• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Pembebasan Lahan Waduk Benanga Diadang Aturan

by BontangPost
26 Februari 2017, 13:01
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
ilustrasi

ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Upaya pemkot membebaskan lahan yang terkena proyek penguatan Waduk Benanga, Kecamatan Samarinda Utara terbentur regulasi. Berencana memberi ganti rugi kepada para pemilik lahan, cara itu tidak dibenarkan oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 14 Tahun 2016.

Meski begitu, hingga kini, warga kukuh meminta kompensasi kepada pemkot. Bermodal surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT), menurut mereka sudah cukup menjadi bukti kepemilikan lahan. Hanya hal tersebut dinilai tidak cukup oleh praktisi hukum Rusni Thamrin.

Ditemui dalam kegiatan seminar nasional di Hotel Grand Victoria, Sabtu (25/2), dia mengatakan, SPPT bukan bukti kepemilikan. Itu mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960. “SPPT tidak bisa dijadikan dasar hukum kepemilikan tanah. Bukti hak milik itu berupa sertifikat,” ujar pria yang rektor di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Awang Long Samarinda itu.

Baca Juga:  Rita Bantah Keterlibatan Safaruddin

Bahkan, dengan status lahan SPPT, pemerintah masih punya kuasa atas lahan tersebut. “Masih ada unsur sosialnya. Bila pemerintah menginginkan, itu (lahan) bisa saja dialihkan menjadi kepentingan umum,” tutur dia.

Menurutnya, masyarakat memang harus lebih memahami soal regulasi agrarian. Sebab, hingga kini, kekeliruan pemahaman tentang aturan tersebut masih sering ditemui. “Bukan kesalahan masyarakat, tapi perlu ada sosialisasi dari pemerintah. Apalagi dengan adanya larangan hibah,” beber Rusni.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Universitas Hasanuddin Makassar Prof Farida Patittingi menambahkan, regulasi pertanahan memang tergolong kompleks. “Karena terkadang peraturan perundangan-undangan sendiri yang menimbulkan permasalahan,” ungkap dia.

Tidak hanya itu, peraturan itu juga kerap berbenturan dengan sejarah. Dia mencontohkan regulasi kawasan hijau seperti bantaran sungai yang harus steril dari bangunan. Terbukti kini masih sangat banyak bangunan di bantaran sungai karena sudah berdiri sejak lama.

Baca Juga:  PPP Cari Calon Untuk Pilgub Kaltim

Hanya dia menegaskan, hak masyarakat pemilik bangunan tak resmi itu harus tetap dihormati. “Tidak boleh diambil alih begitu saja dengan dalil tanah negara. Apalagi ada SPPT bukti membayar pajak. Berarti kan ada iktikad baik masyarakat dengan memberdayakan tanah,” terang Farida.

Sebelumnya, akademisi dari Universitas Mulawarman Herdiansyah Hamzah mengatakan kerap menemui perkara SPPT sebagai dasar hak dalam ganti rugi. “SPPT itu memang dalam konteks penguasaan tanah saja, belum memenuhi syarat kepemilikan sebelum diterbitkan sertifikat hak milik,” ujarnya.

Bila ditinjau dari aspek keadilan, dosen Fakultas Hukum Unmul itu mengatakan, SPPT bisa jadi dasar pemberian ganti rugi. “Karena hukum itu tidak boleh dimaknai kaku. Toh, kalau SPPT tidak diakui, berarti banyak dong proses ganti rugi pembebasan lahan yang tidak sah karena rata-rata hanya memiliki SPPT,” jelasnya.

Baca Juga:  Timsel dan KPU RI “Adu” Hemat Bicara 

Selain itu, Castro,sapaannya menyebutkan, dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum, dalam pasal 2 disebutkan, asas kepastian itu ditempatkan di bawah asas kemanusiaan dan keadilan. “Artinya, dalam proses pengadaan tanah itu seharusnya jauh lebih mempertimbangkan derajat kemanusiaan dan keadilan. Termasuk dalam pengakuan SPPT itu sebagai alas hak dalam proses ganti rugi,” tutupnya. (*/dq/ndy)

Tags: Metro Samarindapembebasan lahanwaduk benanga
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kostum Duyung Makin Diminati

Next Post

Keluarga Tolak Autopsi, Penyidikan Penyebab Kematian Sopir Bus Dihentikan 

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.