• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Penjual Ayam Pertanyakan Kebijakan Pemerintah 

by BontangPost
11 Agustus 2018, 11:31
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
MULAI NORMAL: Harga sejumlah sembako di pasar tradisional di Samarinda mulai mengalami penurunan.(DOK/METRO SAMARINDA)

MULAI NORMAL: Harga sejumlah sembako di pasar tradisional di Samarinda mulai mengalami penurunan.(DOK/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Menyikapi melonjaknya harga ayam beberapa saat lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengambil kebijakan dengan meminta para pedagang menjual ayam dengan sistem kiloan, bukan lagi perekor. Instruksi itu pun telah disebarkan dengan surat edaran yang telah ditandatangi Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang tertanggal 1 Agustus 2018.

Salah satu penjual ayam di Pasar Segiri Jalan Pahlawan, Mandariah mengaku, sampai saat ini belum pernah mendengar instruksi Pemkot Samarinda itu. Walaupun sempat ada isu yang beredar bahwa pemerintah bakal menetapkan sistem jual ayam dengan kiloan, namun tetap saja ia menilai hal tersebut tidak masuk akal.

“Pemerintah tidak masuk akal dengan menetapkan kebijakan seperti itu. Dan saya yakin teman-teman pasti banyak yang tidak setuju,” tutur dia, saat disambangi media ini di lapaknya di Pasar Segiri, Jumat (10/8) kemarin.

Menurut dia, sangat sulit menjual harga ayam dengan sistem kiloan. Karena kebanyakan para pedagang di pasar mengambil ayam dari pengepul. Dan pengepul sendiri mengambil ayam-ayam tersebut dari peternakan. Dari awal sistem pembeliannya memang menggunakan sistem per ekor.

Baca Juga:  Sahabat Ombudsman Bersurat ke Presiden

“Masalahnya semua daerah di sekitar Samarinda mengambil ayam di sini, seperti Bontang, Tenggarong, Muara Ancalong, Sangatta dan beli pasti pakai sistem ekor bukan kiloan. Sekali ambil ayam bisa sampai 50 ekor, dengan jumlah sebanyak itu jika mau dihitung kiloan seperti apa?” tutur dia.

Belum lagi ada kekhawatiran pedagang yang akan merugi jika menjual dengan sistem kiloan. Mardaniah berkata, jika ayam telah bermalam, dengan artian tidak habis kemudian didinginkan menggunakan es batu, maka itu akan mempengaruhi bobotnya. Membuat timbangan ayam menjadi berkurang.

“Kalau timbangannya kurang kami lagi yang merugi, sudah untungnya tidak seberapa. Belum lagi orang-orang yang matanya tidak bisa terlalu jeli melihat angka di timbangan. Perlu tempat lagi untuk taruh timbangan,” keluh Mardaniah.

Kendati demikian, ia mengaku, untuk saat ini harga ayam sudah mulai turun. Ayam dengan ukuran sedang hanya dijual seharga Rp 45 ribu dan yang agak besar Rp 65 ribu. Kembali ke sistem awal sebelum lebaran.

Baca Juga:  Senin, DPR Akan Putuskan Seleksi KPU-Bawaslu

Walaupun harga ayam sudah turun, ia berkata, masih minim pembeli karena di pasar kebanyakan yang membeli hanya ibu rumah tangga dengan hitungan satu hingga dua ekor ayam. “Beda dengan pengepul. Mereka langsung datang ke warung-warung jual banyak,” ungkap Mardaniah.

Menurunnya harga ayam ini, tutur dia, karena ada pasokan ayam dari Banjarmasin. Sehingga menambah pasokan ayam yang ada di Samarinda sendiri. “Kalau kemarin peternak keluarkan ayam sedikit-sedikit makanya harganya mahal. Sekarang sudah ada ayam dari Banjarmasin baru mereka keluarkan stoknya. Makanya harganya pun jadi turun,” ungkap dia.

Terpisah, salah satu penjual di Pasar Pagi, Eri mengatakan, ia tak masalah dengan adanya kebijakan tersebut. Selama pedagang tidak merugi. “Tidak apa-apa jika kami disuruh jual dengan sistem kiloan. Namun, kembali lagi penetapan harga kiloannya jangan sampai malah merugikan pedagang ayam. Pemerintah juga harus memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan kami,” ungkapnya.

Serupa dengan Mardaniah, ia juga mengaku, walaupun harga ayam sudah turun namun masih minim pembeli. Sehingga pedagang pun masih merasa kesulitan. “Itu banyak penjual ayam yang jualan Cuma sampai siang, tidak ada yang membeli,” ujarnya. (*/dev)

Baca Juga:  Serial Karang Mumus (27), Peta Kekayaan Karang Mumus

INFO HARGA SEMBAKO

Harga Sembako di Pasar Segiri

Nama Barang   Pekan Lalu       Pekan Ini
Daging Sapi      Rp 125 ribu       Rp 125 ribu
Daging Ayam    Rp 50 ribu         Rp 45 ribu
Bawang Merah Rp 38 ribu         Rp 22 ribu
Bawang Putih   Rp 38 ribu         Rp 22 ribu
Cabai                Rp 55 ribu         Rp 30 ribu
Telor                Rp 53 ribu         Rp 48 ribu

Harga Sembako di Pasar Pagi

Nama Barang   Pekan Lalu       Pekan Ini
Daging Sapi      Rp 125 ribu       Rp 125 ribu
Daging Ayam    Rp 50 ribu         Rp 40 ribu
Bawang Merah Rp 40 ribu         Rp 28 ribu
Bawang Putih   Rp 40 ribu         Rp 28 ribu
Cabai                Rp 75 ribu         Rp 40 ribu
Telor                Rp 53 ribu         Rp 48 ribu

Sumber Data: Dihimpun Metro Samarinda

Print Friendly, PDF & Email
Tags: KebijakanMetro SamarindaPedagang Ayam
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

ODGJ Perlu Perhatian Masyarakat 

Next Post

Sawit Penyumbang Ketiga PDRB Kaltim 

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ironi Pajak Walet Bontang: Bangunan Ratusan, Setoran Nol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.