• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Pulau Galang, Dulu Pusat Pengungsi, Kini Calon Tempat Observasi

by M Zulfikar Akbar
8 Maret 2020, 13:30
in Feature
Reading Time: 3 mins read
0
Gedung bekas rumah sakit di Kamp Vietnam, Pulau Galang, Batam. Gedung akan digunakan rumah sakit rujukan pasien terinfeksi virus korona. (Dalil Harahap/Batam Pos)

Gedung bekas rumah sakit di Kamp Vietnam, Pulau Galang, Batam. Gedung akan digunakan rumah sakit rujukan pasien terinfeksi virus korona. (Dalil Harahap/Batam Pos)

Share on FacebookShare on Twitter

Di Pulau Galang mereka yang terinfeksi virus korona atau penyakit menular lain akan diobservasi. Rumah sakitnya bakal bisa menampung 1.000 pasien dengan 50 ruang isolasi. Tapi, kalangan pengusaha khawatir.

EUSEBIUS S.-RIFKI S.-YULITAVIA, Batam, Jawa Pos

BANGUNANNYA memang masih berdiri, tapi rangka bajanya sudah termakan usia. Banyak yang keropos.

Seperti dilansir Batam Pos (grup Jawa Pos/Bontangpost.id), di dalam, kamar-kamar yang ada, seluruh interiornya telah rusak dan lapuk. Namun, halaman dan lingkungan sekitar bangunan masih asri dan terawat dengan baik. Pepohonan di sekitarnya juga cukup lebat.

Bekas bangunan rumah sakit di Camp Vietnam, Pulau Galang, Batam, itulah yang rencananya dijadikan pemerintah sebagai tempat rehabilitasi pasien yang terjangkit virus korona atau penyakit menular lain. Renovasi ditargetkan selesai dalam satu bulan ke depan yang mampu menampung 1.000 pasien.

”Iya, bekas rumah sakit ini akan direhab lagi sebagai tempat (rumah sakit) observasi atau penyembuhan apabila ada WNI terinfeksi virus korona. Hari ini kita sudah cek bersama Pak Basuki dan secepatnya dibangun,” ujar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat berkunjung ke Camp Vietnam Rabu lalu (4/3/2020) bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Di situlah dulu, di lokasi yang secara administratif masuk wilayah Kelurahan Sijantung, pada periode 1979–1996, sekitar 250 ribu pengungsi Vietnam ditampung. Mereka adalah ”manusia perahu” yang mengarungi lautan dengan kapal sederhana selama berbulan-bulan demi mendapatkan suaka.

Baca Juga:  Tak Mau Sebut Daerah Sebaran COVID-19, Ini Penjelasan Pemerintah

Mereka sempat terkatung-katung di lautan, sebagian juga kehilangan nyawa. Sampai akhirnya pemerintah Indonesia dan badan PBB yang menangani pengungsi (UNHCR) bersepakat menampung mereka di Pulau Galang.

Setelah sekitar 5 ribu pengungsi Vietnam terakhir dipulangkan dari sana ke negara asal pada 1996, pulau tersebut kini diubah jadi tujuan wisata. Dari pusat kota Batam, untuk bisa sampai ke ”Kampung Vietnam” itu, dibutuhkan 45 menit–1 jam bermobil dalam kondisi lalu lintas normal.

Melewati lima jembatan yang mengoneksikan tiga pulau (Batam-Rempang-Galang). Setelah melewati jembatan kelima, sampailah ke Galang. Di sepanjang perjalanan banyak lokasi wisata, baik berupa resor maupun pantai yang dikelola masyarakat.

Menteri Basuki menyebut, rencana pembangunan rumah sakit di Camp Vietnam sudah dipersiapkan dengan matang. Pembangunan akan segera dimulai dan diperkirakan memakan waktu sekitar satu bulan untuk tahap rekonstruksinya. ”Rekonstruksi dalam sebulan sudah siap,” ujar Basuki.

Namun, rencana itu memicu kekhawatiran sejumlah warga setempat. Sebab, mereka belum mendapatkan penjelasan pasti terkait keamanan jika rumah sakit tersebut benar-benar dibangun atau direnovasi nanti.

Baca Juga:  Cegah Penularan Covid-19, Kampus di Bontang Akan Diliburkan

”Ini kan mendadak tanpa sosialisasi atau pemberitahuan terlebih dahulu. Bukan apa-apa, sebagai masyarakat awam ini kami pasti khawatir karena di mana-mana disebutkan virus korona ini berbahaya,” ujar Ucok, warga Sijantung, kepada Batam Pos.

Nia, warga Sijantung lainnya, beralasan senada. Dia tidak menentang, hanya berharap ada pemberitahuan dan sosialisasi sehingga tidak menimbulkan keresahan. ”Takutnya menyebar ke mana-mana kalau nanti ada pasien (terjangkit virus korona). Semoga pemerintah perhatikan masalah ini juga,” ujarnya.

Menurut Panglima TNI Hadi Tjahjanto, pemerintah membangun atau merenovasi rumah sakit tersebut untuk menjamin kesehatan masyarakat secara umum. ”Jaminan keamanan masyarakat sekitar tentu sudah diperhitungkan secara matang. Ini rumah sakit kedua setelah Natuna dan dipastikan aman untuk lingkungan sekitar,” tutur Hadi.

Di Natuna, yang seperti Batam juga berada di Provinsi Kepulauan Riau, saat ratusan WNI (warga negara Indonesia) dievakuasi dari Wuhan pada awal bulan lalu, warga setempat juga menolak. Bahkan, kampung terdekat dengan tempat observasi atau karantina waktu itu sempat ditinggal sejumlah penghuninya. Pemicunya sama: kekhawatiran terhadap penularan virus korona.

Selain bekas rumah sakit, juga ada museum yang berisi informasi tentang pengungsi Vietnam dulu. Ada pula monumen. Juga, pemakaman sekitar 500 pengungsi Vietnam yang meninggal di tempat tersebut.

Baca Juga:  FK UI: Jambu Biji Bisa Cegah Penularan Virus Korona

Menurut Hadi, rumah sakit baru atau hasil renovasi di Pulau Galang itu akan dilengkapi 50 ruang isolasi yang sesuai dengan standar kesehatan internasional. ”Sesuai aturan kesehatan 2 persen dari seluruh kamar yang ada untuk ruang isolasi,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi mendukung langkah pemerintah pusat membangun RS khusus penyakit menular di Batam. Apalagi, Batam merupakan pintu masuk wisatawan mancanegara nomor dua setelah Bali.

”Kalau mau dibangun tentu harus yang standar internasional sekaligus, dengan peralatan dan petugas harus mumpuni. Karena yang dihadapi bukan penyakit biasa. Jika ada korban setidaknya kita sudah ada tempat khusus.”

Tapi, jaminan dan dukungan itu belum sepenuhnya menenteramkan semua pihak. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam Rafki Rasyid menyebut, isu itu sensitif untuk investor di Batam. ”Bisa saja mereka memutuskan untuk memindahkan investasinya ke daerah lain atau negara lain,” katanya.

Karena itu, dia berharap rencana tersebut dievaluasi lagi dengan meminta masukan dari masyarakat dan dunia usaha yang ada di Batam. ”Jangan terburu-buru dan terkesan reaktif dan seolah meniru China dengan mendirikan rumah sakit sendiri,” katanya. (jpc)

Print Friendly, PDF & Email
Source: Jawa Pos
Tags: coronaviruspulau galangvirus korona
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Suka Nonton Film Horor, Siswi SMP Bunuh Bocah 5 Tahun

Next Post

Perkuat Imun Tubuh dari Wabah Virus Korona dengan Jus Jahe dan Wortel

Related Posts

Dinkes Bontang Bantah Dua Rumah Sakit Tutup, Masa Isolasi Diperpanjang
Bontang

Hasil Rapid Test, 55 Pegawai RSIB Negatif Corona

26 April 2020, 19:36
RSUD Tetap Layani Pasien Gawat Darurat, Buka IGD Sementara
Bontang

Breaking News!!! Satu Pasien Lagi Positif Covid-19

25 April 2020, 17:57
PDP Meninggal Pasca Dirujuk dari RSIB, Ini Penjelasan Manajemen
Bontang

Ini Kronologi Meninggalnya PDP Usia 8 Tahun di Bontang

24 April 2020, 20:25
PDP Meninggal Pasca Dirujuk dari RSIB, Ini Penjelasan Manajemen
Bontang

PDP Meninggal Pasca Dirujuk dari RSIB, Ini Penjelasan Manajemen

24 April 2020, 19:30
Cemas Terhadap Covid-19, Polda Kaltim dan Pemkot Bontang Buka Layanan Konseling
Bontang

Cemas Terhadap Covid-19, Polda Kaltim dan Pemkot Bontang Buka Layanan Konseling

24 April 2020, 08:00
Peminat Kapal Tinggi, Armada Bontang Dikurangi
Bontang

Klaster Gowa Dominasi Pasien Covid-19, Penumpang KM Egon Dilacak

24 April 2020, 06:25

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.