BONTANG – Pos pelayanan terpadu (Posyandu) Sekar Tanjung yang berlokasi di RT 7, kompleks Perumahan Bontang Permai, Kelurahan Api-Api, Bontang Utara, sering terkena banjir. Tak tangung-tanggung, beberapa waktu lalu ketinggian air bisa mencapai satu meter akibat lokasi bangunan yang bersebelahan dengan sungai.
Ketua Posyandu Sekar Tanjung Masniah menyampaikan, struktur bangunan yang juga digunakan untuk satuan PAUD sejenis (SPS) Anyelir XI sejak tahun 2012. Lembaga pendidikan tersebut baru mendapat bantuan operasional pendidikan (BOP) senilai Rp 28 juta. Alhasil beberapa perlengkapan pun ikut terbawa oleh aliran air.
“Banyak alat tulis yang tidak bisa terselamatkan. Ini beberapa bantuan lainnya terpaksa kami taruh di tempat yang tinggi,” kata Masniah kepada Komisi III DPRD dan beberapa perwakilan OPD yang melakukan kunjungan lapangan, Rabu (9/5).
Dikatakannya, konstruksi bangunan telah berdiri sejak tahun 2002. Lahan berasal dari wakaf milik salah satu warga yang dihibahkan kepada RT.
Menurutnya kondisi bangunan saat ini sudah tidak laik. Mengingat bagian atap sudah berkarat. “Kalau dibiarkan ini bisa roboh,” tambahnya.
Sering kali bangunan tersebut juga digunakan tempat pertemuan warga. Guna membahas program kerja yang akan dilaksanakan di lingkup RT 7.
Masniah meminta kepada Komisi III DPRD untuk peremajaan bangunan.
Menanggapi itu, Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Bontang Maksi Dwiyanto menyatakan, bantuan perenovasian bisa menggunakan APBD. Namun, status lahan harus dihibahkan terlebih dahulu kepada kecamatan.
“Hibahkan ke kecamatan sehingga bisa dianggarkan kegiatannya oleh kecamatan,” kata Maksi.
Ia menilai, untuk memberikan kenyamanan terhadap para peserta didik maka diperlukan pembangunan secara vertikal. Sehingga nantinya bila masih ada pengerjaan penanggulangan banjir maka pelengkapan dipastikan aman.
“Sudah wajib minimal dua lantai struktur bangunannya untuk meningkatkan fasilitasnya,” paparnya.
Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Rustam HS berharap proses perencanaan pembangunan bisa masuk dalam batang tubuh APBD Perubahan nanti. Politisi Golkar ini berharap Ketua RT bisa merancang proposal terkait pembangunan dalam waktu yang singkat.
“Bulan depan sudah mulai pembahasan APBD-P. Saya berharap perencanaan bisa masuk sehingga pengerjaan fisik bisa terjadi di tahun depan,” tukas Rustam. (ak)







