• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

PTSL Kurang Direspon Masyarakat

by BontangPost
3 Oktober 2018, 11:52
in Bontang
Reading Time: 1 min read
0
Hardiyanto(DOK/BONTANG POST)

Hardiyanto(DOK/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) kurang mendapat respon dari masyarakat. Pasalnya, dari 7.800 sertifikat gratis yang sudah diterbitkan, masih terdapat 4.000 sertifikat yang tak diambil. Hal tersebut dikarenakan pemilik sertifikat harus melunasi pajak atau Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPH) Bontang Hardiyanto mengatakan, program PTSL di tahun 2017 tersebut awalnya akan dibagikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Namun, rencana tersebut batal dan masyarakat bisa mengambilnya sendiri ke BPN Bontang. “Baru sekira 3.000an yang sudah terbagi, sisanya masih belum diambil oleh masyarakat,” jelas Hardiyanto, Selasa (2/10) kemarin.

Dijelaskan bahwa untuk mengambil sertifikat tanah, masyarakat atau pemilik sertifikat memang harus melunasi BPHTB. Namun demikian, pembayaran BPHTB bisa dilakukan setelah sertifikat diterima. “Artinya bisa dibayarkan belakangan,” ujarnya.

Baca Juga:  Kiriman Blangko SIM Belum Mencukupi 

Untuk jumlah bidang tanah yang wajib membayar BPHTB, Hardiyanto menyatakan luas tanah dengan harga Rp 60 juta ke atas. Sementara harga tanah di bawah Rp 60 juta tidak dikenakan biaya pajak atau BPHTB. “Besarannya juga tidak terlalu besar, karena setiap BPHTB dibayarkan 5 persen dari harga tanah tersebut,” terang dia.

Hardiyanto pun mengimbau agar masyarakat Bontang yang sudah mengajukan program sertifikat massal tahun 2017 lalu segera mengecek namanya di kelurahan masing-masing. Jika namanya terdata, maka dapat segera mengambil ke Kantor BPN yang berada di Jalan Pupuk Raya, Kelurahan Loktuan. “Masyarakat sekaligus membawa surat tanah asli dan bukti pembayaran pajak atau BPHTB,” ungkapnya.

Baca Juga:  Hhmm Sereemm... Ini Video Kuyang Gegerkan Warga Bontang

Sementara itu untuk tahun 2018 ini, BPN Bontang ditarget oleh pemerintah pusat untuk dapat menerbitkan sertifikat terhadap 8.000 bidang tanah. Namun karena tidak bisa dipenuhi, akhirnya  2.000 dikembalikan ke kantor wilayah Kalimantan Timur untuk dapat diserahkan ke kabupaten/kota lainnya.

BPN pun, lanjut dia, telah melakukan pengukuran sekitar 6.971 bidang. 200 di antaranya sudah siap untuk diterbitkan sertifikatnya. Adapun beberapa kendala yang dialami pihaknya adalah  adanya tumpang tindih kepemilikan, serta lahan yang telah diukur merupakan bekas area hutan lindung. (mga)

Tags: bontangSertifikat Tanah
Share1TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Tempuh Jalur Laut, Berangkatkan Dua Truk 

Next Post

Hari Ini, Derby Bontang Tersaji

Related Posts

Cara Pisah Sertifikat Tanah Tanpa Menghapus Sertifikat Induk, Ini Syarat dan Prosedurnya
Nasional

Cara Pisah Sertifikat Tanah Tanpa Menghapus Sertifikat Induk, Ini Syarat dan Prosedurnya

29 Juni 2026, 13:09
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00
Dua Tahun Tanah Terlantar atau Tidak Dimanfaatkan, Statusnya Bakal Jadi Tanah Negara
Kaltim

Dua Tahun Tanah Terlantar atau Tidak Dimanfaatkan, Statusnya Bakal Jadi Tanah Negara

20 Juni 2025, 13:32
Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes
Kriminal

Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes

20 Desember 2023, 12:00
Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot
Bontang

Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot

23 Januari 2022, 17:23

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.