• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Pengelolaan Perairan Banyak Tumpang Tindih 

by BontangPost
24 Juli 2018, 11:34
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
ZONASI: Sering kali penggunaan wilayah laut tumpang tindih antara transportasi, Pertamina, dan nelayan. Karena itu, tahun ini DPRD Kaltim akan menyusun zonasi wilayah laut.(DOK/METRO SAMARINDA)

ZONASI: Sering kali penggunaan wilayah laut tumpang tindih antara transportasi, Pertamina, dan nelayan. Karena itu, tahun ini DPRD Kaltim akan menyusun zonasi wilayah laut.(DOK/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Pengelolaan wilayah perairan untuk pengembangan ekonomi dinilai belum maksimal. Bahkan masih terjadi tumpang tindih antara wilayah laut yang dimanfaatkan masyarakat dan perusahaan. Oleh karena itu, DPRD Kaltim akan menyusun peraturan daerah (perda) yang secara khusus mengatur zonasi wilayah perairan.

Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun mengungkapkan, selama ini Kaltim baru menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Namun tata ruang tersebut belum menyentuh secara khusus zonasi laut.

“Makanya sekarang kami sedang buat Perda RZWPPK (Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau Kecil, Red.). Intinya itu adalah perda yang mengatur tata ruang di wilayah laut. Kalau di darat, ada RTRW. Sedangkan di RZWPPK itu khusus di laut,” ungkapnya, Senin (23/7) kemarin.

Baca Juga:  LPG Meledak, Empat Orang Jadi Korban, Ledakan Terdengar hingga 60 Meter 

Menurut Samsun, penataan tersebut akan didasarkan pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Merujuk pada aturan tersebut, pemerintah daerah dapat mengelola laut di jarak nol hingga 12 mil.

“Karena kami yakini, sumber daya laut itu jauh lebih besar dibandingkan sumber daya yang ada di darat. Nah, peruntukannya harus kami tata. Supaya tidak ada tumpang tindih,” ucapnya.

Penataan tersebut, lanjut Samsun, meliputi zonasi perairan untuk transportasi laut, wilayah operasi nelayan, hingga wilayah penggunaan lain seperti perusahaan tambang dan minyak.

Hal itu juga meliputi zonasi perairan yang dikelola PT Pertamina. Karenanya, panitia khusus (pansus) yang menyusun perda tersebut sedang mendata wilayah-wilayah perairan yang digunakan perusahaan swasta dan pemerintah.

Baca Juga:  Banjir IR Sutami Tak Masuk Ranah Pemkot 

“Zona wilayah-wilayah itu sedang kami gali. Apakah zona itu akan sesuai peruntukannya atau akan kami ubah. Karena ada kawasan-kawasan konservasi dan kawasan lindung untuk hutan bakau. Kan itu tidak boleh tumpang tindih dengan wilayah industri,” ujar Samsun.

Sejauh ini, pihaknya belum mendapat laporan zonasi wilayah laut yang digunakan PT Pertamina. Namun perusahaan berpelat merah tersebut akan membuat tim khusus untuk mengadakan mediasi antara Pertamina dan Pansus RZWPPK.

Pasalnya, data pemanfaatan wilayah laut bisa didapatkan dari PT Pertamina, perusahaan swasta, dan pihak-pihak lain yang menggunakan zona laut. Pansus juga akan mempelajari data dari Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup (BLH), dan perwakilan nelayan.

Baca Juga:  Dana Desa Kaltim Capai Rp 2,2 Triliun 

“Nanti tanggal 25 Juli ini DPRD akan bekerja sama dengan DKP (Dinas Perikanan dan Kelautan, Red.). Kami akan adakan FGD (focus group discussion, Red.) yang melibatkan semua pihak. Kami ingin membahas wilayah zonasi ini,” bebernya.

Kata Samsun, Perda RZWPPK tersebut akan digunakan selama 20 tahun. Karenanya, perda itu meliputi rencana pengembangan wilayah perairan di Benua Etam selama kurun waktu dua dekade. “Karena itu, ini kesempatan pengaturan zonasi yang disambut baik oleh Pertamina,” tutupnya. (*/um)

Tags: Metro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sehari, DLH Incar 500 R4 Uji Emisi 

Next Post

Gaji Tambahan untuk Ribuan Guru Honorer, Disdik Gelontorkan Rp 30 Miliar 

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.