saja,” ujar dr Martina.

Baca Juga:  Akhirnya Tiongkok Cabut Status Lockdown Hubei

Untuk tata pelaksanaan pemantauan coronavirus, dr Martina mengatakan pasien cukup dengan isolasi diri sembari pemantauan kesehatan apakah ada keburukan. Apabila demam dan batuk pilek berkurang maka pasien ini dipindahkan ke ruang biasa dan pulang.

“Menurut kami tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Intinya kami berpedoman dengan Kementerian Kesehatan. Dan selalu melaporkan ke Dinas Kesehatan Provinsi,” ujarnya. (mym/kpg)

Source: Prokal
Tags: coronavirusrsud tenggarongvirus korona
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Seorang Ibu Terinfeksi Korona, Bayinya yang Baru Lahir Tertular

Next Post

Mahasiswi Kaltim dari Tiongkok Jalani Karantina di Natuna

Related Posts

Dinkes Bontang Bantah Dua Rumah Sakit Tutup, Masa Isolasi Diperpanjang
Bontang

Hasil Rapid Test, 55 Pegawai RSIB Negatif Corona

26 April 2020, 19:36
RSUD Tetap Layani Pasien Gawat Darurat, Buka IGD Sementara
Bontang

Breaking News!!! Satu Pasien Lagi Positif Covid-19

25 April 2020, 17:57
PDP Meninggal Pasca Dirujuk dari RSIB, Ini Penjelasan Manajemen
Bontang

Ini Kronologi Meninggalnya PDP Usia 8 Tahun di Bontang

24 April 2020, 20:25
PDP Meninggal Pasca Dirujuk dari RSIB, Ini Penjelasan Manajemen
Bontang

PDP Meninggal Pasca Dirujuk dari RSIB, Ini Penjelasan Manajemen

24 April 2020, 19:30
Cemas Terhadap Covid-19, Polda Kaltim dan Pemkot Bontang Buka Layanan Konseling
Bontang

Cemas Terhadap Covid-19, Polda Kaltim dan Pemkot Bontang Buka Layanan Konseling

24 April 2020, 08:00
Peminat Kapal Tinggi, Armada Bontang Dikurangi
Bontang

Klaster Gowa Dominasi Pasien Covid-19, Penumpang KM Egon Dilacak

24 April 2020, 06:25

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.