bontangpost.id – Pemerintah tengah mengkaji sejumlah opsi sumber air bersih bagi warga Bontang. Ini dilakukan mengingat berdasar analisa sejumlah pakar, dalam beberapa tahun mendatang, air tanah yang merupakan sumber tunggal air bersih di Bontang diprediksi akan habis.
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Hasdam mengatakan, setidaknya hingga kini ada 3 opsi dipertimbangkan. Yakni memanfaatkan Waduk Marangkayu di Kukar, menunggu pembangunan Bendali Suka Rahmat di Kutim, atau menyedot air di lubang tambang PT Indominco Mandiri (IMM) yang lokasinya di perbatasan Bontang-Kukar.
“Semua opsi dipertimbangkan. Semua dikaji,” kata Andi Faizal kepada awak media usai mengikuti program vaksinasi di Auditorium 3 Dimensi, Jumat (19/3/2021).
Dari hasil kunjungannya ke Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PURK) Kaltim tempo hari lalu, memanfaatkan air di Waduk Marangkayu dinilai langkah paling cepat guna mengatasi persoalan air bersih di Bontang.
Politikus Golkar ini bilang kalau Oktober 2021 ini waduk Marangkayu rencana mulai digenangi. Merupakan proyek strategis nasional yang seluruh penganggarannya bersumber dari APBN. Untuk menunggu segalanya rampung, diprediksi butuh waktu 3-4 tahun. Ini terbilang cepat, kata Andi Faizal, ketimbang menunggu Bendali Suka Rahmat yang masih berkutat di pembebasan lahan, harus izin ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen-LHK) karena melalui Taman Nasional Kutai (TNK).
Sementara untuk sedot air di lubang tambang IMM, studi kelayakan (Feasibility study/FS) baru akan dilakukan tahun ini. Semua dicek, kualitas dan kuantitas air. Terutama soal keamanannya. Belum lagi nanti jika akan dilakukan pemasangan pipa dari IMM ke Bontang. Juga harus melewati jalan panjang. Banyak lahan warga dilalui.
“Baru mau FS tahun ini. Setelahnya proses masih panjang, jadi paling cepat itu dari Waduk Marangkayu,” beber pria yang juga Ketua ESI Bontang ini.
Lebih jauh, kata Andi Faizal, kapasitas air di Waduk Marangkayu sekitar 200 liter per detiknya. Untuk air di lubang tambang IMM dan Bendali Suka Rahmat sekitar 150 liter per detik.
Secara hitung-hitungan ongkos pun, Waduk Marangkayu lebih murah. Bontang cuma butuh pasang pipa dari waduk ke WTP Bontang Lestari. Setelahnya, air sudah bisa diniati warga.
“Saya kira itu bisa jadi opsi alternatif untuk pemenuhan air bersih di Bontang,” tandasnya. (*)







