Tingkatkan Kapasitas Pabrik Pengelolaan Kelapa Sawit
SANGATTA – Terhitung 30-31 Mei 2017, PT Karyanusa Eka Daya (KED) melaksanakan sidang Analisis Dampak Lingkungan (Andal) Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) di Hotel Royal Victoria Sangatta. Kegiatan ini dalam rangka membahas perubahan Andal atas rencana pengembangan pabrik pengelolaan kelapa sawit perusahaan di daerah Telen dan Muara Wahau, Kutim.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah pihak, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kesehatan (Dinkes), dan sejumlah instansi termasuk beberapa stakeholder lainnya.
Administrator PT KED Sumarno mengatakan kegiatan ini membahas agenda Andal perusahaan yang dipimpinnya. Dimana PT KED berencana melakukan peningkatan kapasitas pabrik pengelolaan kelapa sawit yang telah terbentuk sejak tahun 2011 lalu.
“Seperti diketahui, untuk program ekstensifikasi pengembangan lahan perusahaan sudah tidak memungkinkan. Makanya, kami melakukan peningkatan Andal untuk mengakomodir pengembangan intensifikasi perusahaan,” katanya kepada media ini.
Di antara pengembangan intensifikasi itu yakni, peningkatan kapasitas olah pabrik, penambahan pembuatan pabrik KCP atau pengolahan palm kernel oil (PKO). Selain itu, ke depan juga tidak menutup kemungkinan ada program serupa yang dikembangkan PT KED.
“Selama dua hari, kami melakukan diskusi dengan pihak DLH Kutim membahas hal-hal teknis terkait itu. Begitu juga dengan unsur muspida, mulai dari kecamatan, perangkat desa, dan stakeholder di ring satu dan dua di Kutim ikut terlibat pada kajian Andal ini,” katanya.
Diharapkan, melalui kegiatan ini, usulan adendum Andal yang pernah dimiliki pihaknya dapat berjalan lancar dan segera mendapatkan hasil. Karena seperti kajian atas dampak yang ditimbulkan, baik dari produksi, lingkungan, dan masyarakat telah dilakukan.
“Adanya peningkatan pabrik pengelolaan kelapa sawit, tentu akan berdampak pada peningkatan jumlah angkutan produksi dan aktifitas. Hal-hal semacam ini nanti akan kami sampaikan kepada masyarakat, agar semuanya bisa memahami dampak dan manfaat dari peningkatan produksi tersebut,” tutur Sumarno.
Dia menyebutkan sejak beroperasi 2005 silam sampai saat ini, PT KED telah mengelola hasil perkebunan dari tandan buah segar (TBS) ke minyak crude palm oil (CPO). Dengan peningkatan andal, diharapkan perusahaan yang memiliki perkebunan seluas 14.622 hektar areal (ha) ini dapat melakukan hilirisasi hasil CPO.
“Kami ingin, hasil dari perkebunan kepala sawit yang kami miliki dapat dikembangkan dan dikelola lagi dalam berbagai bentuk. Supaya ke depan semua hasil sawit dapat memberikan manfaat yang lebih luas lagi kepada perusahaan, masyarakat, dan daerah,” katanya.
Dirinya berharap melalui investasi perkebunan kelapa sawit bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Sebab hal tersebut telah menjadi komitmen pihaknya memajukan dan mensejahterakan masyarakat melalui hasil pengelolaan perkebunan kelapa sawit.
“Makanya, kami sangat mengharapkan support dari semua stakeholder, terutama dari pemerintah dan masyarakat. Kami percaya, tanpa dukungan keduanya, kami akan sulit melakukan pengembangan terhadap hasil dan pabrik pengelolaan kelapa sawit,” tandasnya.
Untuk diketahui, PT KED memiliki beberapa program pemberdayaan masyarakat. Antara lain pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan pola kemitraan, pendidikan meliputi beasiswa dan honor guru, dan kesehatan berupa pengobatan gratis dan sunatan massal. Ada pula beberapa kegiatan sosial, berupa pemberian bantuan pembangunan rumah ibadah. (drh/adv)







