SAMARINDA – Minimnya pariwisata alam sering membuat warga memandang sebelah mata terkait destinasi wisata yang ada di Kota Tepian. Pasalnya rata-rata destinasi wisata di Samarinda merupakan destinasi buatan. Seperti wisata religius di Masjid Islamic Center, destinasi kuliner di Tepian, Taman Samarendah, dan Kampung Nasi Kuning. Berbeda dengan Kota Balikpapan yang memiliki Pantai Manggar atau Tenggarong dengan Pulau Kumalanya.
Hal ini diungkapkan mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta asal Kutai Kartanegara (Kukar), Gumelar. Ia mengatakan jika datang ke Samarinda bingung hendak jalan-jalan ke mana. Karena tidak ada wisata alam seperti gunung atau pantai yang membuatnya tertarik.
Terbiasa dengan destinasi alam yang ada di Yogyakarta membuatnya membandingkan Kota Pelajar itu dan Kota Tepian. “Destinasi wisata di sini apa? Yang ada cuma kafe sama mal,” ujarnya belum lama ini.
Dan hal ini tak hanya dinyatakan oleh Gumelar, namun juga beberapa warga Samarinda lainnya. Misalnya Vera. Ibu satu anak ini bingung saat ditanya mengenai destinasi wisata yang ia rekomendasikan kepada teman jika berkunjung ke Kota Tepian. “Paling saya ajak ke Tepian, Islamic Center, atau Alaya,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Samarinda, Faisal menuturkan, wajar jika Samarinda tidak memiliki destinasi wisata alam seperti kawasan lainnya di Kaltim dan hanya memiliki pariwisata yang bersifat buatan. Karena Samarinda adalah wilayah perkotaan.
“Jadi kalau orang mau ke Samarinda cari wisata alam seperti air terjun ya jangan ke sini. Ini kota. Wajar pariwisatanya hanya bersifat buatan seperti kafe, mal, dan tempat hiburan lainnya. Kalau mau lihat hutan silakan ke Mahulu. Kalau mau lihat anggrek ya ke Kubar,” tutur Faisal.
Samarinda memang memiliki banyak mal. Sehingga, warga yang ingin menghabiskan waktu seperti bermain ataupun berbelanja tentu akan pergi ke tempat perbelanjaan ini. Belum lagi sejumlah kafe dan resto yang berderet di sepanjang jalan di Samarinda, seperti di Jalan Juanda. Selain itu, ada juga wisata kuliner sekaligus tempat untuk bersantai lainnya seperti Alaya Food Festival.
Namun, Faisal mengatakan, jika ingin mencari wisata yang bersifat perkotaan, Samarinda adalah tempat yang tepat. Karena Samarinda memang hanya memiliki destinasi pariwisata yang bersifat kota.
“Kalau mau cari hiburan kota ya ke sini, seperti mal dan tempat karaoke. Kalau mau lihat wisata buatan bisa ke Rumah Ulin Arya, Taman Salma Shofa,” ujarnya.
Ia mengatakan setiap kota memiliki spesifikasi dan keunggulan sendiri. Dan inilah Samarinda dengan sejumlah mal, hotel, resto dan cafe yang mengelilingi setiap sudut kotanya.
“Jangan dibandingkan dengan yang lain. Tidak mungkin kan saya bangun air terjun tinggi-tinggi di sini karena memang tidak ada,” pungkasnya. (*/dev)







