BONTANG – PT Kaltim Parna Industri (KPI) menyerahkan dua alat peraga untuk dua sekolah di Bontang. Alat peraga tersebut bisa digunakan masing-masing sekolah untuk kegiatan praktik baik untuk jurusan mesin maupun listrik. Dengan harapan, bantuan alat peraga tersebut bisa mencetak lulusan yang siap bekerja di industri.
Direktur HRD dan GA PT KPI Abdullah Matadji mengatakan, bantuan yang diberikan yakni beberapa alat yang sudah tidak terpakai di industri. Dua sekolah yang mendapat bantuan tersebut ialah SMKN 1 Bontang dan SMK All Truck.
Dalam sambutannya, Matadji menyampaikan sejarah terbentuknya industri pertama yakni Urea Pertamina (Urna) yang saat ini ialah Pupuk Kaltim. “Karena saat ini sudah banyak industri di Bontang, dengan rencana hadirnya Pertamina di Bontang, semoga menjadi kiblat industri dunia,” jelasnya, Selasa (31/1) kemarin.
Dikatakan dia, dalam mencetak lulusan yang berkompeten, pihaknya akan memberikan kesempatan baik ke sekolah negeri maupun swasta.
Selain itu, PT KPI juga memberikan kesempatan untuk para siswa yang jurusannya sesuai untuk Praktik Kerja Lapangan (PKL) di KPI. “Ini bentuk kepedulian kami, dalam mencetak generasi penerus, mudah-mudahan kepedulian kami bermanfaat dan mencetak generasi yang terampil,” harapnya.
Adapun alat peraga yang diberikan ialah berupa induction motor, centrifugal pump, serta control pulp “Dan satu alat lagi masih disiapkan oleh PT KPI,” tambahnya
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Bontang Kasman Purba mengatakan, bantuan alat peraga yang diberikan KPI bisa digunakan untuk keperluan praktik di jurusan listrik. “Kami sangat terbantu oleh KPI, mudah-mudahan alat peraga ini bisa benar-benar dimanfaatkan oleh para guru untuk diajarkan kepada murid-muridnya,” ungkapnya.
Kasman juga berharap, kompetensi para siswanya bisa sesuai dengan harapan dunia industri. Sehingga dirinya mengharapkan ketika industri mencari tenaga kerja baru, maka lulusan SMKN 1 Bontang bisa direkrutnya.
Terpisah, Kepala SMK All Truck Marlon mengucapkan terima kasih kepada KPI yang sudah berpartisipasi dalam dunia pendidikan di Bontang. Marlon berharap semoga bisa diimplementasikan di jurusan All Truck dengan memberikan semangat belajar dari adanya alat peraga ini. “Ini juga bisa dilihat oleh siswa lainnya di Bontang bahwa SMK All Truck mempunyai alat peraga yang didukung oleh perusahaan,” pungkasnya. (mga/adv)






