• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Kekuatan Paslon Sama Kuat, Pilgub Diyakini Bakal Dinamis

by BontangPost
7 Februari 2018, 11:34
in Breaking News
Reading Time: 4 mins read
0
(Net)

(Net)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Perebutan kursi kekuasaan di tanah Borneo pada perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 diprediksi bakal berlangsung cukup ketat. Selain dikarenakan kekuatan dari masing-masing bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang diyakini sama-sama kuat. Mereka yang bertarung pada Pilgub kali ini kebanyakan wajah-wajah baru dan punya pengaruh tersendiri di masyarakat.

Empat pasangan calon (paslon) yang telah mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim awal Januari lalu, antara lain, Syaharie Jaang dan Awang Ferdian Hidayat, Rusmadi dan Safaruddin, Isran Noor dan Hadi Mulyadi, serta Andi Sofyan Hasdam dan Nusyirwan Ismail.

Dari sisi kekuatan politik, duet Jaang secara profil adalah Wali Kota Samarinda dua periode. Sedangkan pasangannya Ferdian adalah mantan anggota DPD RI dan kini menjabat anggota DPR RI. Kedua pasangan ini diusung koalisi Partai Demokrat, PKB, dan PPP.

Selain itu, keduanya juga mendapatkan dukungan dari partai Perindo dan PBB. Sedangkan duet lainnya, Rusmadi dan Safaruddin. Dari latar belakang, Rusmadi adalah mantan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim dan Ketua Ikatan Paguyuban Keluarga Tanah Jawi (Ikapakarti) Kaltim.

Adapun sosok Safaruddin adalah mantan Kapolda Kaltim, dengan pangkat Irjen Pol. Duet Rusmadi dan Safaruddin diusung koalisi partai PDI Perjuangan dan Hanura. Adapun duet Isran Noor dan Hadi Mulyadi juga dua sosok politikus berpengalaman di Kaltim.

Isran merupakan mantan Bupati Kutim dua periode dan juga mantan ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi). Sedangkan Hadi Mulyadi adalah mantan anggota DPRD Kaltim dan kini dipercaya duduk di Senayan sebagai anggota Komisi VI.

Duet keduanya diusung oleh koalisi nasional tiga serangkai yakni Partai Gerindra, PAN, dan PKS. Sedangkan untuk duet Andi Sofyan Hasdam dan Nusyirwan Ismail, tampil sebagai perwakilan koalisi Partai Golkar dan NasDem. Secara profil, Sofyan Hasdam adalah mantan Wali Kota Bontang dua periode.

Selain itu, Sofyan Hasdam saat ini menjabat Pelaksana Tugas (Plt) DPD Golkar Kaltim dan Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kaltim. Nusyirwan Ismail sendiri adalah Wakil Wali Kota Samarinda. Jabatan tersebut sudah dua kali dia duduki.

Baca Juga:  Sampah Berserakan, Petugas Kelelahan 

Pengamat Politik Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Budiman mengatakan, perebutan kursi panas gubernur dan wakil gubernur dapat dilihat dari karakter pemilih. Antara lain keputusan pemilih dapat ditentukan karena masyarakat melihat kapasitas, kapabilitas, dan elektabilitas paslon.

“Tapi di Kaltim, mayoritas pemilih tidak melihat kapasitas dan kapabilitas. Pemilih lebih banyak menentukan pilihan dengan melihat elektabilitas paslon,” kata Budiman ketika ditemui Metro Samarinda, Selasa (6/2) kemarin.

Sedangkan elektabilitas dapat ditentukan oleh aspek geopolitik, etnis, dan isitas (uang). Dilihat dari aspek geopolitik, setiap paslon memiliki kekuatan yang setara, baik paslon Jaang-Ferdi, Isran-Hadi, Sofyan-Nusyirwan, maupun Rusmadi-Safaruddin.

Menurut dia, secara geopolitik, Jaang semula pernah digadang-gadang sebagai kandidat kuat yang memenangkan kontestasi Pilgub Benua Etam. Namun itu dulu, ketika Jaang dikabarkan akan berpasangan dengan Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi.

Tapi belakangan, Jaang kemudian berpasangan dengan Awang Ferdian Hidayat. Ferdian secara geopolitik dinilai tidak memiliki basis massa yang cukup dominan. Selain itu, dominasi Jaang di Samarinda diyakini bakal pecah. Pasalnya, Samarinda memiliki dua calon yakni Jaang dan Nusyirwan.

“Ketika Jaang dikabarkan akan berpasangan dengan Rizal sebagai Wali Kota Balikpapan, maka dua kota yang memiliki dua suara mayoritas ini bisa kemungkinan besar akan memilih keduanya. Tetapi masalahnya Jaang tidak menggandeng Rizal,” katanya.

Suara pemilih untuk Jaang, kata dia, ketika berpasangan dengan Rizal akan mengantongi dua suara yang berasal dari Balikpapan dan Samarinda. Selain Kutai Kartanegara (Kukar), dua kota ini tercatat kantong suara mayoritas di Kaltim.

“Kalau saat itu Jaang-Rizal jadi berduet, tentu peluang kemenangan keduanya cukup besar. Tapi dengan keduanya pecah, tentu dukungan menjadi ikut pecah,” ujar Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unmul itu.

Baca Juga:  Rita Dijerat Pasal Pencucian Uang, KPK Akan Miskinkan Bupati Kukar 

Selain itu, perbedaan pilihan politik antara Jaang dan Nusyirwan juga menjadi alasan sehingga domininasi Jaang di Samarinda akan berkurang. Apalagi Nusyirwan juga ikut maju pada perhelatan Pilgub kali ini dengan menjadi wakil bagi Sofyan Hasdam.

“Padahal dalam sejarahnya diketahui Nusyirwan memiliki pendukung fanatik. Pada pemilu Samarinda lalu, suara mayoritas yang didapatkan Jaang tidak terlepas dari dukungan suara pendukung Nusyirwan,” sebutnya.

Sedangkan calon lainnya, Isran Noor dan Hadi Mulyadi, menurut Budiman, bahwa banyak kalangan yang berpandangan jika Isran memiliki kans besar mendulang suara mayoritas di daerah tersebut. “Tapi kenyataan membuktikan, istri Isran sendiri pernah mencalonkan diri sebagai bupati, tetapi akhirnya kalah. Artinya apa? Pemilih di Kutim sebagian besar berpotensi tidak akan memilih Isran dalam Pilgub nanti,” katanya.

Sedangkan untuk pasangan Sofyan Hasdam dan Nusyirwan, Budiman melihat, secara geopolitik memiliki kekuatan di dua wilayah berbeda, yakni Samarinda dan Bontang. “Bisa saya prediksi, pemilih Bontang akan memilih paslon ini. Paling kecil, mereka akan mendapat suara 80 persen di Bontang. Tetapi tidak menutup kemungkinan bisa sampai 90 persen,” sebutnya.

Alasan di balik suara mayoritas itu karena selama memimpin Bontang, Sofyan dikenal sebagai wali kota yang sukses membangun Kota Taman. Sedangkan Nusyirwan akan menyumbang suara dari pemilih yang berasal dari Samarinda. Pasalnya, pengaruh kepemimpinan Nusyirwan di Kota Tepian masih cukup besar.

“Tetapi pemilih di Samarinda akan terpecah, kemungkinan besar tidak akan bulat pada Jaang dan Nusyirwan. Karena ada pengaruh paslon lain yang akan merebut suara pemilih di Samarinda,” ucapnya.

Adapaun untuk pasangan Rusmadi dan Syafaruddin, Budiman mengatakan, secara geopolitik, kedua pasangan itu tidak mimiliki dominasi di salah satu kabupaten atau kota di Kaltim. “Mereka tidak pernah jadi kepala daerah di Kaltim. Jadi pemilih paslon ini kekuatannya tidak bisa dilihat secara geopolitik, tetapi bisa dianalisa kekuatannya dari aspek dukungan etnis mayoritas,” tuturnya.

Baca Juga:  Perjalanan Hidup Tri Heriyanto, Komisioner Bawaslu Kaltim (1); Gagal Masuk Tentara, Jadi Dai di Desa Terpencil

Jika dilihat dari kecenderungan pemilih Kaltim, aspek etnis bisa lebih dominan suara akan didapatkan paslon Rusmadi dan Syafaruddin. Pasalnya, Rusmadi berasal dari etnis Jawa. Sedangkan Safaruddin berasal dari Sulawesi Selatan, etnis mayoritas kedua setelah Jawa yang menetap di Kaltim.

Wikipedia, pada 2010 pernah merilis angka penduduk berdasarkan etnis di Kaltim. Etnis Jawa menduduki posisi teratas dengan jumlah 1.069.605 atau 30,24 persen. Disusul etnis Bugis dengan jumlah 735.819 atau 20,81 pesen. Di posisi ketiga diduduki etnis Banjar dengan jumlah 440.453 atau 12,45 persen.

“Jika dilihat dari angka mayoritas penduduk pemilih di Kaltim dari segi etnis, maka pasangan Rusmadi dan Safaruddin bisa menang dalam Pilgub nanti. Ini bisa saja terjadi, karena etnis mayoritas dikabarkan akan memilih paslon ini,” ungkapnya.

Budiman mengungkapkan, secara mayoritas suara etnis Jawa akan memilih paslon tersebut. Walaupun ada sebagian kecil yang akan mengalihkan suaranya pada paslon lain. Tetapi itu hanya sempalan, tidak akan berpengaruh signifikan pada suara mayoritas etnis Jawa yang akan memilih paslon Rusmadi dan Safaruddin.

Ia kemudian menganalisa suara yang berasal dari etnis Bugis. Pilihan etnis mayoritas kedua setelah Jawa ini bakal terpecah pada dua pasangan yang berbeda. Sebabnya, ada dua orang paslon yang berasal dari etnis Bugis, di antaranya Safaruddin dan Sofyan Hasdam.

Etnis tersebut memiliki organisasi yang sangat kuat di Kaltim, yakni KKSS. Organisasi ini menjadi pemasok suara yang akan didulang setiap paslon yang berasal dari etnis tersebut. “Tetapi KKSS sendiri terpecah. Yang saya ketahui, Bugis, Mandar, dan Toraja menarik diri dari KKSS. Jadi pemilih Sofyan kemungkinan besar hanya dari etnis Makassar. Sedangkan kita tahu, Makassar di Kaltim ini jumlahnya kecil,” tandasnya. (*/um/drh)

Tags: Kekuatan PaslonMetro Samarindapilgub kaltim 2018
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Hetifah Minta Menteri PAN-RB Beri Perhatian

Next Post

“Ada Persekongkolan Jahat Terhadap SBY” 

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.