• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Pulau Bakungan Harus Dievaluasi 

by BontangPost
5 April 2018, 11:31
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Rusianto(MUBIN/METRO SAMARINDA)

Rusianto(MUBIN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Kasus dugaan pengusiran wisatawan lokal yang dilakukan pengelola Pulau Bakungan di Kabupaten Berau warga negara asing berpaspor Jerman, Sabtu (31/3) lalu disikapi DPRD Kaltim. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau diminta segera mengevaluasi manfaat pengelolaan pulau tersebut. Khususnya kontribusi pengelolaan pulau bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Rusianto menyebut, sejak bertahun-tahun pulau yang populer dengan sebutan Virgin Cocoa tersebut belum memberikan kontribusi bagi PAD Berau. Meski berstatus pulau terluar yang wewenangnya berada di tangan pemerintah pusat, Pemkab Berau tetap memiliki wewenang dan tanggung jawab atas Pulau Virgin.

Pengelolaan pulau terluar seperti Bakungan, lanjut dia, nyaris tidak pernah melibatkan pemerintah. Baik dalam perizinan maupun share pendapatan. Karena hanya pemilik lahan, pengelola, dan pemerintah pusat yang mengikat perjanjian. Sehingga tidak ada pemasukan bagi pemerintah setempat.

Baca Juga:  Kekuatan Paslon Sama Kuat, Pilgub Diyakini Bakal Dinamis

“Cara itu harus segera dievaluasi. Minimal pengelolaan Pulau Bakungan harus punya imbas bagi PAD Berau. Karena itu masuk wilayah Berau,” kata anggota Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu, belum lama ini.

Menurut dia, timbulnya kasus tersebut karena tidak adanya pengawasan dari Pemkab Berau. Ke depan bila pengawasan ditingkatkan, sistem pengelolaan pulau tidak akan sepenuhnya berada di tangan pihak asing.

Lebih lanjut Rusianto menegaskan, Pemkab Berau perlu membuat aturan agar pengelolaan pulau tidak sepenuhnya diberikan pada pihak asing atau swasta.

Bila belum ada dasar hukumnya, Pemkab Berau terlebih dulu membuat Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur kontribusi pulau yang dikelola pihak asing. Dalam aturan tersebut, pengelola harus didorong untuk bekerja sama dengan pemerintah setempat.

Baca Juga:  KT 1 Terperosok di Tanjakan, Pembebasan Lahan Masih Jadi Soal

“Perda tidak hanya mengatur secara khusus Pulau Bakungan, tetapi juga pulau terluar seperti Pulau Pabahanan. Pulau-pulau yang dikelola swasta baik asing maupun lokal harus memberikan kontribusi bagi peningkatan PAD,” serunya.

Dia mengaku prihatin dengan pola pengelolaan pulau daerah yang dikenal memiliki beragam destinasi wisata itu. Termasuk penggunaan dolar yang diterapkan bagi setiap wisatawan yang ingin berkunjung di pulau. Cara itu dinilai tamparan bagi pemerintah daerah dan nasional.

“Jika masih menggunakan dolar untuk masuk di pulau, usir saja mereka yang mengelola pulau itu. Kita sebagai pemilik daerah seolah tidak dihargai. Di Bali saja, wisatawan dari mana saja harus memakai rupiah,” tegasnya. (*/um)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Metro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Jatam Desak Pertamina Ganti Rugi

Next Post

Mahasiswa Segel Terminal BBM

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.