Lebih Dekat dengan Band Pengisi Indie Jamming Session: SDC dan Pravolane (1)
Gelaran Indie Jamming Session (IJS) garapan Kaltim Post FM (KPFM) 96,8 Samarinda di Lopecoffee Samarinda tidak pernah kehabisan line up musisi indie lokal berkualitas. Seperti yang terlihat dalam IJS edisi Selasa (28/2) lalu. Sejumlah pemusik bergiliran unjuk kebolehan, sejak petang hingga malam, demi menyajikan hiburan kepada pengunjung.
SALAH satunya yang mencuri perhatian adalah Samarinda Drummer Community (SDC). Mereka menjadi pembuka dalam rangkaian penampilan musisi independen Kota Tepian. Merupakan kelompok gabungan penggebuk drum berbagai grup, masing-masing personel menampilkan keunikan cara bermain masing-masing.
Tidak sampai di situ, mereka juga membuka sesi diskusi seputar drum. Komunitas yang terbentuk pada 2006 itu merupakan wadah berkreasi para drummer Samarinda. “Komunitas ini adalah wadah teman-teman drummer untuk mengembangkan diri. Junior maupun senior semuanya sama,” ujar Ardi, salah seorang pionir SDC.
Meski namanya komunitas drummer, kegiatan yang dilakoni tidak melulu soal alat musik tersebut. Sederet hal lain seperti nonton bareng, nongkrong juga mereka lakukan. “Supaya enggak terlalu kaku saja. Jadi bisa lebih akrab, bukan melulu drum,” tambah dia.
Bahkan, dari komunitas tersebut muncul ide untuk menggelar event bertajuk Drums Day. “Acara ini sudah dua kali terlaksana. Drums Day juga jadi ajang silaturahmi antar-drummer Samarinda agar bisa kenal satu sama lain,” tutupnya.
Setelah SDC, ada Pravolane yang turut menyajikan musik sarat energi. Mengusung genre musik rock alternative, band yang berdiri sejak 30 Mei 2016 itu beranggotakan Rendo Doli (vokal), Sandes (gitar), Arifin (gitar), Jhon Mardi (bas), dan Wisnu (drum).
Sekian bulan terbentuk, sudah banyak giat yang mereka ikuti. Sebut saja Bazzarinda, Wild Fest Invasion Tour, dan Sans Day Alternative, tempat mereka unjuk performa.
Pravolane memiliki single andalan berjudul Fear for Shadow. Ada wacana membuat album, yang konsepnya hingga kini masih disusun. “Tidak terlalu terburu-buru, karena kami menginginkan hasil yang maksimal nantinya,”ucap Jhon. (*/ert/ndy/kpg/gun)







