• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Puluhan Ribu Warga Kebagian Sertifikat 

by BontangPost
26 Oktober 2018, 16:45
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
BAGIKAN SERTIFIKAT: Presiden Joko Widodo membagikan ribuan sertifikat kepada beberapa perwakilan masyarakat di Kaltim dalam kunkernya di Kota Samarinda, Kamis (25/10) kemarin.(ISTIMEWA)

BAGIKAN SERTIFIKAT: Presiden Joko Widodo membagikan ribuan sertifikat kepada beberapa perwakilan masyarakat di Kaltim dalam kunkernya di Kota Samarinda, Kamis (25/10) kemarin.(ISTIMEWA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Presiden Joko Widodo membagikan puluhan ribu sertifikat bidang tanah pada warga Kaltim dan Kalimantan Utara (Kaltara). Sertifikat itu dibagikan secara simbolis, Kamis (25/10) kemarin di areal Gedung Olahraga (GOR) Madya Sempaja, Samarinda.

Mantan Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta itu mengungkapkan, sertifikat yang telah diserahkan kepada 5.083 orang tersebut berjumlah 26.000 lembar.

Sepanjang 2018, pemerintah pusat telah membagikan 100 ribu seritifikat. Pada tahun depan, bersama pemerintah daerah dan Badan Pertanahan Nasional (BPN), pemerintah akan memberikan 200 ribu sertifikat tanah pada masyarakat Kaltim.

“Sertifikat ini bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki. Kalau sudah pegang ini, mau apa? Ada yang mengklaim ini, enggak bisa,” ucapnya.

Pembagian sertifikat telah memangkas proses pengurusan bukti hak kepemilikan atas tanah tersebut. Apabila pemerintah tetap menerapkan kebijakan lama, maka sebagian besar pemilik tanah akan menanti 160 tahun untuk mendapatkan sertifikat tanah.

Baca Juga:  ASN Harus Netral, Tapi Tidak Buta Politik

“Oleh sebab itu, mulai tahun lalu saya perintahkan pada Menteri BPN, tolong ini diperintahkan pada Kantor BPN dan Kanwil BPN, agar pengerjaan sertifikat itu dipercepat. Akhirnya alhamdulillah. Tahun lalu, dari 500 ribu (di tahun 2015) menjadi lima juta sertifikat di 2017,” ungkapnya.

Disebutkan pembagian sertifikat terus mengalami peningkatan. Pada 2018, pemerintah menargetkan tujuh juta sertifikat. Sedangkan di 2019, presiden memberikan tugas pada BPN di seluruh wilayah Indonesia untuk menerbitkan sembilan juta sertifikat.

“Tahun ini sudah selesai enam juta. Saya sudah dapat laporan dari Pak Menteri. Tahun depan hati-hati. Saya targetkan sembilan juta. Nyatanya bisa terus. Kalau kita memiliki kemauan untuk melayani masyarakat, (pembagian sertifikat sesuai target itu, Red.) pasti bisa,” tegasnya.

Baca Juga:  Ada Potensi Kekacauan

Kata presiden, percepatan pembagian sertifikat itu untuk memutus mata rantai permasalahan konflik kepemilikan tanah yang kerap dihadapi masyarakat. Pasalnya, sengketa tanah sudah berlangsung sejak era kemerdekaan.

Tak sedikit konflik itu melibatkan masyarakat dan korporasi. Silang sengkarut juga acap melibatkan pemerintah. Hal itu terjadi ketika pemerintah menggunakan lahan untuk kepentingan pembangunan.

“Kenapa itu terjadi? Dari 126 juta sertifikat bidang yang harus diberikan pada masyarakat, pada tahun 2015, baru 46 juta yang dibagikan. Masih kurang 80 juta bidang yang harus disertifikatkan,” bebernya.

Presiden yang bernama pendek Jokowi itu mengatakan, secara bertahap melalui kepemilikan sertifikat tersebut, konflik agraria dapat terkikis di masyarakat. Dia menyarankan pada masyarakat menjaga sertifikat tanah tersebut. Carannya, bukti kepemilikan atas lahan itu ditaruh di plastik dan difotokopi.

“Kenapa ditaruh di plastik? Supaya kalau terkena hujan, sertifikat enggak basah. Kenapa difotokopi? Kalau aslinya hilang, mudah ngurus di BPN,” katanya.

Baca Juga:  Tambang Ilegal Berkedok Pengembang Ditemukan di Loa Janan Ilir, Nusyirwan: Proses Hukum Saja

Presiden Jokowi tidak mempermasalahkan warga menjadikan sertifikat sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman di bank. Namun harus dihitung secara detail alasan dan fungsi pinjaman tersebut.

“Tolong dikalkulasi, bisa angsur atau enggak setiap bulan? Bisa dicicil enggak setiap bulan? Kalau enggak, jangan pinjam! Kalau sudah dapat uang dari bank, dapat uang Rp 300 juta, kebiasaan masyarakat kita, Rp 150 juta itu untuk beli mobil,” sebutnya.

Cara demikian akan memberatkan peminjam uang di bank. Apabila tidak mampu mengangsur pinjaman, maka mobil beserta tanah yang dijadikan agunan akan disita oleh bank. “Kalau pinjam di bank, misalnya dapat Rp 300 juta, gunakan seluruhnya untuk modal kerja, modal investasi, dan modal usaha,” sarannya. (*/um)

Tags: Kunjungan PresidenMetro SamarindaSertifikat Tanah
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Presiden Jokowi Buka Rute Nasional, Target 1,5 Juta Penumpang 

Next Post

Lima Atlet Bontang Berjuang di Popwil

Related Posts

Cara Pisah Sertifikat Tanah Tanpa Menghapus Sertifikat Induk, Ini Syarat dan Prosedurnya
Nasional

Cara Pisah Sertifikat Tanah Tanpa Menghapus Sertifikat Induk, Ini Syarat dan Prosedurnya

29 Juni 2026, 13:09
Dua Tahun Tanah Terlantar atau Tidak Dimanfaatkan, Statusnya Bakal Jadi Tanah Negara
Kaltim

Dua Tahun Tanah Terlantar atau Tidak Dimanfaatkan, Statusnya Bakal Jadi Tanah Negara

20 Juni 2025, 13:32
Aksi Presiden Jokowi di Pasar Merdeka Samarinda, Lempar Kaos dan Bagi Paket Sembako
Kaltim

Aksi Presiden Jokowi di Pasar Merdeka Samarinda, Lempar Kaos dan Bagi Paket Sembako

21 September 2023, 13:38
Kunjungan ke Kaltim, Jokowi Minta Dilakukan Operasi Pasar Tekan Kenaikan Harga Beras
Kaltim

Kunjungan ke Kaltim, Jokowi Minta Dilakukan Operasi Pasar Tekan Kenaikan Harga Beras

21 September 2023, 12:58
Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.