bontangpost.id – Program pemberian perlengkapan sekolah gratis bakal dilakukan Pemkot Bontang tahun ini. Namun ada perbedaan mekanisme sasaran dibandingkan periode sebelumnya. Pasalnya tidak seluruh pelajar mendapatkan bantuan ini.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memastikan hanya kelas awal yang akan menerimanya. Tepatnya kelas I SD dan VII SMP. Bahkan untuk pelajar kelas awal di jenjang SMA bakal gigit jari.
“Untuk SMA tidak ada. Karena kewenangan SMA dan SMK ada di Pemprov,” kata Kepala Disdikbud Bambang Cipto Mulyono.
Berdasarkan UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah termaktub bahwa kewenangan SMA dan SMK di pemerintah provinsi. Akan tetapi pada penyaluran 2019 silam, Pemkot Bontang masih membagikan bantuan ini hingga jenjang SMA dan SMK.
Saat dikonfirmasi apakah ada temuan penyalahgunaan regulasi terkait itu, upaya komunikasi terputus. Bahkan awak media belum mendapatkan jawaban hingga berita ini ditulis. Sinyal sasaran penerima bantuan lebih sedikit sudah mulai terlihat sebelumnya.
“Karena menyesuaikan anggaran yang terbatas. Dan untuk murid lainnya seragamnya masih bagus. Sebab selama ini pembelajaran juga lewat daring,” ujarnya.
Meski demikian, ia belum bisa memberikan informasi terkait kucuran anggaran untuk program ini. Termasuk dengan penghitungan jumlah siswa yang akan mendapatkan perlengkapan sekolah. “Kami masih belum mendata terkait itu,” ucapnya.
Tak hanya itu dipastikan untuk buku tulis juga tidak dimasukkan dalam paket perlengkapan sekolah. Sehingga hanya tas, seragam, dan sepatu yang dibantu. Sehubungan dengan mekanisme lelang, Disdikbud memiliki format. Khusus untuk sekolah negeri direncanakan dipercayakan ke tiap satuan pendidikan masing-masing.
“Seragam sekolah untuk sekolah negeri kemungkinan pakai skema penunjukkan langsung. Kalau sekolah swasta tetap ditangani Disdikbud,” tutur dia.
Saat ini regulasi perwali masih dalam tahapan penyusunan. Harapanya dengan mekanisme itu bisa memberdayakan penjahit lokal. Sementara untuk sepatu dan tas akan dilelang melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP). “Tetapi untuk tas dan sepatu sekolah negeri Disdikbud. Skenario pertama begitu. Tetapi kami juga minta arahan LKPP,” terangnya.
Diketahui pengadaan perlengkapan sekolah ini sudah dua kali terselenggara di Kota Taman. Selain 2019, Pemkot Bontang juga memprogramkan pada 2017. Khusus 2019, anggaran yang dikucurkan seluruhnya mencapai Rp 18 miliar. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan dua tahun sebelumnya yakni Rp 14,7 miliar. (*/ak)







